Bagaimana Sisamnes Dikuliti Hidup-hidup karena Korup?

Ilustrasi/harianmassa.id
Pada tahun 500 SM, di kerajaan Persia Kuno, terjadi peristiwa yang mengguncang masyarakat dan mengekspos tindakan korupsi yang menggemparkan. Peristiwa ini terkait dengan Sisamnes, seorang hakim yang ditemukan bersalah atas tindakan korupsi dan menerima suap. 

Cerita ini mengisahkan bagaimana Raja Kambyses II dari Persia mengambil tindakan yang drastis untuk menghukum Sisamnes, dan mengingatkan rakyatnya akan konsekuensi dari perilaku korup.

Sisamnes adalah hakim yang menduduki posisi penting dalam sistem peradilan Persia. Namun, ia terlibat dalam tindakan korupsi dengan menerima suap untuk memutuskan kasus-kasus secara tidak adil. Korupsi Sisamnes menjadi rahasia yang tidak tersembunyi bagi masyarakat Persia, dan itu merusak integritas sistem peradilan dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

Raja Kambyses II mendengar perilaku korup Sisamnes dan memutuskan untuk mengambil tindakan yang keras. Dalam suatu pengadilan, Raja Kambyses II menghukum Sisamnes dengan cara yang tidak manusiawi. Ia memerintahkan Sisamnes dikuliti hidup-hidup sebagai hukuman atas tindakan korupnya. Ini adalah hukuman yang sangat kejam dan brutal, yang dimaksudkan untuk menjadi contoh bagi orang lain tentang konsekuensi dari tindakan korupsi.

Tindakan keras Raja Kambyses II tidak berhenti di situ. Ia memutuskan untuk memberi hukuman lebih lanjut kepada Sisamnes dengan cara yang sangat simbolis dan mengguncangkan. Raja Kambyses II memerintahkan kulit yang telah dikuliti dari tubuh Sisamnes digunakan sebagai pelapis untuk kursi hakim. 

Kursi itu nantinya akan diduduki oleh putra Sisamnes, Otanes, yang juga merupakan seorang hakim. Tindakan ini dimaksudkan sebagai pengingat permanen tentang tindakan korupsi Sisamnes, dan sebagai peringatan bagi putranya agar tidak mengikuti jejak ayahnya.

Kisah ini menjadi contoh yang menggambarkan bagaimana kekuasaan absolut raja Persia digunakan untuk menghukum dan memberikan contoh moral kepada masyarakat. Namun, tindakan kejam Raja Kambyses II juga mengilustrasikan sifat kejamnya pemerintahan Persia pada masa itu.

Kisah Sisamnes dan hukumannya kemudian diceritakan dalam berbagai sumber sejarah kuno, termasuk karya Herodotus, sejarawan kuno Yunani. Kisah ini juga mencerminkan pengaruh keadilan dan hukum dalam budaya Persia Kuno, serta komitmen penguasa untuk mempertahankan otoritas dan moralitas dalam pemerintahan mereka.

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Tokoh 7684123771115914478

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item