Apa yang Disebut Morgenthau Plan?

Ilustrasi/welt.de
Morgenthau Plan adalah rencana yang diusulkan oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat, Henry Morgenthau, Jr., pada akhir Perang Dunia II sebagai upaya untuk mendemiliterisasi dan mendemokratisasi Jerman setelah kekalahan Nazi. Rencana ini dinamai sesuai dengan namanya, dan menjadi perdebatan yang kontroversial dalam pembentukan kembali Eropa pasca perang.

Setelah Perang Dunia II berakhir pada 1945, fokus utama Sekutu adalah bagaimana mengatasi Jerman, yang telah menjadi pusat agresi dan kebrutalan selama perang. 

Salah satu pendekatan yang diusulkan untuk menghindari terulangnya keganasan Nazi adalah dengan menghancurkan industri dan kemampuan militer Jerman secara menyeluruh. Rencana ini disebut Morgenthau Plan, dan pertama kali diusulkan oleh Menteri Keuangan AS, Henry Morgenthau Jr., dalam pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire, pada Juli 1944.

Inti Morgenthau Plan adalah mengubah Jerman menjadi negara agraris yang lemah secara ekonomi, dengan menghapus industri berat dan membatasi kegiatan ekonomi mereka. Selain itu, pasukan militer Jerman akan dibubarkan, dan warga Jerman akan dibiarkan mengurus diri mereka sendiri tanpa terlibat dalam urusan militer.

Alasan di balik rencana ini adalah untuk menghindari kemungkinan kebangkitan kekuatan militer Jerman, dan membentuk dasar yang lebih aman untuk Eropa pasca perang. Morgenthau dan pendukungnya percaya bahwa dengan menghancurkan industri berat dan kapabilitas militer Jerman, negara itu tidak akan lagi menjadi ancaman bagi perdamaian dan stabilitas Eropa.

Namun, Morgenthau Plan tidak mendapat dukungan universal dari Sekutu. Beberapa anggota pemerintahan AS sendiri, termasuk Menteri Luar Negeri Dean Acheson dan Jenderal Dwight D. Eisenhower, menentang rencana ini karena mereka merasa itu terlalu keras dan tidak realistis. Mereka berpendapat bahwa pendekatan yang lebih moderat dan inklusif akan lebih baik untuk membangun kembali Jerman sebagai negara yang stabil dan dapat diandalkan.

Pendapat berbeda juga muncul dari reaksi di Eropa. Beberapa pemimpin Eropa, seperti Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan Kanselir Jerman Ludwig Erhard, menyatakan kekhawatiran mereka bahwa Morgenthau Plan akan menyebabkan kelaparan massal dan penderitaan bagi warga Jerman. 

Mereka berpendapat bahwa lebih baik membantu Jerman memulihkan ekonominya untuk mencegah ketegangan sosial yang lebih besar dan potensi gangguan politik yang merugikan stabilitas Eropa.

Pada akhirnya, Morgenthau Plan tidak diimplementasikan sepenuhnya. Sebagai gantinya, rencana yang lebih moderat untuk mendemiliterisasi dan mendemokratisasi Jerman diimplementasikan. Salah satu upaya utama adalah pelaksanaan Proyek Marshall, yang memberikan bantuan ekonomi besar-besaran untuk membantu negara-negara Eropa, termasuk Jerman, dalam membangun kembali ekonomi mereka setelah perang.

Pada 1947, Morganthau Plan secara resmi ditinggalkan oleh pemerintah AS. Keputusan ini sebagian besar didasarkan pada kenyataan bahwa rencana tersebut tidak praktis dan bisa menyebabkan lebih banyak masalah daripada solusi. Meskipun Morgenthau Plan tidak diimplementasikan sepenuhnya, pengaruhnya dalam pembentukan kembali Jerman dan Eropa pasca perang masih menjadi topik perdebatan dan penelitian sejarah hingga saat ini.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Sejarah 3065078667960934729

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item