Apa Itu Revolusi Oktober?

Ilustrasi/arahjuang.com
Revolusi Oktober, yang terjadi pada Oktober 1917 (atau November menurut kalender Gregorian), adalah peristiwa penting dalam sejarah Rusia yang mengubah arah negara tersebut dan berdampak besar pada dunia. Revolusi ini merupakan fase kedua dari Revolusi Rusia, setelah Revolusi Februari yang lebih awal di tahun yang sama, yang menggulingkan Tsar Nicholas II dan mengakhiri pemerintahan monarki di Rusia. 

Revolusi Oktober dipimpin oleh Bolshevik, partai sosialis yang dipimpin oleh Vladimir Lenin, yang berjuang untuk menciptakan pemerintahan proletariat.

Pada saat itu, Rusia berada dalam keadaan krisis akibat keterlibatan dalam Perang Dunia I, yang menyebabkan kerugian besar di medan perang dan krisis ekonomi yang parah. Ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah sementara yang dibentuk setelah Revolusi Februari semakin meningkat, terutama di kalangan pekerja, petani, dan tentara. Mereka merasa pemerintah sementara tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka dan melanjutkan perang yang tidak populer. Dalam konteks ini, Bolshevik, yang menjanjikan perdamaian, roti, dan tanah, mulai mendapat dukungan yang signifikan dari massa.

Pada malam 24 Oktober 1917, Bolshevik melancarkan serangan terorganisir untuk merebut kekuasaan. Mereka mengambil alih kunci titik strategis di Petrograd (sekarang St. Petersburg), termasuk stasiun kereta api, telekomunikasi, dan markas militer. Serangan ini berlangsung relatif singkat dan berhasil, dengan sedikit perlawanan dari pasukan pemerintah sementara. 

Pada 25 Oktober, mereka berhasil menguasai Istana Musim Dingin, yang jadi simbol kekuasaan pemerintah sementara. Dengan pengambilalihan ini, Bolshevik mengumumkan pembentukan pemerintahan baru yang dikenal sebagai Dewan Komisaris Rakyat.

Revolusi Oktober bukan hanya sekadar pengambilalihan kekuasaan, tetapi juga perubahan sosial yang mendalam. Setelah mengambil alih, Bolshevik segera mulai menerapkan kebijakan yang menguntungkan kaum pekerja dan petani. Mereka mengeluarkan dekrit yang memberikan tanah kepada petani, mengakhiri partisipasi Rusia dalam Perang Dunia I, dan memulai proses nasionalisasi industri. Namun, tindakan ini juga memicu konflik lebih besar, termasuk Perang Saudara Rusia antara Bolshevik (yang dikenal sebagai "Merah") dan kelompok anti-Bolshevik (yang dikenal sebagai "Putih").

Akibat dari Revolusi Oktober sangat luas, tidak hanya mengubah Rusia menjadi negara komunis pertama, tetapi juga mempengaruhi gerakan sosialisme di seluruh dunia. Revolusi ini menjadi inspirasi bagi banyak gerakan revolusioner di negara lain dan menandai awal dari era baru dalam politik global. 

Namun, perjalanan Bolshevik untuk mempertahankan kekuasaan tidak mudah, dan mereka harus menghadapi tantangan internal dan eksternal yang besar dalam beberapa tahun berikutnya. 

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Sejarah 3540178978649897438

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item