Apa yang Disebut Keruntuhan Wall Street?

Apa yang Disebut Keruntuhan Wall Street?
Ilustrasi/okezone.com
Keruntuhan Wall Street adalah sebutan untuk peristiwa hancurnya pasar saham Wall Street di New York, Amerika, pada 1929.

Pada akhir dekade 1920-an, harga saham di Pasar Saham New York naik dengan cepat. Kenaikan harga saham itu memicu banyak orang untuk membelinya, dengan harapan menjualnya lagi ketika harganya telah naik sangat tinggi, sehingga dapat memperoleh laba besar. Kenyataannya, harga-harga saham itu memang terus naik, hingga makin banyak yang membeli.

Sampai kemudian, memasuki tahun 1929, harga-harga saham yang semula naik itu mulai turun. Semula, masyarakat masih mencoba menunggu, siapa tahu harganya akan kembali naik. Tapi harapan itu tidak terjadi. Alih-alih kembali naik, harga-harga saham terus turun, bahkan jatuh.

Pada Oktober 1929, masyarakat mulai bergegas menjual saham-sahamnya, tapi telah terlambat, karena kini harganya sudah terlalu jatuh.

Peristiwa itulah yang lalu dikenal sebagai Keruntuhan Wall Street. Usai peristiwa itu, ribuan orang kehilangan seluruh uangnya, banyak bisnis bangkrut, sementara bank-bank ditutup, dan pengangguran meningkat tinggi.

Selama masa-masa itu, banyak orang yang terpaksa mengandalkan sumbangan dan bantuan pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari, akibat tidak ada lagi uang yang dimiliki. Masa-masa itu dikenal dengan nama Depresi atau Depresi Besar.

Pada 1932, ketika Franklin D. Roosevelt diangkat menjadi presiden baru Amerika Serikat, ia meluncurkan program yang disebut New Deal atau Persetujuann Baru, yang ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja, dan melindungi tabungan masyarakat dengan mengawasi bank secara ketat.

Hmm… ada yang mau menambahkan?


Related

Umum 4487761289086926119

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item