Apa Itu Pemberontakan Bohemia?
https://www.belajarsampaimati.com/2026/01/apa-itu-pemberontakan-bohemia.html?m=0
![]() |
| Ilustrasi/warfarehistorynetwork.com |
Pemberontakan Bohemia, yang juga dikenal sebagai Pemberontakan Bohemia 1618, adalah peristiwa penting dalam sejarah Eropa yang menandai awal dari Perang Tiga Puluh Tahun. Pemberontakan ini terjadi di Kerajaan Bohemia, yang merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi Suci, dan dipicu oleh ketegangan antara kaum Protestan dan Katolik. Ketegangan ini semakin meningkat setelah Kaisar Ferdinand II, seorang Katolik, berusaha memperkuat kekuasaan Katolik di wilayah tersebut dan membatasi hak-hak kaum Protestan.
Puncak ketegangan terjadi pada 23 Mei 1618, ketika sekelompok bangsawan Protestan menyerbu Istana Praha dan melemparkan dua utusan kaisar, Jaroslav Borita z Martinic dan Václav Budovec z Budova, dari jendela. Peristiwa ini dikenal sebagai "Pelemparan Jendela Praha". Meskipun kedua utusan tersebut selamat dari jatuhnya, tindakan ini menandai dimulainya pemberontakan terbuka terhadap kekuasaan kaisar. Para pemberontak kemudian membentuk pemerintahan sementara dan memilih Frederick V dari Palatinate sebagai raja Bohemia, yang merupakan seorang Protestan.
Pemberontakan itu tidak hanya merupakan konflik lokal, tetapi juga melibatkan kekuatan asing. Frederick V berusaha mendapat dukungan dari negara-negara Protestan lainnya, termasuk Inggris dan Belanda. Namun, pada saat yang sama, Kaisar Ferdinand II mendapat dukungan dari Spanyol dan negara-negara Katolik lainnya. Pertarungan ini segera meluas menjadi konflik yang lebih besar, dengan Bohemia sebagai pusat pertempuran antara kekuatan Protestan dan Katolik di Eropa.
Setelah beberapa tahun pertempuran, pemberontakan Bohemia berakhir dengan kekalahan para pemberontak. Pada tahun 1620, pasukan kaisar berhasil mengalahkan pasukan Protestan dalam Pertempuran White Mountain, yang terjadi dekat Praha. Kemenangan ini mengakibatkan penegakan kembali kekuasaan Katolik di Bohemia dan pembalasan yang keras terhadap para pemberontak. Banyak bangsawan Protestan dieksekusi, dan banyak yang melarikan diri ke negara-negara lain.
Pemberontakan Bohemia memiliki dampak jangka panjang terhadap sejarah Eropa. Selain menandai awal Perang Tiga Puluh Tahun, konflik ini memperdalam perpecahan antara Protestan dan Katolik di seluruh Eropa. Perang tersebut berlangsung hingga 1648 dan menyebabkan kerusakan yang luas serta perubahan politik yang signifikan di benua tersebut.
Pemberontakan Bohemia dan konsekuensinya menunjukkan betapa kompleksnya dinamika agama, politik, dan sosial pada masa itu, serta bagaimana konflik lokal dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar di tingkat internasional.
Hmm... ada yang mau menambahkan?
