Hoi An, Kota Masa Lalu yang Kian Rapuh di Abad Modern
Ilustrasi milik BSM Lampion mulai menyala ketika cahaya sore belum benar-benar hilang. Merah, kuning, biru, ungu, bergoyang di depan rumah-r...
Ilustrasi milik BSM Lampion mulai menyala ketika cahaya sore belum benar-benar hilang. Merah, kuning, biru, ungu, bergoyang di depan rumah-r...
Ilustrasi milik BSM Ulaanbaatar bisa membuat seseorang melihat dua Mongolia dari satu ruas jalan. Di pusat kota, kaca dan baja memantulkan l...
Ilustrasi milik BSM Stone Town mudah sekali dijual kepada imajinasi orang luar. Pintu kayu berukir, gang sempit, masjid, laut di ujung jalan...
Ilustrasi milik BSM Rio de Janeiro punya masalah yang agak menyebalkan bagi siapa pun yang ingin membuatnya sederhana. Kota itu terlalu inda...
Ilustrasi milik BSM Seekor keledai membawa karung melewati gang yang begitu sempit, sampai dua orang harus menempel ke dinding untuk memberi...
Ilustrasi milik BSM London terasa tua dengan cara yang agak tidak masuk akal. Di sekitar Bank Station, orang bisa berjalan melewati Bank of ...
Ilustrasi milik BSM Kapal feri berangkat dari Rådhusbrygga, hanya beberapa langkah dari pusat Oslo. Tidak lama kemudian gedung-gedung di bel...
Ilustrasi milik BSM Batu merah muda Petra membuat manusia tampak kecil. Siq (ngarai) yang sempit membawa pengunjung melewati dinding batu se...
Ilustrasi milik BSM Seorang wisatawan masuk ke souk (pasar) Marrakesh dengan niat yang terdengar sangat tulus: ia ingin melihat kehidupan lo...
Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...