Siapa Porfirio Díaz?

Ilustrasi/genially.com
Porfirio Díaz adalah jenderal dan politikus Meksiko yang menjabat sebagai presiden Meksiko dalam dua periode, yaitu dari 1876 hingga 1880 dan dari 1884 hingga 1911. 

Lahir pada 15 September 1830, di Oaxaca, Díaz berasal dari keluarga campuran Spanyol dan pribumi. Sejak muda, ia menunjukkan minat dalam militer dan politik. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bergabung dengan angkatan bersenjata melawan invasi Prancis dan mendukung pemerintahan liberal Benito Juárez.

Díaz mulai dikenal sebagai pemimpin militer yang tangguh selama Perang Reformasi dan Perang Prancis-Meksiko. Setelah mengalahkan pasukan Prancis dan mengusir Kaisar Maximilian, ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam politik Meksiko. 

Pada tahun 1876, ia melakukan kudeta yang berhasil menggulingkan presiden yang sah, Sebastián Lerdo de Tejada, dan mulai membangun rezim otoriter yang akan dikenal sebagai "Porfiriato". Dalam masa pemerintahannya, Díaz berusaha memodernisasi Meksiko melalui pembangunan infrastruktur, industrialisasi, dan investasi asing.

Salah satu ciri khas pemerintahan Díaz adalah stabilitas politik, yang dicapai melalui penegakan hukum ketat dan penindasan terhadap oposisi. Meskipun ia berhasil menarik investasi asing dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, kebijakan ini sering kali mengabaikan kebutuhan rakyat Meksiko, terutama petani dan kelas pekerja. Kebijakan agraria yang pro-pemilik tanah menyebabkan banyak petani kehilangan tanah mereka, dan ketidakpuasan sosial mulai berkembang di kalangan rakyat.

Selain itu, pemerintahan Díaz juga ditandai korupsi yang merajalela. Banyak pejabat pemerintah terlibat dalam praktik korupsi, dan kekuasaan politik sering kali dikuasai oleh segelintir orang kaya. Masyarakat yang terpinggirkan mulai merasa frustrasi dengan ketidakadilan sosial dan ekonomi yang semakin meningkat. Dalam konteks ini, gerakan oposisi mulai muncul, termasuk tokoh-tokoh seperti Francisco I. Madero, yang menyerukan pemilihan umum yang bebas dan adil.

Pada 1910, ketidakpuasan terhadap pemerintahan Díaz mencapai puncaknya, dan Madero memimpin gerakan revolusioner yang menuntut reformasi. Meskipun Díaz awalnya mencoba meredakan ketegangan dengan mengizinkan pemilihan umum, tindakan ini tidak cukup untuk menghentikan gelombang protes. Pada Mei 1911, Díaz terpaksa mengundurkan diri dan melarikan diri ke pengasingan, menandai akhir rezimnya yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

Setelah pengunduran dirinya, Díaz tinggal di Prancis hingga akhir hayatnya. Meskipun diakui sebagai pemimpin yang berhasil dalam hal modernisasi dan pembangunan infrastruktur, warisannya sangat kontroversial. Banyak orang menganggapnya sebagai simbol penindasan dan ketidakadilan sosial, sementara yang lain melihatnya sebagai pelopor dalam proses industrialisasi Meksiko.

Kematian Díaz pada 2 Juli 1915 di Prancis menandai berakhirnya era Porfirio Díaz, tetapi dampak dari pemerintahannya masih terasa dalam sejarah Meksiko. Revolusi Meksiko yang dimulai pada 1910 adalah respons langsung terhadap kebijakan dan praktik pemerintahan Díaz, dan konflik yang dihasilkan selama periode itu membentuk arah politik dan sosial Meksiko di masa depan. 

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Tokoh 890056860566241204

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item