Siapa Sun Yat-sen?

Ilustrasi/thinkchina.sg
Sun Yat-sen, yang lahir pada 12 November 1866 di Guangdong, Tiongkok, adalah dokter, pemimpin politik, dan revolusioner yang dikenal sebagai "Bapak Tiongkok Modern". Ia memainkan peran penting dalam menggulingkan Dinasti Qing dan mendirikan Republik Tiongkok pada 1912. Latar belakangnya yang beragam, termasuk pendidikan di Hawaii dan Hong Kong, membentuk pandangannya yang progresif tentang reformasi politik dan sosial di Tiongkok.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Sun Yat-sen terpapar ide-ide Barat, termasuk demokrasi dan nasionalisme. Ia mulai aktif dalam politik pada akhir abad ke-19, ketika menyadari perlunya perubahan di Tiongkok untuk menghadapi tantangan dari kekuatan asing dan ketidakadilan yang dialami rakyat. Pada tahun 1894, ia mendirikan Liga Pemuda Tiongkok, yang bertujuan mempromosikan reformasi dan menggulingkan Dinasti Qing. Sun percaya bahwa Tiongkok harus bertransformasi menjadi negara modern yang merdeka dan berdaulat.

Sun Yat-sen menghabiskan banyak waktu di luar negeri, mengorganisir gerakan revolusioner dan menggalang dukungan untuk perjuangannya. Ia melakukan perjalanan ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang, untuk mencari dukungan bagi revolusi. 

Meskipun menghadapi banyak tantangan, termasuk penangkapan dan pengasingan, Sun tetap berkomitmen mencapai tujuan politiknya. Ia mengembangkan ideologi yang dikenal sebagai "Tiga Prinsip Rakyat", yaitu nasionalisme, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat, yang jadi landasan bagi gerakan revolusioner di Tiongkok.

Pada 1911, Revolusi Xinhai meletus, yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap pemerintahan Qing. Sun Yat-sen, meskipun berada di luar negeri pada saat itu, diakui sebagai pemimpin gerakan tersebut. Revolusi ini berhasil menggulingkan Dinasti Qing dan mengakhiri lebih dari dua ribu tahun pemerintahan kekaisaran di Tiongkok. Setelah keberhasilan revolusi, Sun diangkat sebagai presiden sementara Republik Tiongkok, tetapi ia segera menyerahkan kekuasaan kepada Yuan Shikai, seorang jenderal yang kuat, untuk menjaga stabilitas.

Meskipun Sun Yat-sen tidak memegang kekuasaan secara langsung, ia terus berjuang untuk reformasi dan persatuan di Tiongkok. Ia mendirikan Kuomintang (Partai Nasionalis Tiongkok) pada 1912, yang menjadi kekuatan politik utama dalam perjuangan. Sun berusaha menyatukan Tiongkok dan membangun pemerintahan yang demokratis, tetapi ia menghadapi banyak tantangan, termasuk persaingan dengan partai-partai politik lain dan konflik internal.

Kesehatan Sun mulai menurun pada akhir 1920-an, dan ia meninggal pada 12 Maret 1925, di Beijing. Meskipun hidupnya penuh tantangan dan ketidakpastian, ia dihormati sebagai pahlawan nasional di Tiongkok dan dianggap perintis dalam perjuangan untuk modernisasi dan demokrasi. Prinsip-prinsip yang dikemukakannya terus menjadi bagian penting dari ideologi politik di Tiongkok, dan namanya diabadikan dalam berbagai monumen dan institusi.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Tokoh 7659792383853543804

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item