Apa yang Disebut Ingatan Fotografis?
https://www.belajarsampaimati.com/2026/02/apa-yang-disebut-ingatan-fotografis.html
![]() |
| Ilustrasi/tempo.co |
Ingatan fotografis, yang juga dikenal sebagai memori eidetik, mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengingat dan merekam informasi visual secara akurat dan rinci dalam waktu singkat, seolah-olah mereka sedang melihat gambar yang terpampang di depan mata mereka. Ini adalah jenis memori yang hanya dimiliki oleh sebagian kecil populasi.
Orang dengan ingatan fotografis memiliki kemampuan luar biasa untuk mengingat detail visual dengan ketepatan dan kejelasan yang tinggi. Mereka dapat mengingat dengan sempurna warna, bentuk, tekstur, dan lokasi objek dalam gambar yang mereka lihat. Dalam kasus-kasus ekstrem, individu dengan ingatan fotografis bahkan dapat mengingat secara rinci halaman buku yang mereka baca atau peta yang mereka lihat hanya dalam sekali melihat.
Ketepatan dan ketelitian ingatan fotografis adalah hal mengesankan. Mereka bisa mengingat dengan akurat nomor telepon yang dilihat hanya sekali, membaca dan mengingat naskah dengan sangat cepat, atau mengulangi urutan peristiwa dengan sempurna setelah melihatnya dalam waktu singkat. Namun, ingatan fotografis umumnya terbatas pada aspek visual, dan tidak mencakup kemampuan untuk mengingat informasi verbal atau auditif dengan cara yang sama.
Kemampuan ini sering kali diasosiasikan dengan masa kanak-kanak, dan banyak anak kecil dilaporkan memiliki ingatan fotografis yang kuat. Namun, seiring bertambahnya usia, kebanyakan orang kehilangan kemampuan ini secara bertahap. Meskipun demikian, beberapa individu tetap mempertahankan tingkat ingatan fotografis yang lebih tinggi sampai dewasa. Studi menunjukkan bahwa kurang dari 5% populasi memiliki tingkat kemampuan ini.
Meskipun ingatan fotografis mungkin terdengar seperti "kekuatan super" yang luar biasa, tidak semua aspeknya positif. Beban ingatan yang tinggi dapat menyebabkan stres atau kecemasan pada individu dengan ingatan fotografis, karena mereka cenderung terus-menerus dihadapkan pada ingatan yang kuat dan terperinci. Selain itu, kemampuan ini juga dapat menyebabkan frustrasi saat seseorang tidak dapat "mematikan" kemampuan ingatan mereka dan terus-menerus "melihat" gambar-gambar yang mereka lihat sebelumnya.
Para peneliti masih belum sepenuhnya memahami mekanisme dan penyebab pasti di balik ingatan fotografis. Beberapa teori mengusulkan bahwa hal itu mungkin terkait perbedaan dalam struktur atau konektivitas otak. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapat pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena ini.
Hmm... ada yang mau menambahkan?
