Bagaimana Prancis Menjajah dan Mengendalikan Gabon?

Bagaimana Prancis Menjajah dan Mengendalikan Gabon?
Ilustrasi/spectator.co.uk
Republik Gabon adalah salah satu negara di Afrika yang tergolong kaya. Negara ini memiliki kandungan bumi berupa mineral, sementara jumlah penduduknya relatif sedikit. Karenanya, Gabon menjadi salah satu negara kaya di Afrika. Selain berkah, kekayaan itu juga menjadikan Gabon sebagai incaran penjajahan.

Penduduk asli Gabon adalah suku Pigmi, yang sudah banyak terserap ke dalam Suku Bantu ketika mereka bermigrasi. Selama berabad-abad, mereka mendiami tanah yang kelak akan menjadi negara bernama Republik Gabon.

Pada abad ke-15, bangsa Eropa pertama tiba di sana, dan nama Gabon mulai muncul. Nama Gabon berasal dari "Gabão", yang dalam bahasa Portugis berarti "mantel", merujuk pada bentuk muara sungai Komo yang ada di dekat Libreville. Itulah awal mula Prancis mencengkeramkan kukunya pada Republik Gabon.

Penjelajah dari Prancis yang pertama kali datang ke Gabon (dan Kongo) adalah Pierre Savorgnan de Brazza, pada 1875. Ia mendirikan kota yang diberi nama Franceville, dan menjadikan dirinya sebagai gubernur kolonial. Keberadaan dia di sana terus berlangsung sampai sepuluh tahun kemudian, pada 1885.

Pada 1910, Gabon menjadi salah satu di antara empat wilayah Afrika Khatulistiwa Prancis, federasi yang bertahan sampai 1959. Satu tahun kemudian, tepatnya pada 17 Agustus 1960, Republik Gabon memproklamasikan kemerdekaan.

Meski telah menjadi negara merdeka, Prancis tidak begitu saja melepaskan Gabon. Ketika Gabriel Léon M'ba menjadi presiden pertama Gabon, dengan wakil Omar Bongo Ondimba, kepentingan Prancis sangat tampak pada jalannya pemerintahan mereka. Prancis bahkan diketahui menggelontorkan dana untuk kampanye Léon M'ba, hingga ia terpilih jadi presiden.

Setelah Leon M'ba meraih kekuasaan di Gabon, pers di sana ditekan, demonstrasi politik dilarang, kebebasan berekspresi dibatasi, sementara parpol lain dikeluarkan secara bertahap dari lingkar kekuasaan. Konstitusi negara Gabon berubah dengan tuntunan Prancis untuk memberi kekuasaan di kepresidenan, jabatan yang diduduki Leon M'ba, sang boneka Prancis.

Itu masa-masa gelap di Gabon, dan zaman kediktatoran Leon M'ba dikenal sebagai "Kepentingan Perancis". Belakangan, ketika Leon M’ba dikudeta pada Januari 1964, dan militer mendepaknya dari kekuasaan, Prancis secara terang-terangan berusaha mengembalikan Leon M’ba ke kursi presiden.

Upaya Prancis berhasil, dan kudeta yang terjadi berakhir antiklimaks. Oposisi dilempar ke penjara, dan pemerintah Gabon—yang ada di bawah kendali Prancis—menutup telinga dari protes yang dilayangkan secara luas.

Pada 1967, Leon M’ba meninggal dunia. Wakilnya, Omar Bongo Ondimba, menggantikannya sebagai presiden, dan terus menjadi kepala negara hingga kematiannya pada 2009. Ia selalu memenangi setiap pemilu dengan suara mayoritas. Tentu dengan bantuan Prancis.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Sejarah 7694552825561098394

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak dibaca

item