Seorang Pria Mengalami Menstruasi Selama 20 Tahun, Aneh tapi Nyata

Ilustrasi/republika.co.id
Kisah ini terdengar seperti plot film yang ditulis terlalu berlebihan. Seorang pria berusia 33 tahun di China datang ke rumah sakit, karena sakit perut yang berulang setiap bulan dan pendarahan saat buang air kecil yang telah berlangsung selama dua puluh tahun. Namanya Chen Li.

Dokter memeriksa tubuhnya. Hasilnya membuat seluruh hidup Chen Li mendadak terlihat berbeda. Di dalam tubuhnya terdapat ovarium dan rahim. Ia memiliki kromosom seks perempuan. Organ kelamin luarnya tampak laki-laki. Selama tiga dekade, ia hidup sebagai pria tanpa mengetahui bahwa anatomi tubuhnya menyimpan cerita lain.

Orang biasanya menganggap tubuh sebagai hal yang paling mereka kenal. Nama bisa berubah. Pekerjaan bisa berubah. Pandangan politik bisa berubah. Tubuh terasa lebih pasti.

Tubuh adalah sesuatu yang dibawa ke mana-mana sejak lahir. Kita mengira mengenalnya dengan baik. Kita mengira batas-batasnya jelas. Kita mengira tidak ada kejutan besar yang tersembunyi di bawah kulit. Kasus Chen Li menunjukkan betapa kelirunya anggapan itu.

Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Selama dua puluh tahun ia mengalami gejala yang aneh. Sakit perut datang secara berkala. Darah muncul ketika ia buang air kecil. Banyak orang mungkin akan menganggap itu sebagai gangguan kesehatan yang misterius, mengganggu, dan menyebalkan. Sedikit yang akan menduga bahwa penyebabnya berkaitan dengan keberadaan rahim dan ovarium yang selama ini tersembunyi di dalam rongga tubuh.

Saya sering merasa bahwa pendidikan dasar tentang biologi manusia menghasilkan kesalahpahaman yang aneh. Kita diajari bahwa manusia terbagi menjadi dua kotak yang sangat rapi. Laki-laki dan perempuan. XX dan XY. Testis atau ovarium. Seolah-olah alam bekerja seperti petugas administrasi yang teliti, mengisi formulir dengan garis-garis lurus dan kategori yang bersih.

Alam ternyata jauh lebih berantakan. Jauh lebih kreatif. Jauh lebih tidak disiplin.

Kromosom bisa berkembang dengan cara yang tidak biasa. Organ reproduksi bisa berkembang sebagian. Hormon bisa bekerja berbeda. Sebagian jaringan bisa mengikuti satu jalur perkembangan, sementara bagian lain mengikuti jalur berbeda. Dunia kedokteran mengenal banyak kondisi interseks, dan kasus-kasus semacam itu sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil atau belum pernah terjadi.

Yang jarang terjadi adalah seseorang hidup selama tiga puluh tiga tahun tanpa mengetahui kondisi tersebut. Tubuh Chen seperti menyimpan arsip rahasia yang tidak pernah dibuka.

Saya membayangkan momen ketika dokter menjelaskan hasil pemeriksaan kepadanya. Ruang konsultasi rumah sakit biasanya tidak spektakuler. Bau antiseptik. Kursi plastik atau logam. Cahaya lampu putih yang datar. Tidak ada musik dramatis. Tidak ada kamera. Tidak ada narator.

Di ruangan biasa seperti itu, seseorang bisa mendengar informasi yang mengubah seluruh cara ia memahami dirinya sendiri.

"Ternyata Anda memiliki rahim." Kalimat itu mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk diucapkan. Dampaknya bisa berlangsung seumur hidup.

Media sering menyukai kasus-kasus seperti ini karena terdengar sensasional. Pria yang menstruasi selama dua puluh tahun. Judul seperti itu hampir pasti menarik perhatian. Orang membagikannya karena terasa aneh. Terasa mustahil. Terasa seperti kesalahan alam.

Padahal justru di situlah masalahnya. Kata "aneh" sering membuat orang berhenti berpikir. Mereka terpukau oleh keunikan kasusnya, dan lupa melihat manusia yang sedang berada di tengah peristiwa tersebut.

Chen Li bukan teka-teki biologis yang berjalan. Ia bukan objek pameran medis. Ia adalah seseorang yang harus menjalani hidup dengan tubuh yang tidak sepenuhnya ia pahami.

