Sejak Kapan Cokelat Dijadikan Santapan Lezat?

 Sejak Kapan Cokelat Dijadikan Santapan Lezat?
Ilustrasi/istimewa
Cokelat telah menjadi makanan atau minuman lezat sejak dua ribu tahun yang lalu. Di wilayah tropis Amerika Tengah, suku Maya telah memperlakukan biji kakao sebagai barang berharga, bahkan gambar buah serta pohon kakao diukir pada tembok-tembok kuil mereka yang megah, dilengkapi tulisan kuno Maya yang menunjukkan kakao sebagai “makanan para dewa”.

Suku Maya juga yang pertama menciptakan minuman dari biji kakao yang dihancurkan, yang hanya dapat dinikmati kaum bangsawan atau pada upacara ritual suci.

Suku Aztec juga menjadikan cokelat sebagai minuman lezat. Mereka menamakan minuman yang berasal dari biji kakao itu sebagai “xocolatl” yang berarti “air yang pahit”. Rasa cokelat asli memang pahit, sedangkan cokelat yang sering kita konsumsi umumnya telah dicampur gula dan susu sehingga terasa manis. Sebutan “xocolatl” itu pula yang menjadi asal usul nama “chocholate” atau “cokelat”.

Pada upacara-upacara tertentu, suku Aztec meminum cokelat hangat tanpa pemanis. Sementara Montezuma II, salah satu raja Aztec, menyimpan sejumlah besar biji cokelat dalam gudang besar, dan mengonsumsi sekitar 50 cawan cokelat hangat setiap hari dengan sebuah cawan emas.

Orang-orang Eropa yang diundang ke istana mereka kemudian mengenal minuman tersebut, dan menyukainya. Lalu mereka pun membawa tradisi meminum cokelat ke masyarakatnya. Waktu itu, cara mengonsumsi minuman cokelat dengan cara memasukkan biji-biji kakao ke dalam sedikit air, kemudian dikocok-kocok hingga berbusa. Rasanya pahit namun lezat.

Sampai kemudian, karena tidak suka repot mengocok-ngocok biji kakao, seseorang bernama Van Houten mencoba memadatkan cokelat tersebut hingga berbentuk batangan, dan sejak itu pula dunia mengenal cokelat dalam kemasan batangan sampai sekarang.

Hmm… ada yang mau menambahkan?

Related

Sejarah 5405833244346496863

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item