Siapakah Alexis Carrel?

Siapakah Alexis Carrel? Belajar Sampai Mati, belajarsampaimati.com, hoeda manis
Ilustrasi/walmart.com
Alexis Carrel adalah dokter bedah inovatif, yang hasil penelitiannya atas transplantasi dan perbaikan organ tubuh menimbulkan banyak perkembangan di bidang pembedahan dan seni biakan jaringan. Ia lahir di Sainte-Foy-les-Lyon, daerah pinggiran kota Lyon, Prancis, pada 28 Juni 1873, dan dikenal sebagai pemikir yang orisinal dan kreatif, Carrel juga merupakan orang pertama yang mengembangkan teknik penjahitan pembuluh darah.

Pada tahun 1891, setelah menerima dua gelar sarjana muda—dalam sains dan kesusastraan—Carrel memulai pendidikan kedokterannya di Universitas Lyon. Selama 9 tahun berikutnya, Carrel menerima pengetahuan akademis dan pengalaman praktik dengan bekerja di rumah sakit setempat.

Selain itu, Carrel juga belajar dengan Leo Testut, ahli anatomi terkenal. Selama magang di laboratorium Testut, Carrel menunjukkan bakat besar dalam pemotongan dan pembedahan.

Pada tahun 1894, terjadi insiden pembunuhan atas Jean Casimir-Perier, presiden Prancis waktu itu. Casimir-Perier mati karena kehabisan darah akibat luka-lukanya yang parah. Carrel tahu bahwa kalau saja waktu itu para dokter telah menemukan cara menjahit pembuluh nadi yang rusak, maka hidup sang presiden mungkin dapat tertolong.

Peristiwa itulah yang kemudian menarik perhatian Carrel dan mendorongnya untuk mencoba dan menemukan cara menjahit punggung pembuluh darah yang terputus bersama.

Mulanya, Carrel berlatih cara menjahit dengan menggunakan jarum kecil dan benang sutra terbaik, dan mempraktikkannya di kertas hingga ia merasa puas dengan hasilnya. Kemudian, ia mengembangkan upaya untuk mengurangi risiko infeksi dan mengatur aliran darah melalui pembuluh yang diperbaiki.

Akhirnya, setelah melakukan penelitian dan percobaan yang hati-hati pada bahan dan praktik yang lama dengan bermacam teknik, Carrel menemukan cara menjahit pembuluh darah. Ia menuliskan deskripsi penelitiannya itu pertama kali di harian medis Prancis pada 1902.

Dua tahun setelah itu, pada 1904, Carrel meninggalkan Prancis dan datang ke Montreal, Kanada. Di sana ia mendapatkan jabatan sebagai asisten dalam fisiologi dari Laboratorium Fisiologi Hull di Universitas Chicago, dan ia tinggal di sana hingga 1906. Perguruan tinggi itu juga menyediakan kesempatan untuknya melanjutkan percobaan yang telah dimulainya di Perancis.

Segera setelah menguasai kemampuan menjahit pembuluh darah, Carrel mengembangkan penelitiannya pada transfusi darah dan transplantasi organ. Percobaannya mencangkokkan ginjal pada anjing berlangsung sukses, dan hasil kerjanya pun segera menarik perhatian banyak pihak—tidak hanya pada ilmuwan medis, tetapi juga masyarakat umum. Karyanya diulas di berbagai surat kabar terkenal, dan dunia pun mulai mengenal transplantasi organ manusia.

Memasuki tahun 1906, Carrel mendapat tawaran dari Institut Rockefeller di New York City, untuk bekerja di laboratorium mereka. Carrel menyambut tawaran itu, dan selama 33 tahun kemudian ia menjadi anggota Institut Rockefeller untuk Riset Medis.

Pada tahun 1912, untuk karyanya dalam penjahitan pembuluh darah dan transplantasi organ, Dr. Alexis Carrel mendapatkan Nobel Fisiologi atau Kedokteran. Dia meninggal dunia pada 5 November 1944 dalam usia 71 tahun.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Tokoh 8626313893382658849

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item