Bagaimana Las Vegas Mempermainkan Para Pemain Kasino

Ilustrasi milik BSM
Lampu-lampu mesin slot berkedip tanpa henti di lantai kasino. Suaranya tidak pernah benar-benar berhenti: bunyi koin, denting elektronik, musik pendek setiap kali simbol berhenti, suara seseorang tertawa dari meja blackjack, roda roulette yang berputar sebentar sebelum bola memantul dan jatuh ke sebuah angka. Mata cepat lelah di tempat seperti itu. Otak juga.

Seorang pemain memasukkan uang ke mesin, menekan tombol, dan kehilangan lima dolar. Ia menekan lagi. Kehilangan lima dolar lagi. Pada putaran berikutnya, dua simbol yang ia tunggu muncul berdekatan, dan simbol ketiga berhenti tepat di sebelahnya. Tidak ada hadiah. Secara matematis, tidak terjadi apa-apa. Ia kalah.

Secara psikologis, rasanya berbeda.

Penelitian tentang near miss (nyaris menang/nyaris gagal) menemukan bahwa hasil yang nyaris menang dapat membuat orang ingin terus bermain meskipun hasil itu tetap merupakan kekalahan. Dalam eksperimen, pemain yang melihat kombinasi yang hampir menghasilkan jackpot menunjukkan dorongan bermain yang lebih tinggi dibandingkan setelah kekalahan biasa. Beberapa penelitian juga menemukan keterlibatan sistem otak yang berkaitan dengan pemrosesan hadiah.

Mesin itu tidak perlu mengatakan, “Kamu hampir menang.” Dua simbol yang sama sudah cukup.

Las Vegas memahami manusia dengan cara yang sangat praktis. Kota itu tidak perlu meyakinkan pengunjung bahwa berjudi adalah investasi yang bagus. Pengunjung datang sambil tahu bahwa kasino memiliki keunggulan matematis. Orang dewasa yang duduk di meja blackjack umumnya tahu bahwa rumah kasino memiliki house edge (keuntungan matematis atau statistik yang dimiliki bandar atas pemain dalam permainan judi). Orang yang menarik tuas atau menekan tombol mesin slot tahu bahwa uangnya bisa habis. Pengetahuan itu tidak banyak membantu ketika tangan sudah memegang chip.

Yang aneh justru terjadi setelah kalah.

Kekalahan pertama sering terasa seperti informasi. “Tadi hampir kena.” “Seharusnya saya berhenti satu putaran lebih cepat.” “Saya terlalu cepat menekan.” “Dealer tadi dapat kartu bagus terus.” Kalimat-kalimat semacam itu membuat hasil acak terasa memiliki sebab yang bisa ditemukan.

Psikolog Ellen Langer memperkenalkan istilah illusion of control pada 1970-an untuk menggambarkan kecenderungan manusia melebih-lebihkan kemampuan mengendalikan hasil yang sebenarnya dipengaruhi kebetulan. Dalam perjudian, ilusi itu bisa muncul dalam bentuk yang sangat sederhana: memilih angka sendiri, menekan tombol sendiri, memilih mesin tertentu, mengubah ukuran taruhan, atau merasa bahwa pengalaman sebelumnya memberi pengetahuan tentang putaran berikutnya. Penelitian perjudian kemudian menemukan bahwa keyakinan semacam itu dapat berkaitan dengan taruhan yang lebih besar dan sesi bermain yang lebih panjang. 

Padahal mesin tidak tahu bahwa tadi seseorang kalah.

Roulette tidak mengingat angka 17 yang sudah keluar enam kali. Mesin slot tidak merasa kasihan karena uang seseorang tinggal 40 dolar. Kartu berikutnya tidak mengetahui bahwa pemainnya sedang membutuhkan uang untuk membayar hotel. Semua itu terasa begitu jelas setelah kita mengatakannya dengan bahasa manusia.

Las Vegas penuh dengan benda yang membuat kebetulan terasa personal. Pada mesin slot ada tombol spin. Ada pilihan taruhan. Ada pilihan permainan. Ada animasi. Ada suara. Pada sebagian mesin bahkan ada tombol untuk menghentikan reel, dan penelitian menemukan bahwa sebagian pemain memiliki keyakinan keliru bahwa tombol tersebut memberi mereka keterampilan atau pengaruh terhadap hasil. Dalam satu eksperimen, 13,6 persen peserta menunjukkan keyakinan keliru terkait tombol berhenti.

Tombolnya benar-benar ada. Karena itu ilusi tersebut terasa lebih masuk akal.

