Apa yang Disebut Berlian Konflik?

Ilustrasi/growbrilliance.com
Berlian konflik, yang dalam bahasa Inggris disebut conflict diamonds atau sering juga disebut blood diamonds, adalah berlian yang ditambang di wilayah perang dan dijual untuk membiayai konflik bersenjata, pemberontakan, atau kelompok milisi. Uang dari penjualan berlian tersebut biasanya digunakan untuk membeli senjata, membayar tentara, atau mempertahankan perang terhadap pemerintah yang sah.

Istilah ini populer pada 1990-an ketika beberapa konflik brutal di Afrika terungkap dibiayai oleh perdagangan berlian.

Istilah berlian konflik mulai dikenal luas ketika organisasi hak asasi manusia menemukan bahwa beberapa perang saudara di Afrika dibiayai oleh perdagangan berlian ilegal. Berlian ditambang di daerah yang dikuasai kelompok pemberontak, lalu diselundupkan ke pasar internasional.

Beberapa konflik yang paling terkenal terkait berlian konflik terjadi di Sierra Leone, Angola, Liberia, dan Republik Democratik Kongo.

Dalam beberapa kasus, masyarakat lokal dipaksa bekerja di tambang berlian oleh milisi bersenjata. Kekerasan, mutilasi, pembunuhan, dan perbudakan sering dilaporkan terjadi di daerah tambang tersebut.

Salah satu contoh terkenal adalah perang saudara di Sierra Leone (1991–2002). Kelompok pemberontak RUF membiayai perang melalui perdagangan berlian dari wilayah yang mereka kuasai.

Mengapa berlian bisa membiayai perang? Ada beberapa alasan mengapa berlian menjadi sumber dana yang ideal bagi kelompok bersenjata.

Pertama, nilainya sangat tinggi. Berlian kecil bisa bernilai ribuan hingga jutaan dolar. Kedua, mudah diselundupkan. Ukurannya kecil sehingga mudah dibawa melintasi perbatasan. Ketiga, sulit dilacak asalnya. Setelah berlian dipotong dan dipoles, hampir tidak mungkin mengetahui dari tambang mana batu tersebut berasal. Karena alasan itu, berlian menjadi komoditas yang sangat cocok untuk perdagangan gelap.

Setelah berbagai laporan tentang kekejaman di tambang berlian muncul, komunitas internasional mencoba menghentikan perdagangan tersebut.

Pada tahun 2003 dibentuk Kimberley Process Certification Scheme. Sistem ini mengharuskan setiap berlian mentah yang diperdagangkan secara internasional memiliki sertifikat resmi yang menyatakan bahwa berlian tersebut tidak berasal dari wilayah konflik.

Negara-negara yang ikut dalam sistem ini harus mengontrol ekspor dan impor berlian mentah, memastikan berlian memiliki sertifikat asal, dan melarang perdagangan berlian tanpa dokumen resmi. Saat ini lebih dari 80 negara ikut dalam sistem tersebut.

Namun, beberapa organisasi hak asasi manusia menilai sistem itu tidak sepenuhnya efektif, karena penyelundupan masih terjadi, dan definisi “berlian konflik” dalam sistem tersebut cukup sempit.

Sejak awal 2000-an, perdagangan berlian konflik menurun drastis dibandingkan masa puncaknya pada 1990-an. Beberapa perkiraan menyebut bahwa  pada akhir 1990-an sekitar 15% berlian dunia berasal dari konflik, sekarang diperkirakan kurang dari 1%.

Namun, isu etika dalam industri berlian masih sering diperdebatkan, termasuk soal eksploitasi pekerja tambang, kerusakan lingkungan, dan perdagangan ilegal.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Umum 2167061960207803771

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item