Sejak Kapan Kawasan Monemvasia Dihuni Penduduk?

Sejak Kapan Kawasan Monemvasia Dihuni Penduduk? Belajar Sampai Mati, belajarsampaimati.com, hoeda manis
Ilustrasi/pixabay.com
Monemvasia adalah pulau berbatu yang ada di lepas pantai timur Peloponnese, Yunani, dan terhubung ke daratan melalui sebuah jalan lintas (causeway) yang pendek. 

Pulau Monemvasia memiliki lebar sekitar 300 meter dan panjang 1 kilometer, serta memiliki dataran tinggi, setinggi 100 meter di atas permukaan laut. Di lereng dataran tinggi, di sisi arah laut dan tersembunyi dari daratan, terdapat sebuah kota kecil. 

Kota berdinding yang terletak di bawah bayang-bayang batu menjulang itu merupakan museum hidup dari sejarah Bizantium, Ottoman, dan Venesian, dari abad ke-13.

Kawasan Monemvasia telah dihuni penduduk sejak abad ke-6, dan mereka yang menghuni wilayah itu adalah penduduk Laconia kuno, yang mencari perlindungan dari penjajah Slavia yang mendominasi sebagian besar Yunani antara tahun 500 sampai 700 Masehi. 

Pada tahun 375 Masehi, pulau berbatu tersebut telah terpisah dari daratan, akibat sebuah gempa bumi. Selama beberapa abad setelah itu, Monemvasia berganti-ganti tangan penguasa, bolak-balik antara Venesia dan Turki yang menguasai wilayah tersebut, sampai kemudian dibebaskan pada awal abad ke-19 selama Perang Kemerdekaan Yunani. 

Karenanya pula, nama Monemvasia berasal dari dua kata Yunani, Mono dan Emvasia, yang berarti “satu pintu masuk”, yang mengacu pada jalan sempit yang merupakan satu-satunya cara memasuki kota.

Semula, pemukiman di pulau tersebut dibangun di atas dataran tinggi, yang sekarang dinamai Kota Atas. Secara bertahap, pemukiman di sana kemudian menyebar menuruni bukit. Berkat posisi pertahanannya yang baik, kawasan itu pun berkembang menjadi sebuah kota yang kuat. 

Pada masa-masa akhir Kekaisaran Byzantium, Monemvasia menjadi kota utama dan salah satu pusat komersial yang besar dari dunia Byzantium, juga menjadi pelabuhan dagang utama, dengan populasi mencapai 40.000 jiwa. Pada abad ke-18, Monemvasia telah ditinggalkan, sampai kemudian kembali ditemukan pada tahun 1970-an.

Sejak itu, perlahan-lahan, Monemvasia kembali mendapatkan peran pentingnya, dan  kali ini sebagai tujuan wisata. Banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia berdatangan ke sana, khususnya pada musim panas. Bangunan-bangunan dari abad pertengahan di sana telah direstorasi, dan banyak yang diubah menjadi hotel serta rumah makan.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Umum 4799844601553397805

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item