Apa yang Akan Terjadi Jika Manusia Memakan Sabun?

Ilustrasi/kompas.com
Kita mengenal sabun sebagai benda yang digunakan setiap hari untuk membersihkan tubuh. Apa yang akan terjadi jika sabun justru masuk ke dalam tubuh? 

Meskipun terdengar sepele—terutama karena banyak orang pernah “tidak sengaja” menelan sabun dalam jumlah kecil—zat itu sebenarnya tidak dirancang untuk dikonsumsi, dan dapat menimbulkan efek tertentu pada sistem pencernaan.

Secara ilmiah, sabun tersusun dari senyawa yang disebut surfaktan, yaitu molekul yang mampu mengikat minyak dan air sekaligus. Itulah yang membuat sabun efektif mengangkat kotoran dari kulit. Namun, sifat itu juga berarti bahwa ketika masuk ke dalam tubuh, sabun dapat mengganggu lapisan alami yang melindungi jaringan, terutama di mulut, tenggorokan, dan lambung.

Dalam jumlah kecil, misalnya hanya tertelan sedikit saat berkumur atau mencuci tangan, sabun biasanya tidak menyebabkan efek serius. Tubuh manusia cukup toleran terhadap paparan ringan, dan gejala yang muncul umumnya terbatas pada rasa tidak nyaman, seperti pahit di mulut, mual, atau sedikit iritasi di tenggorokan. Dalam banyak kasus, efek itu akan hilang sendiri tanpa perlu penanganan khusus.

Namun, dalam jumlah yang lebih besar, efeknya bisa lebih jelas. Sabun dapat mengiritasi saluran pencernaan dan memicu gejala seperti mual, muntah, diare, atau kembung. Hal itu terjadi karena surfaktan mengganggu membran sel dan keseimbangan kimia di dalam saluran cerna. Selain itu, beberapa jenis sabun—terutama sabun cair atau deterjen—dapat menghasilkan busa di dalam lambung, yang berpotensi menyebabkan rasa tidak nyaman tambahan atau bahkan muntah berbusa.

Saya tersenyum sendiri saat menulis istilah itu. Muntah berbusa.

Yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa sabun “beracun” seperti racun kimia berbahaya. Sebenarnya, kebanyakan sabun rumah tangga tidak tergolong sangat toksik jika tertelan dalam jumlah kecil. Risiko utamanya lebih pada iritasi, bukan keracunan sistemik. 

Meski begitu, ada pengecualian. Produk pembersih tertentu, seperti deterjen konsentrat atau sabun dengan bahan tambahan kimia kuat, bisa menimbulkan efek yang lebih serius, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Yang menarik, tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan alami terhadap zat asing seperti sabun. Refleks muntah, rasa tidak enak yang kuat, dan iritasi di mulut, sebenarnya berfungsi sebagai “alarm biologis” agar kita berhenti mengonsumsi zat tersebut. Itu menjelaskan mengapa kasus konsumsi sabun dalam jumlah besar relatif jarang terjadi secara tidak sengaja.

Dari sudut pandang medis, tindakan yang paling umum disarankan jika seseorang menelan sabun adalah membilas mulut dan minum air untuk mengencerkan zat yang tertelan. Namun, jika muncul gejala seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, atau kesulitan bernapas, maka penanganan medis diperlukan.

Agak belok sedikit, sebenarnya agak sulit membayangkan manusia yang sampai menelan sabun dalam jumlah banyak, kecuali memang sengaja melakukannya. Sabun yang biasa dipakai untuk area dekat mulut (wajah) biasanya sabun wajah. Dan penggunaan sabun wajah biasanya dilakukan dengan meneteskan secuil cairan ke telapak tangan, kemudian diusapkan ke wajah. Sepertinya agak sulit cairan sabun itu masuk ke mulut. Dan kalapun masuk, tentunya tidak banyak-banyak amat.

Jadi, sambil menulis catatan ini, saya sebenarnya bertanya-tanya sendiri, kok bisa orang menelan sabun dalam jumlah banyak? Karenanya, judul catatan ini sengaja “apa yang akan terjadi jika manusia memakan sabun”, bukan “apa yang akan terjadi jika manusia [tidak sengaja] menelan sabun”. 

Gorengan bakwan lebih enak, omong-omong, daripada makan sabun.

Related

Umum 3847436877403647557

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item