Bagaimana Gedung Kuno dan Mobil Tua Tetap Terlihat di Havana

Ilustrasi milik BSM
Havana paling mudah disalahpahami ketika difoto. Mobil Chevrolet 1950-an melintas di depan bangunan kolonial yang catnya mengelupas, seorang lelaki berdiri di balkon besi tua, sinar matahari Karibia memantul di kap mobil, dan fotografer mendapatkan gambar yang hampir terlalu sempurna. Kota itu tampak seperti seseorang menekan tombol jeda pada sejarah lalu pergi minum kopi.

Masalahnya, Havana tidak pernah benar-benar berhenti.

Havana Vieja, pusat kota tua, memang memiliki wajah yang membuat waktu terasa aneh. Kota itu didirikan oleh Spanyol sekitar tahun 1519 dan berkembang menjadi pelabuhan penting dalam sistem perdagangan dan armada Spanyol di Karibia. UNESCO mencatat bahwa pola jalan dan banyak bangunan di kawasan tua itu tetap mempertahankan bentuk historisnya; lima plaza besar—Plaza de Armas, Plaza Vieja, Plaza de San Francisco, Plaza del Cristo, dan Plaza de la Catedral—masih menjadi struktur penting kawasan tersebut. Rumah-rumah dengan balkon, gerbang besi, halaman dalam, lengkungan, gereja, dan bangunan bergaya Barok serta Neoklasik berdiri berdekatan. 

Yang membuat Havana terasa tua bukan sekadar umurnya. Banyak bangunan memang terlihat tua.

UNESCO sendiri mencatat bahwa sebagian besar jaringan bangunan Old Havana mengalami kerusakan akibat pelapukan, pengabaian kronis, dan unsur alam. Iklim Karibia tidak punya belas kasihan terhadap bangunan: panas, kelembapan, hujan deras, garam laut, badai. Balkon besi berkarat. Dinding kehilangan lapisan cat. Plester terkelupas memperlihatkan warna dan material dari masa yang berbeda. Sebuah bangunan bisa memiliki lima lapisan kehidupan yang terbuka sekaligus, dan semuanya tampak seolah-olah tukang bangunan terakhir pergi kemarin. 

Ada alasan politik dan ekonomi mengapa wajah seperti itu bertahan.

Revolusi Kuba 1959 mengubah arah negara dengan sangat cepat. Fulgencio Batista melarikan diri pada 1 Januari, dan pemerintahan revolusioner Fidel Castro mengambil alih. Laporan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang ditulis pada Februari 1959 menggambarkan Havana pada minggu-minggu pertama setelah pergantian kekuasaan: milisi revolusioner sudah berada di jalan-jalan, pusat-pusat militer diduduki, terjadi penjarahan terbatas yang terutama menyasar kasino, dan pemerintahan baru mulai membangun kekuasaan. 

Sesudah revolusi, hubungan Havana dengan dunia lama berubah. Properti dan perusahaan dinasionalisasi, kegiatan ekonomi swasta dibatasi, dan hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat terputus secara bertahap. Amerika Serikat memberlakukan embargo perdagangan pada awal 1960-an. Perubahan itu tidak hanya mempengaruhi politik dan ekonomi. Ia ikut memengaruhi benda-benda yang tersisa di jalanan.

Mobil adalah contoh yang hampir terlalu sempurna.

Sebuah Chevrolet Bel Air 1955 di Havana mungkin terlihat seperti benda yang sengaja dipelihara oleh kolektor. Kapnya panjang, krom mengilap, bodinya besar, warnanya kadang biru muda atau merah, joknya telah diganti beberapa kali. American Museum of Natural History mencatat bahwa sejak 1959 negara Kuba membatasi impor dan penjualan mobil secara ketat. Kekurangan suku cadang membuat pemilik dan mekanik harus menemukan cara sendiri agar mobil-mobil lama tetap hidup. 

Jadi mobil tua Havana bukan hanya benda antik yang kebetulan masih dipakai. Sebagian memang dipertahankan karena nilai sejarah dan pariwisata, tetapi keberadaan begitu banyak mobil Amerika lama juga merupakan akibat dari terputusnya arus barang baru. 

Richard Schweid, dalam Che's Chevrolet, Fidel's Oldsmobile, mencatat bahwa perdagangan kendaraan Amerika berhenti setelah hubungan Kuba-Amerika memburuk, sementara pemerintah kemudian mengimpor kendaraan dari negara-negara Eropa Timur seperti Polandia dan Cekoslowakia. Lada, Volga, Trabant, Skoda. Havana pernah mempunyai semacam lapisan otomotif yang sangat aneh: Amerika 1950-an, Eropa Timur era Soviet, kendaraan modern yang datang belakangan, semuanya berebut jalan yang sama. 

