Siapa Nashiruddin ath-Thusi?
https://www.belajarsampaimati.com/2026/02/siapa-nashiruddin-ath-thusi.html
![]() |
| Ilustrasi/bincangsyariah.com |
Al-Thusi, juga dikenal sebagai Al-Tusi, adalah cendekiawan Muslim terkemuka yang hidup pada abad ke-13 Masehi. Ia merupakan polymath (ilmuwan serba bisa) yang memiliki kontribusi signifikan dalam bidang matematika, astronomi, dan filsafat. Nama lengkapnya adalah Nasir al-Din al-Tusi, dan ia lahir pada tahun 1201 di kota Tus, yang terletak di wilayah Khorasan, Persia (sekarang wilayah Iran).
Al-Tusi mulai menunjukkan minat dan bakatnya dalam bidang ilmu pengetahuan sejak usia muda. Ia menerima pendidikan yang kokoh di bawah bimbingan para ulama terkemuka pada masanya, termasuk dalam ilmu agama dan filsafat. Namun, minat utamanya terletak pada matematika dan astronomi.
Salah satu karya terkenal dan penting yang dihasilkan oleh al-Tusi adalah "Tahrir al-Majisti", yang merupakan komentar terkenal terhadap karya astronomi klasik karya Ptolemy, "Almagest". Karya tersebut memperkenalkan metode baru dalam matematika dan astronomi, termasuk penggunaan teori trigonometri dan pengembangan tabel astronomi yang lebih akurat. "Tahrir al-Majisti" menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah astronomi dan terus digunakan dan dikaji hingga saat ini.
Selain dalam bidang astronomi, al-Tusi juga memberikan kontribusi penting dalam bidang matematika. Ia menulis karya-karya tentang teori bilangan, aljabar, dan trigonometri. Salah satu karyanya yang terkenal adalah "Akhlak-i Nasiri", yang membahas berbagai aspek matematika, termasuk aljabar dan teori persamaan.
Selain ahli dalam bidang sains, al-Tusi juga memiliki minat kuat dalam filsafat. Ia menulis banyak karya dalam bidang ini, termasuk "Akhlak-i Nasiri" yang disebutkan sebelumnya, yang juga mencakup topik-topik filsafat dan etika. Karya-karyanya dalam filsafat berfokus pada masalah epistemologi, logika, dan metafisika.
Selain itu, al-Tusi juga menjadi penasihat penting bagi penguasa saat itu. Ia melayani sebagai penasihat kebijakan untuk para pemimpin seperti Ilkhanat Mongol dan juga mendirikan observatorium astronomi di Maragheh, tempat ia melakukan penelitian dan pengamatan astronomi yang inovatif.
Pengaruh al-Tusi dalam dunia ilmiah sangat besar. Karya-karyanya tidak hanya membantu mengembangkan dan memperbaiki pengetahuan astronomi dan matematika pada masanya, tetapi juga mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di Timur Tengah dan Eropa pada masa kemudian.
Kontribusinya dalam matematika dan astronomi memberikan dasar bagi perkembangan ilmiah di masa selanjutnya, dan metode serta teori yang diajukan olehnya tetap relevan digunakan dalam studi modern.
Al-Tusi meninggal pada tahun 1274 di kota Baghdad, dan warisannya tetap hidup. Karya-karyanya terus dipelajari dan dihargai dalam dunia ilmiah, dan ia dianggap sebagai salah satu tokoh terbesar dalam sejarah sains dan filsafat Islam.
Hmm... ada yang mau menambahkan?
