Footnote untuk Isaac Asimov, Penulis Jenius yang Super Produktif
https://www.belajarsampaimati.com/2026/06/footnote-untuk-isaac-asimov-penulis.html?m=0
![]() |
| Ilustrasi/oldmachinary.com |
Di catatan tentang Isaac Asimov, saya menulis kalau dia menulis hampir apa saja, termasuk Alkitab, Shakespeare, sampai humor cabul. Padahal dia terkenal di dunia sebagai penulis tema-tema sains/futuristik. Sebagian pembaca mungkin bertanya-tanya, apakah saya serius, atau cuma ingin mengolok-olok Asimov?
Jawaban atau penjelasan terkait hal itu sengaja saya tuliskan di sini, agar tidak merusak struktur catatan tentang Asimov. Buat yang belum membaca esai tentang Asimov, silakan baca di sini: Isaac Asimov, Penulis Super Produktif yang Menulis Hampir Apa Saja.
Jadi, apakah Isaac Asimov benar-benar menulis tema-tema di luar robot atau fiksi ilmiah dan sains populer? Ya, itu benar-benar fakta, meskipun terdengar seperti lelucon tentang seseorang yang menulis terlalu banyak.
Masalahnya, ketika orang mendengar "Isaac Asimov menulis tentang Alkitab, Shakespeare, dan humor cabul", mereka sering membayangkan Asimov sedang berpindah-pindah identitas: pagi menjadi teolog, siang menjadi kritikus sastra, malam menjadi pelawak mesum. Yang sebenarnya terjadi sedikit berbeda. Asimov adalah seorang penulis ensiklopedis yang hampir tidak bisa berhenti menjelaskan sesuatu yang menurutnya menarik.
Asimov memang menulis buku tentang Alkitab. Bahkan ada yang sangat terkenal: Asimov's Guide to the Bible. Buku itu bukan karya teologi atau dakwah. Asimov sendiri seorang humanis sekuler dan skeptis terhadap agama. Ia mendekati Alkitab seperti seorang ilmuwan dan sejarawan. Yang ia bahas adalah geografi, sejarah, bahasa, kerajaan-kerajaan kuno, jalur perdagangan, tokoh-tokoh politik, dan konteks budaya yang melatarbelakangi teks Alkitab.
Jika seseorang berharap menemukan khotbah di buku itu, ia akan kecewa. Jika seseorang ingin tahu siapa raja ini, kota itu ada di mana, dan peristiwa tersebut mungkin terjadi dalam konteks sejarah apa, Asimov sangat menikmati pekerjaan semacam itu. Buku tentang Alkitab yang ia tulis berisi hal-hal semacam itu.
Ia juga benar-benar menulis tentang Shakespeare. Salah satu karyanya adalah Asimov's Guide to Shakespeare. Lagi-lagi, pendekatannya khas Asimov: menjelaskan referensi sejarah, mitologi, politik, dan budaya yang muncul dalam drama-drama Shakespeare. Banyak pembaca modern tidak memahami seluruh rujukan yang dianggap umum oleh penonton Inggris abad ke-16. Asimov menjadikan dirinya semacam pemandu wisata yang berjalan di samping pembaca.
Yang lebih mengejutkan, ia juga menulis buku humor yang cukup nakal. Salah satu yang terkenal adalah Treasury of Humor. Ia juga menerbitkan beberapa kumpulan lelucon dan anekdot dewasa.
Asimov memang punya selera humor yang sering kali "kurang sopan" daripada citra publiknya sebagai profesor berkacamata tebal yang menulis robot dan galaksi. Dalam autobiografinya, ia bahkan cukup terbuka mengenai kegemarannya mengoleksi lelucon, permainan kata, dan cerita-cerita yang tidak selalu cocok dibacakan di depan anak-anak.
Yang membuat semua ini terasa mustahil adalah skalanya. Kebanyakan penulis memiliki satu wilayah. Seorang novelis menulis novel. Seorang fisikawan menulis fisika. Seorang sejarawan menulis sejarah. Asimov menulis hampir semuanya.
Ia menulis kimia, biokimia, astronomi, sejarah Romawi, sejarah Yunani, matematika, fisika, Alkitab, Shakespeare, sastra, humor, misteri, fiksi ilmiah, bahkan panduan menulis. Jumlah bukunya biasanya diperkirakan lebih dari 500 judul, dengan puluhan ribu esai dan artikel tambahan.
Karena itu muncul lelucon lama di kalangan penulis Amerika. Jika sebuah rak buku belum memiliki buku karya Asimov tentang suatu topik, berarti Asimov belum sempat mengunjunginya.
Lelucon itu tidak sepenuhnya berlebihan. Ada kisah yang sering diceritakan oleh para editor. Mereka mengatakan bahwa ketika membutuhkan seorang penulis yang bisa menjelaskan topik tertentu kepada pembaca umum, Asimov hampir selalu menjadi kandidat yang masuk akal. Bukan karena ia ahli terbesar di bidang itu, tetapi karena ia mampu belajar cepat, memahami inti persoalan, lalu menjelaskannya dengan bahasa yang sangat jernih.
Dalam arti tertentu, Asimov tidak sedang menulis tentang Alkitab atau Shakespeare karena ia ingin menjadi ahli Alkitab atau ahli Shakespeare. Ia menulis tentang mereka karena rasa ingin tahunya tidak mengenal pagar disiplin ilmu.
Justru itu yang sering hilang dalam gambaran populer tentang dirinya. Orang mengenang Asimov sebagai pencipta Foundation atau I, Robot. Padahal sebagian besar hidup profesionalnya dihabiskan untuk nonfiksi. Ia mungkin lebih banyak menjelaskan dunia nyata daripada menciptakan dunia imajiner.
Kadang saya merasa produktivitas Asimov sendiri membuat orang sulit mempercayai fakta-fakta tentang dirinya. Jika seseorang berkata bahwa seorang penulis menghasilkan novel robot, sejarah Mesir, panduan Alkitab, analisis Shakespeare, buku astronomi, kumpulan lelucon cabul, dan ensiklopedia sains, naluri pertama kita adalah menganggap sebagian daftar itu pasti hasil salah ingat.
Ternyata tidak.
Masalahnya justru kebalikannya. Daftar sebenarnya bahkan lebih aneh daripada yang biasanya diceritakan. Asimov pernah menulis tentang asal-usul kata, tentang angka, tentang tubuh manusia, tentang revolusi ilmiah, tentang kalender, tentang planet, tentang sastra, tentang humor, tentang hampir semua hal yang berhasil menarik perhatiannya selama beberapa minggu.
Jadi ketika kamu membaca bahwa Isaac Asimov menulis Alkitab, Shakespeare, dan humor cabul, itu bukan olok-olok. Itu hanya tiga benda yang kebetulan berhasil kita lihat dari gunung karya tulis yang sangat besar. Jika seluruh bibliografinya dibentangkan di meja, tiga topik itu bahkan tidak tampak sebagai bagian yang paling aneh.

.png)