Mekanik menjadi bagian dari cerita itu. Mesin tua tidak cukup hanya diberi nama merek. Komponennya bisa diganti, disesuaikan, dibongkar dari kendaraan lain, dipasang lagi. Satu mobil mungkin membawa usia bodi yang berbeda dari usia mesinnya. Dari luar, wisatawan melihat Cadillac tua, dan tersenyum. Dari bawah kap, seseorang mungkin sedang berusaha membuat dua generasi teknologi berbicara satu sama lain.

Havana memang sering memberikan pengalaman seperti itu. Permukaannya berkata satu hal, sejarahnya berkata hal lain.

Di Plaza Vieja, misalnya, bangunan yang telah direstorasi dengan warna cerah bisa berdiri hanya beberapa jalan dari bangunan yang kondisinya jauh lebih buruk. Proses restorasi Old Havana bukan proyek kosmetik yang baru muncul ketika turis menemukan kota itu. Pemerintah Kuba membentuk program konservasi sejak dekade-dekade awal setelah revolusi, dan Office of the Historian of Havana memainkan peran semakin besar. 

Eusebio Leal Spengler, yang menjadi sejarawan kota dan memimpin rehabilitasi pusat bersejarah selama puluhan tahun, mengembangkan model yang menghubungkan restorasi dengan kegiatan ekonomi, pekerjaan dan kehidupan penduduk. UNESCO mencatat bahwa bangunan yang dipulihkan sering kali sebelumnya dihuni keluarga miskin, sehingga proyek tersebut juga menyangkut penyediaan hunian yang lebih aman serta pekerjaan. 

Leal sendiri menarik karena pekerjaannya memperlihatkan betapa rumitnya kata “melestarikan”. Kalau bangunan tua dibiarkan, ia runtuh. Kalau semuanya dipugar sampai sempurna, kota kehilangan sebagian wajah yang membuatnya berharga. Kalau kawasan itu dipenuhi hotel dan restoran untuk wisatawan, uang untuk restorasi memang datang, tetapi kehidupan sehari-hari penduduk bisa terdorong keluar. Havana harus berurusan dengan persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan cat baru.

Malecón memperlihatkan persoalan lain. Tembok laut sepanjang tepi Havana menjadi tempat orang duduk, memancing, mengobrol, pacaran, menunggu teman, memandang laut. Pada sore hari, angin laut membawa bau asin dan suara ombak menghantam batu. Di belakang mereka berdiri kota dengan fasad-fasad tua, hotel, apartemen dan bangunan yang terus menanggung kelembapan. Eusebio Leal menyebut Malecón sebagai “senyum Havana”, sambil juga berbicara tentang gelombang besar dan badai yang terus menggerus kawasan itu. 

Karenanya, gambaran Havana sebagai kota yang “terjebak di masa lalu” terasa terlalu mudah. Masa lalu di sana tidak hanya menunggu. Ia dihuni, diperbaiki, dipakai ulang, dijual kepada turis, dijadikan simbol revolusi, dijadikan restoran, dijadikan hotel, dijadikan rumah, dan kadang dibiarkan retak karena tidak ada cukup uang untuk memperbaikinya.

Di luar Havana Vieja, wajah kota juga berubah. Vedado dengan bangunan awal abad ke-20, jalan yang lebih lebar dan rumah-rumah besar memberikan kesan berbeda. Universitas Havana berdiri di atas bukit dengan tangga monumental menuju kampus. Bekas Presidential Palace kini menjadi Museo de la Revolución. Potret Fidel Castro, Che Guevara, senjata, dokumen, dan benda-benda revolusi, mengisi ruang-ruang yang dulu berkaitan dengan pemerintahan Batista. Kota menyimpan politiknya bukan hanya di buku sejarah. Politik menempati bangunan.

Karena itulah mobil-mobil tua Havana terasa lebih dari sekadar benda lucu untuk difoto. Sebuah Chevrolet tua bisa melaju di depan bangunan kolonial, melewati poster politik, toko kecil, turis dengan kamera, dan seorang warga yang sedang membawa belanjaan. Tidak ada museum yang memisahkan benda-benda itu menurut periode sejarah. Semuanya masih berada di jalan.

Seorang wisatawan bisa mengambil foto, melihat warna merah pada bodi mobil, mendengar mesin tua menggeram, mencium asap knalpot, kemudian berjalan beberapa meter dan menemukan balkon yang ditahan penyangga agar tidak runtuh. Kota itu tampak sedang mengenakan kostum masa lalu, padahal sebagian kostumnya memang belum sempat dilepas.

Di sebuah sudut Havana, cat baru menutupi dinding tua. Beberapa meter dari sana, dinding lain terus mengelupas. Sebuah Chevrolet melintas. Orang-orang tetap duduk di Malecón. Ombak memukul batu.

Besok mobil itu mungkin masih hidup. Mesin lain mungkin tidak.


Related

Geografi 8210140860534574082

Posting Komentar

Jangan menyisipkan link ke dalam komentar, karena akan ditandai sebagai spam.

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item