Apa yang Disebut Negara Dunia Ketiga?

Ilustrasi/programipos.co.id
Negara dunia ketiga (third world countries) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan negara-negara yang belum berkembang secara ekonomi dan sosial, dibandingkan negara-negara maju atau negara-negara dunia pertama (first world countries) dan negara-negara berkembang (second world countries).

Istilah negara dunia ketiga pertama kali digunakan pada saat Perang Dingin, ketika dunia terbagi menjadi tiga kubu, yaitu Blok Barat (First World), Blok Timur (Second World), dan Negara-negara Dunia Ketiga.

Negara-negara dunia ketiga sebagian besar terletak di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Negara-negara ini umumnya memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi, akses terbatas terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, infrastruktur yang lemah, tingkat korupsi yang tinggi, dan kekurangan modal dan teknologi yang diperlukan untuk memajukan ekonomi mereka. 

Negara-negara dunia ketiga juga sering mengalami masalah lingkungan yang serius, karena mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memerangi polusi dan perubahan iklim.

Contoh negara-negara dunia ketiga adalah Angola, Bangladesh, Kongo, Ethiopia, Ghana, Haiti, Kenya, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Papua Nugini, Rwanda, Sudan, Tanzania, Uganda, dan Zambia. 

Meskipun negara-negara dunia ketiga memiliki kondisi yang sulit, banyak dari mereka telah membuat kemajuan signifikan dalam mengatasi masalah mereka. Beberapa negara, seperti India dan Brasil, telah menjadi kekuatan ekonomi dunia yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Namun, ada juga negara-negara dunia ketiga yang masih memerlukan bantuan dan dukungan untuk memajukan kondisi mereka. Organisasi-organisasi seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Pembangunan Internasional (IDA), telah bekerja sama dengan negara-negara dunia ketiga untuk memberikan bantuan dan dukungan finansial dalam upaya meningkatkan ekonomi mereka. 

Selain itu, ada juga berbagai organisasi non-pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat yang bekerja untuk meningkatkan kondisi di negara-negara dunia ketiga, seperti Save the Children, CARE, dan Oxfam.

Pemerintah negara-negara dunia ketiga juga telah melakukan berbagai upaya untuk memajukan kondisi ekonomi dan sosial mereka. Beberapa upaya tersebut meliputi:

Reformasi ekonomi: Pemerintah melakukan reformasi ekonomi untuk memperbaiki iklim bisnis dan investasi di negara mereka, seperti memangkas birokrasi, mempromosikan perdagangan bebas, dan memberikan insentif bagi investor.

Pengembangan infrastruktur: Pemerintah mengalokasikan dana untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk memajukan ekonomi mereka, seperti jalan raya, bandara, dan pelabuhan.

Peningkatan akses terhadap layanan dasar: Pemerintah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, dengan meningkatkan anggaran untuk sektor-sektor ini.

Program pengentasan kemiskinan: Pemerintah menetapkan program pengentasan kemiskinan yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, permasalahan yang dihadapi negara-negara dunia ketiga masih sangat kompleks dan multifaset. Beberapa tantangan yang dihadapi oleh negara-negara dunia ketiga meliputi:

Ketidakstabilan politik: Beberapa negara dunia ketiga mengalami ketidakstabilan politik yang serius, seperti konflik bersenjata, korupsi, dan kekerasan politik.

Kurangnya pengembangan ekonomi: Negara-negara dunia ketiga masih mengalami kesulitan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakatnya.

Kesenjangan sosial: Negara-negara dunia ketiga masih menghadapi kesenjangan sosial yang signifikan, seperti kesenjangan antara kaya dan miskin, serta kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan.

Masalah lingkungan: Negara-negara dunia ketiga sering mengalami masalah lingkungan yang serius, seperti polusi dan perubahan iklim, karena mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memerangi masalah ini.

Dalam hal ini, negara-negara maju perlu berperan aktif dalam memberikan bantuan dan dukungan untuk negara-negara dunia ketiga. Negara-negara maju memiliki sumber daya yang lebih besar, dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kondisi di negara-negara dunia ketiga.

Namun, penting juga untuk diingat bahwa negara-negara dunia ketiga tidak dapat bergantung sepenuhnya pada bantuan dari masyarakat global atau negara-negara maju. Negara-negara ini juga harus berkomitmen untuk melakukan reformasi internal, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi negaranya.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Umum 7634970425142000235

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item