20 Jenis Kertas Beserta Fungsi dan Perbedaannya Secara Lengkap
https://www.belajarsampaimati.com/2026/04/20-jenis-kertas-beserta-fungsi-dan.html?m=0
![]() |
| Ilustrasi/cettakin.id |
Sejak ditemukan pada 105 Masehi, kertas telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dari kebutuhan menulis, mencetak gambar, atau membuat aneka prakarya, kita membutuhkan kertas.
Kertas adalah material tipis yang terbuat dari serat selulosa, biasanya berasal dari kayu, yang diproses menjadi lembaran melalui serangkaian tahapan industri.
Proses pembuatan kertas dimulai dari pengolahan kayu menjadi pulp (bubur kertas), kemudian dibersihkan, diputihkan, dan diratakan menggunakan mesin khusus hingga menjadi lembaran dengan ketebalan tertentu. Setelah itu, kertas dikeringkan, dipotong sesuai ukuran, dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Seiring perkembangan zaman, jenis kertas makin beragam, dengan berbagai nama dan fungsi. Karenanya, keliru memilih kertas bisa menimbulkan masalah, dari hasil cetak buram, terlalu tipis, terlalu tebal, atau bahkan sampai merusak printer. Karenanya pula, kita perlu mengenal jenis-jenis kertas, fungsi, serta perbedaannya.
Jenis-jenis Kertas: Fungsi dan Perbedaannya
Setiap jenis kertas memiliki karakteristik unik yang menentukan fungsi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah uraian mengenai masing-masing kertas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita:
Kertas HVS
Ini mungkin jenis kertas paling populer, karena HVS adalah kertas paling umum untuk kebutuhan sehari-hari. Dari mencetak dokumen, menulis tugas sekolah, sampai untuk kebutuhan fotokopi. Teksturnya halus, dan warnanya putih. Daya serap kertas HVS tergolong tinggi, jadi cocok untuk tinta.
Kertas HVS memiliki ukuran bermacam-macam, termasuk A4, F4, dan A3. Gramasinya juga berbeda, dari 70 sampai 100 gsm, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Kertas thermal
Kalau kita membeli barang di swalayan atau supermarket, biasanya kita dapat struk belanja yang dicetak di selembar kertas. Kertas struk itu disebut kertas thermal. Karenanya kertas jenis ini biasa digunakan pada mesin kasir modern. Selain untuk struk belanja, kertas thermal juga biasa digunakan untuk keperluan tiket.
Kertas thermal memiliki tektur mirip HVS; halus dan putih. Bedanya, kertas thermal tidak menyerap tinta. Kalau kertas HVS berbentuk lembaran-lembaran terpisah, kertas thermal berbentuk roll.
Kertas continuous form
Pernah menerima bukti invoice berbentuk selembar kertas yang sisi-sisinya tidak rata atau berlubang? Kertas semacam itu disebut continuous form, yaitu kertas khusus untuk printer dot matrix. Biasanya kertas jenis ini dipakai untuk laporan atau untuk invoice.
Kertas continuous form rata-rata memiliki gramasi 50–70 gsm, dengan format fanfold atau berlipat. Kertas ini sering disebut sebagai “kertas komputer lama”.
Kertas kado
Seperti namanya, kertas kado ditujukan untuk membungkus kado atau hadiah. Bisa kado ulang tahun, atau hadiah perkawinan. Karena itu, kertas kado biasanya memiliki dekorasi atau gambar yang menarik, berwarna-warni, dan teksturnya sering kali glossy atau doff.
Kertas kado umumnya dijual dalam bentuk lembaran besar, tidak terlalu tipis—berkisar antara 60 sampai 100 gsm—dan umumnya selembar kertas kado bisa dipakai untuk membungkus satu buah kado atau hadiah. Asal kado yang dibungkus bukan lemari es, dijamin cukup!
Art paper dan art carton
Art paper dan art carton biasa dipakai untuk brosur, majalah, atau kartu nama. Kertas jenis ini memiliki permukaan mengilap, licin, atau glossy. Ukurannya bisa A3 atau A4, sementara ketebalannya antara 120 sampai 350 gsm. Kertas jenis ini memiliki daya serap rendah, tapi hasil cetaknya tajam.
Kertas buram
Bisa dibilang, ini versi ekonomis dari HVS. Kertas buram memiliki ukuran yang sama seperti kertas HVS, tapi teksturnya kasar, tidak mulus seperti HVS. Warna kertas buram juga buram—ya namanya juga kertas buram!
Kertas buram memiliki gramasi antara 55 sampai 70 gsm. Daya serap kertas ini sangat tinggi. Karenanya, kalau dipakai untuk mencetak di printer tinta, sering kali “mblobor”, dan hasil cetakan tulisannya tidak serapi di kertas HVS.
Linen Jepang
Mengapa kertas undangan perkawinan sering kali tampak indah dan elegan? Karena undangan itu biasanya dibuat menggunakan kertas ini. Linen Jepang adalah kertas dengan tekstur elegan, dan sering dipakai untuk pembuatan sertifikat atau undangan. Permukaannya halus, ketebalannya antara 220–300 gsm. Biasanya dijual dengan ukuran A4.
BW carton
BW carton adalah kertas tebal untuk kebutuhan cetak sederhana. Misalnya untuk kemasan. Kalau kita mengunjungi acara seminar atau resepsi, kemudian dapat snack dalam dus, biasanya dus itu dibuat dari kertas ini. Mungkin wujudnya biasa-biasa saja, dan tekturnya agak kasar, tapi yang pasti cukup kuat untuk mengemas makanan ringan. Ketebalannya antara 160 sampai 300 gsm.
