Negara-negara dengan Prostitusi Anak Terbesar di Dunia

 Negara-negara dengan Prostitusi Anak Terbesar di Dunia
Ilustrasi/yonseiuicscribe.com
Prostitusi anak adalah tindakan menawarkan pelayanan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual demi uang atau imbalan lain, dengan seseorang atau kepada siapa pun.

Para aktivis hak-hak anak menghindari penggunaaan istilah pelacur anak (child prostitutes), karena cenderung berkonotasi negatif. Istilah yang digunakan adalah anak-anak yang dilacurkan (prostituted children), yang menyiratkan kesadaran bahwa kehadiran anak-anak dalam pelacuran adalah sebagai korban, karena anak belum dianggap mampu untuk mengambil keputusan memilih pekerja seks sebagai profesi.

Di berbagai negara di dunia, prostitusi anak bisa dibilang hampir selalu ada. Namun, data pasti mengenai hal tersebut sulit diperoleh, mengingat aktivitas prostitusi yang melibatkan anak-anak umumnya dilakukan secara terselubung. Beberapa negara diperkirakan memiliki tingkat prostitusi anak yang rendah, sementara beberapa yang lain memiliki tingkat prostitusi anak yang tinggi.

Meski pemerintah di negara-negara tersebut melarang penggunaan anak-anak dalam bisnis prostitusi, tapi kenyataannya beberapa negara termasuk sebagai tempat prostitusi anak paling besar di dunia. Berikut ini di antaranya.

Srilanka

Kejahatan terhadap anak di Srilanka relatif meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan laporan Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak Sedunia (UNICEF), negara ini tercatat memiliki 40 ribu pekerja seks yang masih di bawah umur, bahkan 6,4 persennya dinyatakan dipaksa melayani seks hingga akhirnya hamil.

Tidak hanya anak-anak perempuan yang dieksploitasi secara seksual di Srilanka, bahkan anak laki-laki pun ikut dilibatkan dalam aktivitas terlarang ini.

Sejak tahun 2011, pemerintah Srilanka telah mengeluarkan peringatan larangan melakukan ekspolitasi terhadap anak-anak. Namun, tampaknya, larangan itu tidak terlalu berhasil. Pertumbuhan prostitusi anak di negara itu makin meningkat, seiring dengan kemajuan wisata di sana.

Thailand

Pada tahun 2004, Thailand tercatat memiliki sekitar 800 ribu pekerja seks komersial di bawah usia 16 tahun. Angka itu merupakan rekor prostitusi anak terbesar yang melibatkan anak kecil sepanjang sejarah. Namun, jumlah ini akhirnya berkurang seiring berjalannya waktu, hingga kini tercatat sekitar 40 ribu.

Meski tampaknya angka prostitusi anak terlihat menurun, namun para pegiat hak-hak anak tidak begitu yakin. Jumlah di lapangan pasti jauh lebih banyak daripada jumlah yang tertulis.

Seperti negara-negara lain, merebaknya pelacuran—termasuk prostitusi anak—di Thailand adalah efek samping dari berkembangnya kemajuan pariwisata. Meski begitu, pemerintah Thailand belum memiliki solusi untuk menyelamatkan mereka.

Brazil

Ada ironisme di Brazil, khususnya menyangkut prostitusi anak-anak. Di negara itu, tercatat ada 500 ribu anak di bawah umur yang menjadi pekerja seks komersial, dan sebagian besar di antaranya karena tuntutan kemiskinan.

Kesulitan ekonomi menjadikan anak-anak itu masuk dalam industri prostitusi secara dini. Ironisnya, pihak yang memasukkan anak-anak itu ke prostitusi adalah orangtuanya sendiri.

Ketika gelaran Piala Dunia sepak bola diadakan di Brazil, jumlah prostitusi anak-anak di negara itu pun meningkat drastis, sebagaimana yang dikhawatirkan banyak pihak. Meski pemerintah Brazil telah berupaya agar anak-anak tidak dilibatkan dalam prostitusi, tapi tampaknya upaya itu tidak bisa terlalu diharapkan.

Amerika Serikat


Sebagai negara maju, Amerika bukan tanpa cacat, termasuk dalam hal prostitusi anak. Di negara itu tercatat ada 600 anak yang dilibatkan dalam prostitusi, umumnya disebar di berbagai negara bagian.

Jumlah itu adalah jumlah yang terdata, sementara banyak pihak meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih banyak. Acara-acara tertentu, semisal pagelaran olahraga, sering menjadikan bisnis prostitusi meningkat, dan melibatkan anak-anak di dalamnya.

Kanada

Nasib anak-anak di Kanada tampaknya sangat mengkhawatirkan, untuk tidak menyebut mengerikan. Pada tahun 2009, misalnya, pemerintah Kanada mendapat 9.000 laporan mengenai eksploitasi seksual pada anak-anak, dan kebanyakan merupakan warga Aborigin (suku Australia asli). Pihak otoritas di sana meyakini, masih ada ribuan kasus serupa namun tidak dilaporkan.

Ketika organisasi-organisasi hak asasi di Kanada melakukan penelitian langsung ke lapangan, untuk mengetahui seberapa banyak yang terlibat dalam perdagangan manusia, hasilnya mencengangkan. Dari penelitian langsung, ada sekitar 16 ribu anak di Kanada yang dilibatkan dalam jaringan prostitusi atau dieksploitasi secara seksual.

Hmm… ada yang mau menambahkan?

Related

Umum 766171039301414217

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

item