Apa yang Disebut Kristen Nestorian?
https://www.belajarsampaimati.com/2026/05/apa-yang-disebut-kristen-nestorian.html
![]() |
| Ilustrasi/thecollector.com |
Sebagai orang Islam, saya tahu Islam terpecah dalam beberapa golongan. Yang terkenal, misalnya, Islam Sunni dan Islam Syiah. Tetapi, ternyata, perpecahan atau perbedaan golongan semacam itu tidak hanya terjadi pada Islam, namun juga pada agama lain, khususnya Kristen.
Kita mungkin sudah biasa mendengar Kristen Katolik dan Kristen Protestan, dan rata-rata kita juga mungkin sudah paham perbedaannya. Tapi ternyata ada golongan lain yang disebut Kristen Nestorian.
Jadi, apa itu Kristen Nestorian?
Pada abad ke-4 Masehi, ada seorang patriarkh (semacam kepala suku atau pria yang dihormati di komunitasnya) di Konstantinopel bernama Nestorius, dan ia dikenal karena memiliki pandangan yang kontroversial terkait hubungan antara Yesus Kristus sebagai manusia dan sebagai Tuhan. Nestorius berpendapat bahwa Yesus terdiri dari dua pribadi yang terpisah, yaitu pribadi ilahi dan pribadi manusia. Pandangan itulah yang kemudian dikenal sebagai ajaran Nestorianisme.
Pandangan itu menimbulkan perdebatan teologis yang signifikan di kalangan gereja, dan akhirnya menyebabkan Nestorius diasingkan oleh konsili ekumenis di Efesus pada tahun 431 M. Tapi Kristen Nestorian, ajaran yang berawal dari pandangan Nestorius, sudah telanjur dikenal orang-orang. Jadi Kristen Nestorian merujuk pada sebuah cabang kekristenan yang muncul dari ajaran Nestorius pada abad kelima.
Sampai di sini, sebagian kita—khususnya yang bukan Kristen—pasti bertanya-tanya, “Lalu apa masalahnya, kok Nestorius sampai diasingkan segala?”
Jawabannya sederhana saja, yaitu karena ajaran Nestorius bertabrakan dengan ajaran resmi gereja. Ajaran resmi gereja menyatakan bahwa Yesus adalah satu pribadi dengan dua kodrat yang tidak terpisahkan, yaitu ilahi dan manusia. Sementara ajaran Nestorianisme menekankan bahwa Yesus memiliki dua sifat yang berbeda, yaitu sifat ilahi dan sifat manusia, yang berfungsi secara independen. Sekilas mungkin terdengar sama, tetapi, secara esensi, jauh berbeda.
Meski pandangan Nestorianisme dianggap sesat oleh banyak pemimpin gereja pada masa itu, namun Nestorianisme mendapatkan pengikut di berbagai wilayah, termasuk di Persia dan Asia Tengah.
Belakangan, Kristen Nestorian berkembang pesat di wilayah Timur Tengah dan Asia, khususnya di Kekaisaran Persia. Gereja Nestorian, yang juga dikenal sebagai Gereja Timur, didirikan sebagai hasil dari penyebaran ajaran Nestorius. Gereja itu memiliki struktur organisasi yang terpisah dari Gereja Barat, dan mengembangkan tradisi serta ritus sendiri. Pada puncaknya, Gereja Nestorian memiliki pengaruh luas, dengan misi yang menjangkau hingga China dan India.
Salah satu kontribusi penting dari Kristen Nestorian ada dalam bidang pendidikan dan pengembangan budaya. Para misionaris Nestorian mendirikan sekolah-sekolah dan pusat-pusat pembelajaran di berbagai wilayah yang mereka kunjungi. Mereka memainkan peran kunci dalam mentransmisikan pengetahuan, termasuk ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani, serta teks-teks agama, ke berbagai budaya di Asia. Latar belakang itu menjadi jembatan antara dunia Barat dan Timur, membantu menyebarkan pengetahuan dan ide-ide di sepanjang Jalur Sutra.
Kristen Nestorian sempat mengalami masa kejayaan, tapi juga menghadapi tantangan, terutama setelah munculnya Islam pada abad ke-7. Banyak pengikut Nestorian yang lalu beralih ke agama Islam, dan gereja mereka mengalami penurunan pengaruh seiring waktu. Namun, jejak dan warisan Kristen Nestorian tetap ada, dan beberapa komunitasnya masih eksis hingga saat ini, terutama di Irak dan wilayah sekitarnya.
Hmm... ada yang mau menambahkan?