Saya lebih tertarik pada pengalaman psikologisnya daripada keunikan anatominya. Bayangkan hidup selama puluhan tahun dengan identitas yang terasa jelas. Kamu laki-laki. Semua orang memperlakukanmu sebagai laki-laki. Kamu tumbuh sebagai laki-laki. Kamu berpikir tentang diri sendiri sebagai laki-laki.

Kemudian dokter menunjukkan fakta biologis yang tidak pernah kamu bayangkan. Bahwa kamu sebenarnya perempuan. Bagaimana cara otak memproses informasi semacam itu? Berapa lama seseorang duduk sendirian setelah menerima kabar tersebut?

Apakah Chen Li langsung percaya? Apakah ia marah? Apakah ia menyangkal? Apakah ia pulang dan menatap dirinya sendiri di cermin dengan perasaan asing?

Laporan media biasanya berhenti pada hasil pemeriksaan dan tindakan medis. Yang tidak tercatat adalah jam-jam sunyi sesudahnya.

Kasus ini juga memperlihatkan benturan antara bahasa kedokteran dan pengalaman manusia. Dokter berbicara tentang kromosom, ovarium, rahim, hormon, dan reproduksi. Kehidupan sehari-hari berbicara tentang identitas, kebiasaan, keluarga, dan cara seseorang memahami dirinya sendiri. Dua bahasa itu tidak selalu bergerak pada jalur yang sama.

Seseorang bisa memiliki konfigurasi biologis yang rumit, sekaligus memiliki pemahaman identitas yang sangat sederhana dan mantap.

Chen Li memilih menjalani operasi pengangkatan rahim dan ovarium. Menurut laporan, operasi berlangsung selama tiga jam. Dokter bedah Luo Xiping mengatakan bahwa setelah operasi, Chen merasa jauh lebih tenang dan kepercayaan dirinya pulih.

Bagian itu penting. Banyak diskusi publik mengenai seks biologis, gender, atau interseks, sering berubah menjadi perang ideologi. Orang-orang sibuk berdebat tentang teori, definisi, dan posisi politik. Sementara itu individu yang mengalami kondisi tersebut biasanya hanya ingin menjalani hidup sehari-hari dengan lebih nyaman.

Membaca kisah Chen Li membuat saya memikirkan satu hal yang lebih luas: betapa sedikit yang sebenarnya kita ketahui tentang tubuh manusia, bahkan ketika tubuh itu milik kita sendiri. 

Setiap orang hidup dengan miliaran proses biologis yang berlangsung diam-diam. Sel membelah. Hormon bergerak. Protein diproduksi. Jaringan berubah. Organ bekerja tanpa henti. Sebagian besar proses itu tidak pernah kita sadari. Tubuh adalah wilayah yang kita tempati seumur hidup tanpa kita pernah benar-benar selesai memetakannya.

Dokter menemukan kondisi Chen Li pada usia 33 tahun. Angka itu membuat saya terus kembali ke fakta yang sama. Tiga puluh tiga tahun.

Tiga puluh tiga tahun membawa seseorang melewati masa kanak-kanak, remaja, dewasa muda, pekerjaan pertama, hubungan sosial, mungkin cinta, mungkin patah hati, mungkin rencana masa depan.

Sepanjang waktu itu, rahim dan ovarium berada di dalam dirinya. Diam. Tidak terlihat. Tidak diketahui. Tubuh kadang menyimpan rahasia dengan kesabaran yang luar biasa.

Di suatu tempat di China, setelah operasi selesai dan masa pemulihan berjalan, Chen Li mungkin menjalani rutinitas yang sangat biasa. Makan. Tidur. Berjalan keluar rumah. Berbicara dengan orang lain. Menjalani hari-hari yang tidak masuk berita.

Dokter Luo Xiping mengatakan bahwa ia kini dapat menjalani hidupnya sebagai pria, meskipun tidak dapat memiliki keturunan biologis karena testisnya tidak menghasilkan sperma.

Saya terus membayangkan berkas medisnya. Puluhan halaman hasil pemeriksaan, gambar pencitraan, hasil laboratorium, istilah-istilah anatomi yang rumit. Semua dokumen itu berusaha menjelaskan seseorang yang selama puluhan tahun hanya mengenal dirinya sebagai Chen Li.

Nama yang sama. Wajah yang sama. Suara yang sama. Tubuh yang ternyata menyimpan lebih banyak cerita daripada yang ia ketahui.

Related

Internasional 9202402715946973446

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item