Apa Barang yang Dijual di Toko-toko Pertama di Dunia?
https://www.belajarsampaimati.com/2026/04/apa-barang-yang-dijual-di-toko-toko.html
![]() |
| Ilustrasi/grid.id |
Toko-toko pertama di dunia mulai muncul di Mesopotamia, sekitar 3000–2000 SM, di Mesir Kuno (sekitar 2000–1500 SM), di Yunani Kuno (sekitar 600 SM), dan di Roma Kuno (sekitar 2 SM – 1 M). Lalu barang-barang apa yang dijual di toko-toko pertama tersebut?
Di Mesopotamia, barang-barang yang dijual adalah makanan pokok, meliputi gandum, jelai, kurma, dan minyak zaitun. Bir dan kadang minuman anggur juga ada. Lalu kerajinan dan peralatan semisal tembikar, alat tembaga, dan peralatan rumah tangga. Lalu tekstil, kain wol atau linen, dan pakaian sederhana. Ada pula barang-barang yang didapatkan dari perdagangan jarak jauh, seperti garam, logam, dan batu berharga dari daerah lain.
Tablet tanah liat, dalam penemuan arkeologi, mencatat harga tetap untuk beberapa barang yang duperdagangkan di toko-toko pertama Mesopotamia, sehingga transaksi lebih sistematis.
Catatan terkait: Apa Toko Pertama di Dunia?
Di Mesir kuno, toko-toko kuno di sana menjual makanan dan minuman, meliputi roti, bir, minyak zaitun, dan sayuran lokal. Ada pula perhiasan dan kosmetik, seperti minyak wangi, kohl (kosmetik mata tradisional berbentuk bubuk hitam halus atau pasta yang digunakan sebagai eyeliner atau untuk menggelapkan tepi kelopak mata), dan perhiasan emas atau perunggu. Ada pula berbagai kerajinan tangan seperti alat pertanian, tembikar, dan tekstil.
Yang menarik, toko-toko pertama di Mesir kuno juga menjual sesaji atau bahan untuk ritual keagamaan yang biasanya dijual di sekitar kuil. Selain di sekitar kuil, banyak pula toko di masa itu yang berdiri di pelabuhan karena lalu lintas orang dan barang yang tinggi.
Di Yunani Kuno, barang-barang yang dijual di toko-toko pada zaman kuno adalah bahan makanan, meliputi buah-buahan, minyak zaitun, keju, ikan asin, juga anggur. Ada pula peralatan rumah tangga dan kerajinan, seperti keramik, alat dapur, dan perabot sederhana. Kain wol dan pakaian juga tersedia. Di agora (alun-alun perdagangan), para pedagang menempati sudut-sudut tetap, sehingga pembeli tahu di mana mencari barang tertentu, semacam pasar tradisional di zaman kita.
Catatan terkait: Mengapa Mesopotamia Dianggap Tempat Lahirnya Peradaban?
Kemudian, di Roma Kuno, barang-barang yang dijual di toko-toko pertama juga tidak jauh beda, yaitu makanan dan minuman; roti, keju, minyak zaitun, anggur, ikan, dan garam. Ada pula hasil kerajinan dan peralatan, seperti peralatan logam, tembikar, dan barang rumah tangga. Ada pula pakaian, kain wol, dan sandal. Roma Kuno juga mengimpor barang-barang dagangan dari tempat lain, seperti rempah-rempah impor, perhiasan, dan kadang barang hiburan seperti boneka atau miniatur.
Pasar yang disebut tabernae di Roma biasanya terletak di tepi jalan utama, dan sebagian dijalankan oleh pemilik yang sekaligus menempati rumah di atasnya—semacam ruko di zaman kita.
Jika dicermati, toko-toko pertama di dunia tidak menjual barang mewah untuk gaya hidup, tetapi kebutuhan pokok sehari-hari, bahan makanan, kerajinan, dan peralatan rumah tangga. Seiring waktu, konsep toko berkembang dari kebutuhan dasar itu, hingga menjadi tempat barang mewah dan hiburan seperti yang kita kenal sekarang.
Hmm... ada yang mau menambahkan?