Kasino juga tidak harus tampak seperti tempat yang sedang mengambil uang. Interiornya dirancang sebagai lingkungan yang membuat orang betah. Penelitian tentang atmosfer kasino di Las Vegas menemukan bahwa tata ruang dan tema merupakan unsur penting dalam pengalaman pemain. Studi arsitektur tentang kasino Las Vegas juga mencatat tradisi tata ruang yang mengurangi tanda-tanda waktu dan dunia luar, meskipun kasino kontemporer semakin banyak memakai konsep yang lebih terbuka dan menyerupai ruang hiburan.

Tidak ada alasan untuk marah kepada jam yang tidak terlihat.

Seseorang bisa masuk ke kasino pukul 21.00, merasa baru bermain sebentar, lalu mendapati bahwa waktu sudah lewat tengah malam. Perut mulai lapar. Tenggorokan kering. Kaki terasa berat. Ia berdiri dari kursi, menghitung chip, kemudian duduk lagi karena baru saja mendapatkan kombinasi yang bagus. Lima menit kemudian uang berkurang lagi.

Manusia mempunyai kemampuan luar biasa untuk mengubah kerugian menjadi alasan melanjutkan tindakan yang sama.

Itulah yang disebut loss chasing: mengejar kembali uang yang sudah hilang dengan mengambil risiko tambahan. Secara intuitif, logikanya terasa masuk akal. Jika kehilangan 200 dolar, bukankah kemenangan 200 dolar akan mengembalikan keadaan ke titik semula? Masalahnya, setiap taruhan baru berdiri sendiri. Dua ratus dolar yang sudah hilang tidak membuat taruhan berikutnya lebih menguntungkan.

Kepala kita tahu itu. Tangan sering tidak peduli.

Sepertinya bagian paling manusiawi dari perjudian justru terletak pada kebutuhan untuk membuat kekalahan terasa belum selesai. Kekalahan telak lebih mudah diterima karena ceritanya jelas. Uang hilang. Permainan selesai. Yang mengganggu adalah kekalahan yang meninggalkan celah: dua kartu yang hampir membentuk blackjack, bola roulette yang berhenti satu angka dari nomor pilihan, tiga simbol slot yang hampir sejajar. Kekalahan semacam itu memberi bahan untuk menyusun cerita pada otak pemainnya.

Penelitian tidak sepenuhnya sepakat mengenai seberapa kuat efek near miss dalam semua kondisi perjudian; beberapa eksperimen gagal menemukan efek yang konsisten. Tetapi bukti yang cukup banyak menunjukkan bahwa near miss dapat mendorong kelanjutan permainan, dan bahwa cara seseorang menafsirkan hasil ikut berperan. 

Itu penting karena manusia tidak berjudi hanya dengan probabilitas. Manusia berjudi dengan ingatan.

Seseorang mengingat kemenangan 800 dolar karena kemenangan besar mudah menjadi cerita. Ia mungkin lupa bahwa sebelum kemenangan itu ia sudah kehilangan 600 dolar. Seseorang mengingat malam ketika satu putaran slot menghasilkan uang cukup untuk membayar makan malam dan hotel. Ia tidak begitu menikmati kenangan tentang 17 putaran setelahnya ketika semua uangnya kembali ke kasino. 

Mesin tidak menyimpan versi cerita tersebut. Pemain yang menyimpannya.

Di luar kasino, kita melakukan hal yang serupa dalam bentuk yang jauh lebih terhormat. Kita menyebutnya keberanian, investasi, spekulasi, taruhan pada diri sendiri, keputusan bisnis. Kadang memang begitu. Risiko diperlukan dalam banyak hal. Tidak setiap keputusan berisiko adalah perjudian, dan tidak setiap orang yang berjudi kehilangan kendali.

Las Vegas hanya membuat mekanismenya terlihat telanjang. Di meja roulette, seseorang dapat menyaksikan uangnya berubah menjadi chip, chip menjadi taruhan, taruhan menjadi kekalahan, kemudian kekalahan berubah jadi alasan untuk bertaruh lagi dalam waktu kurang dari satu menit. Tidak banyak aktivitas manusia yang memperlihatkan rantai sebab-akibat psikologis sejelas itu.

Menjelang dini hari, lantai kasino masih terang. Seorang laki-laki berdiri di depan mesin dengan segelas minuman di tangan kiri. Tangan kanannya berada di atas tombol spin. Ia baru saja kalah.

Layar menunjukkan kombinasi yang hampir menang. Ia melihatnya beberapa detik lebih lama daripada yang diperlukan.

Tangannya turun lagi ke tombol.


Related

Umum 7095164267251417027

Posting Komentar

Jangan menyisipkan link ke dalam komentar, karena akan ditandai sebagai spam.

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item