Kapan Jonas Salk Menemukan Vaksin Polio?

Kapan Jonas Salk Menemukan Vaksin Polio? Belajar Sampai Mati, belajarsampaimati.com, hoeda manis
Ilustrasi/istimewa
Dr. Jonas E. Salk dari Amerika berhasil mengolah serum antipolio pada 12 April 1955. Satu tahun kemudian, untuk pertama kalinya, ia melakukan vaksinasi anak-anak di Pitsburg, Pasadena, AS. Tiga tahun setelah itu, pada tahun 1956, vaksin polio oral ditemukan oleh Albert Sabin, seorang pakar virus Amerika kelahiran Rusia.

Dilahirkan di New York City, pada 28 Oktober 1914, Jonas Salk adalah seorang peneliti medis dan virolog Amerika Serikat. Ia dikenal dunia berkat penemuan dan pengembangan vaksin polio pertama yang aman dan efektif.

Hingga 1955, sebelum vaksin Salk diperkenalkan, polio dipandang sebagai masalah kesehatan masyarakat yang paling menakutkan di Amerika Serikat pasca perang. Wabah tahunan terus-menerus memburuk, dan korbannya adalah anak-anak.

Sepanjang tahun 1952, polio menjadi penyakit yang cukup banyak membunuh dibandingkan penyakit menular lainnya, dengan lebih dari 300.000 kasus dan 58.000 kematian, sebagian besar anak-anak.

Penemuan vaksin polio itu dimulai ketika tahun 1947 Salk menerima tawaran kerja dari Sekolah Medis Universitas Pittsburgh. Sambil bekerja di sana bersama National Foundation for Infantile Paralysis (yang sekarang menjadi March of Dimes), Salk melihat peluang untuk mengembangkan vaksin yang dapat melawan polio, dan memastikan dirinya untuk melakukan pekerjaan itu delapan tahun kemudian.

Ketika akhirnya Jonas Salk mengerjakan pembuatan vaksin tersebut, ia melibatkan 20.000 dokter dan petugas kesehatan masyarakat, 64.000 pegawai sekolah, dan 220.000 sukarelawan. Ketika akhirnya vaksin itu berhasil ditemukan, Salk beserta masyarakat dunia pun bersuka cita.

Untuk menunjukkan cinta kasihnya kepada masyarakat dunia, Salk menolak untuk mematenkan vaksin tersebut demi keuntungan pribadinya. Ia berharap vaksin itu dapat diperbanyak secepat, seluas, dan sebanyak mungkin, dan proses pematenan hanya akan menunda percepatan tersebut.

Kontribusi Salk di bidang kedokteran tidak hanya sebatas penemuan vaksin polio. Pada tahun 1963, Salk mendirikan Jonas Salk Institute for Biological Studies, yang menjadi pusat penelitian di bidang medis.

Ia juga menulis sejumlah buku, di antaranya “Man Unfolding” (1972), “The Survival of the Wisest” (1973), dan “Anatomy of Reality” (1983). Di hari-hari terakhir hidupnya, Salk juga aktif meneliti upaya pembuatan vaksin penyakit AIDS.

Jonas Salk meninggal dunia di La Jolla, 23 Juni 1995, dalam usia 80 tahun.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Tokoh 6462876653691835443

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item