Kertas fancy
Ini jenis kertas yang biasa dipakai untuk undangan, tapi lebih premium. Karenanya, undangan-undangan yang eksklusif biasanya dicetak menggunakan kertas fancy. Tekstur kertas ini beragam, ukurannya bervariasi, dan gramasinya antara 120 sampai 300 gsm. Kalau kamu pernah dapat undangan yang menggunakan emboss atau glitter, kemungkinan besar undangan itu dibuat menggunakan kertas ini.
Concorde
Concorde adalah kertas bertekstur garis timbul, dan biasanya dipakai untuk mencetak dokumen resmi. Ukurannya A4, dan gramasinya antara 120 sampai 240 gsm.
Doorslag
Kertas tipis transparan, dan biasanya dipakai untuk arsip atau salinan dokumen. Teksturnya sangat tipis, gramasinya sekitar 40 gsm. Sebagian orang menyebutnya “kertas tembus”.
Buffalo
Meski namanya buffalo, kertas ini tidak ada hubungannya dengan kerbau. Kertas buffalo adalah kertas tebal dan biasanya berwarna, dan biasanya pula dipakai untuk pembuatan map. Kalau kamu perlu melamar kerja dan membeli map, kertas map itu kemungkinan besar dibuat menggunakan kertas buffalo.
Tekstur kertas buffalo agak kasar, ukurannya F4, dan gramasinya sekitar 150 sampai 220 gsm.
NCR
NCR adalah singkatan “no carbon required”, alias kertas tanpa karbon. Biasanya dipakai untuk nota atau kwitansi. Jadi fungsi kertas NCR ini untuk menyalin tulisan yang ditulis pada kertas di atasnya, tapi proses penyalinan itu tidak membutuhkan karbon.
NCR memiliki tekstur halus dan tipis, antara 50–80 gsm. Kalau kamu membeli nota rangkap, hampir bisa dipastikan di dalamnya ada kertas NCR.
Asturo
Yang biasa membuat prakarya pasti kenal kertas ini. Asturo adalah kertas warna-warni yang biasa dipakai untuk kerajinan. Teksturnya halus, warnanya biasanya cerah, dan gramasinya sekitar 120 sampai 160 gsm.
Yellow board
Yellow board adalah karton tebal kekuningan, yang biasa dipakai untuk pembuatan sampul keras (hardcover) pada buku. Teksturnya kasar, gramasinya sangat tebal.
Matt paper
Matt paper adalah salah satu jenis kertas yang biasa digunakan untuk mencetak foto. Hasil cetak menggunakan kertas ini biasanya halus doff, bukan mengilap. Karenanya, selain untuk foto, kertas ini juga sering dipakai untuk pembuatan poster.
Kraft
Kraft adalah kertas cokelat alami, dan biasanya dipakai untuk kemasan. Teksturnya kasar, tebalnya sekitar 70–200 gsm, dan biasanya dijual dalam bentuk roll atau lembaran.
Kertas vinyl
Kalau kamu suka memasang stiker, kamu perlu tahu kalau stiker biasanya dibuat menggunakan kertas ini. Vinyl adalah kertas yang tahan air sekaligus fleksibel. Teksturnya licin, agak tebal, dan biasanya mengilap.
Kertas ivory
Ivory adalah kertas premium dengan dua sisi berbeda. Satu sisi terlihat glossy, sisi lainnya terlihat biasa. Kertas ini sering digunakan untuk kemasan makanan.
Kertas jasmine
Kertas ini memiliki kilau elegan, dan biasa dipakai untuk undangan mewah. Kertas ini memiliki tekstur yang berkilau (shimmer). Tebalnya antara 120 sampai 250 gsm, dan biasanya dijual dengan ukuran A4.
Perbedaan Gramasi dan Ketebalan Kertas
Dari uraian tadi, ada istilah “gramasi” yang disebut berkali-kali. Apa itu gramasi? Gramasi adalah berat kertas dalam satuan gsm (gram per meter persegi), sedangkan ketebalan adalah seberapa tebal fisik kertas tersebut.
Gramasi rendah (50–100 gsm) biasanya cocok untuk dokumen. Gramasi sedang (120–200 gsm) cocok untuk cetak desain. Sedangkan gramasi tinggi (210–400 gsm) cocok untuk kemasan dan kartu. Semakin tinggi gramasi, semakin kuat dan kokoh kertas tersebut.
Berapa Standar Ukuran Kertas di Indonesia?
Ukuran kertas berbeda tergantung kebutuhan dan standar internasional. Berikut uraian lengkapnya:
- Ukuran kertas seri A: A0 hingga A5, paling umum digunakan (A4 paling populer).
- Ukuran kertas seri B: Untuk kebutuhan poster dan percetakan besar.
- Ukuran kertas seri C: Digunakan untuk amplop.
- Ukuran kertas seri F: Legal/F4, populer di Indonesia.
- Ukuran kertas seri R: Digunakan untuk foto (R4, R6, dll).
Memahami berbagai jenis kertas, fungsi, serta perbedaannya, akan membantu kita menentukan pilihan terbaik untuk kebutuhan kantor, sekolah, maupun bisnis. Dengan pemilihan yang tepat, kita tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil cetak dan profesionalitas.
Jika kebetulan sedang mencari berbagai jenis kertas lengkap dengan kualitas terbaik, pastikan memilih distributor atk terpercaya yang menyediakan pilihan kertas sesuai kebutuhan.
Anjaya Sejati hadir sebagai solusi toko ATK lengkap yang menyediakan berbagai jenis kertas, mulai dari HVS, thermal, hingga kertas premium untuk kebutuhan bisnis dan percetakan.

%20-%20Copy.png)
