Gianni Versace Tewas Ditembak, Dunia Mode Internasional Terguncang

Ilustrasi/tempo.co
Bau garam dari Laut Biscayne bercampur dengan aspal panas Miami Beach yang masih menyimpan sisa siang. Di South Beach, lampu-lampu mulai menyala satu per satu, memantul di kaca mobil dan jendela toko yang baru tutup. Orang-orang yang berjalan di sekitar Casa Casuarina biasanya menoleh sebentar, cukup untuk melihat pagar besi, kolom batu, dan bangunan yang lebih mirip fantasi Mediterania ketimbang rumah di Florida. Tidak semua orang tahu siapa yang tinggal di dalamnya, tapi nama itu sudah lama beredar di dunia mode: Gianni Versace.

Pagi itu, sekitar jam delapan kurang sedikit, Versace keluar seperti rutinitas yang sudah dihafal tubuh. Jalan kaki dari rumahnya ke News Cafe di Ocean Drive, jaraknya tidak jauh, mungkin hanya beberapa ratus meter. Koran di tangan, langkah yang tidak terburu-buru, sandal yang menyentuh trotoar. Miami belum benar-benar penuh orang. Ada suara mesin pendingin udara dari bangunan-bangunan Art Deco, ada turis yang masih setengah mengantuk, ada pantulan laut yang belum stabil oleh keramaian.

Di tangga Casa Casuarina, suara tembakan terdengar dua kali. Andrew Cunanan berdiri cukup dekat. Dua peluru. Satu mengenai kepala, satu di leher bagian belakang. 

Tubuh Versace jatuh di dekat gerbang besi yang sebelumnya justru menjadi simbol estetika, bukan ancaman. Darahnya mengalir di batu putih, bercampur debu halus yang sudah lama menempel di anak tangga itu. Orang-orang di sekitar awalnya tidak langsung paham apa yang terjadi; suara keras di kota seperti Miami tidak selalu berarti sesuatu yang spesifik. Tapi tubuh yang tidak bangkit lagi mengubah cara orang melihat pagi itu.

Andrew Cunanan sudah berada dalam pelarian selama berbulan-bulan sebelum sampai di Miami. Nama itu sebelumnya muncul di berita-berita kriminal di beberapa negara bagian Amerika Serikat, terkait serangkaian pembunuhan yang tidak selalu punya pola yang mudah dibaca. Minneapolis, Chicago, San Diego, semuanya seperti titik-titik yang tidak segera membentuk garis yang jelas pada awalnya. FBI memasukkannya dalam daftar buronan. 

Di Miami, Cunanan hidup dengan identitas yang lebih tipis dari kertas, menunggu sesuatu yang tidak pernah benar-benar dijelaskan bahkan oleh catatan kepolisian setelahnya. 

Di dalam rumah Casa Casuarina, setelah tembakan itu, suasana berubah jadi sesuatu yang tidak bisa lagi disebut pagi. Polisi datang, garis kuning dipasang, wartawan mulai berkumpul di Ocean Drive seperti magnet yang baru saja menemukan kutubnya. Kamera, mikrofon, suara panggilan radio. Versace sudah dibawa ke rumah sakit, Jackson Memorial Hospital, tetapi tidak ada banyak ruang untuk harapan di perjalanan singkat itu. Kematian diumumkan tidak lama setelahnya. 

Gianni Versace pada saat itu bukan sekadar perancang busana. Ia sudah menjadi bagian dari struktur budaya populer global. Milan, Paris, New York, nama-nama kota itu melekat pada rumah mode yang ia bangun bersama saudara perempuannya, Donatella Versace, dan saudara laki-lakinya, Santo Versace. 

Gaun-gaun dengan motif Medusa, warna emas, garis-garis yang tidak takut berlebihan, semuanya sudah menempel di tubuh selebritas, panggung konser, sampul majalah. Versace menjahit sesuatu yang pada akhirnya lebih besar dari kain: citra tentang kemewahan yang tidak minta maaf.

Namun pagi di Miami itu tidak memberi ruang untuk citra. Yang tersisa hanya tubuh yang jatuh di tangga rumahnya sendiri. Ada detail kecil yang sering disebut ulang oleh saksi: koran di tangan, halaman yang tidak sempat selesai dibaca, posisi tubuh yang menghadap sedikit ke samping, seolah masih ada kemungkinan untuk bangun jika dunia bekerja sedikit berbeda.

Jacques-Louis David tidak melukis itu. Tidak ada kanvas besar, tidak ada komposisi klasik seperti kematian tokoh revolusi Prancis. Tapi media segera mengisi kekosongan itu dengan gambar-gambar. Foto tangga Casa Casuarina, garis polisi, wajah Donatella Versace yang muncul beberapa jam kemudian di Milan, ekspresi yang tidak mudah dibaca di bawah sorotan lampu. Dunia mode kehilangan salah satu pusat gravitasinya dalam satu pagi yang tidak memberi peringatan.

Andrew Cunanan menghilang lagi setelah itu, beberapa hari kemudian ditemukan tewas di sebuah rumah perahu di Miami Beach, luka tembak yang diduga dilakukan sendiri. Tidak ada pengadilan, tidak ada penjelasan yang lengkap yang bisa memuaskan rasa ingin tahu publik. Yang tertinggal justru ketidakseimbangan antara besarnya nama Versace dan cara kematian itu terjadi begitu cepat, begitu dekat dengan rutinitas kecil: jalan pagi, koran, kopi yang mungkin sudah menunggu di News Cafe.

Miami setelah itu tidak kembali ke keadaan sebelumnya. Ocean Drive tetap ramai, turis tetap datang, neon tetap menyala di malam hari, tapi ada lapisan baru pada kota itu. Orang-orang yang lewat di depan Casa Casuarina sering melambat tanpa alasan yang jelas. Pagar itu tidak berubah, batu-batunya masih sama, tetapi ruang di sekitar tangga terasa seperti menyimpan sesuatu yang tidak selesai.

Di Milan, koleksi-koleksi Versace berikutnya mulai bergerak dengan nada yang berbeda. Donatella mengambil alih arah kreatif, mencoba menjaga bahasa visual yang sudah dibangun kakaknya, tetapi setiap gaun yang keluar dari rumah mode itu membawa sedikit beban tambahan yang tidak tertulis di label. Dunia mode sendiri tidak berhenti, tidak pernah benar-benar berhenti, tetapi ada jeda kecil yang tidak diakui di dalamnya.

Tangga Casa Casuarina masih ada sampai sekarang, menjadi bagian dari hotel mewah yang berubah nama menjadi The Villa Casa Casuarina. Orang-orang duduk di dekatnya, minum, berfoto, kadang tidak menyadari bahwa tempat mereka meletakkan kaki pernah menjadi titik akhir seseorang yang namanya melekat pada sejarah estetika global. Beberapa mungkin tahu, beberapa tidak peduli, sebagian lain hanya menganggapnya sebagai cerita lama yang sudah dilapisi banyak lapisan media.

Di satu pagi di Miami itu, suara dua tembakan mengubah ritme yang tidak terlihat di dunia mode. Tidak ada ledakan besar, tidak ada perang, tidak ada kehancuran kota. Hanya tangga, koran, langkah yang tidak sampai ke tujuan berikutnya.

Related

Tokoh 4083289750454029540

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item