Footnote yang Disembunyikan Thanos dari Penonton Avengers

Ilustrasi/nextdimensionspro.weebly.com
Catatan: Ini adalah “footnote” untuk Thanos, di Antara Idealisme dan Lenyapnya Separuh Kehidupan. Ada paragraf dalam catatan itu yang membutuhkan penjelasan cukup panjang. Namun karena saya tidak ingin “merusak” struktur catatan tersebut, penjelasan soal itu saya tuliskan secara terpisah di sini.

Ada sebagian penonton seri Avengers yang setuju dengan Thanos, sebagian lain menentangnya. Bagaimana pun, ada bagian kecil dari argumen Thanos yang terasa terlalu rapi untuk diabaikan begitu saja.

Bagian itu sebenarnya sangat sederhana dan, justru karena kesederhanaannya, ia terasa meyakinkan.

Thanos berangkat dari premis yang hampir semua orang bisa terima tanpa banyak perlawanan; sumber daya terbatas, sementara populasi terus bertambah. Itu bukan ide yang asing. Dalam ekonomi maupun ekologi, ketegangan antara kebutuhan dan ketersediaan sudah lama dibahas. Bahkan jauh sebelum Marvel, Thomas Robert Malthus pernah mengajukan gagasan bahwa populasi cenderung tumbuh lebih cepat daripada produksi pangan.

Di titik itu, tidak ada yang terasa “jahat”. Karena seperti membaca pengantar buku kuliah.

Lalu Thanos melangkah satu tingkat lebih jauh; jika ketidakseimbangan itu dibiarkan, hasilnya adalah kelaparan, konflik, kehancuran massal. Lagi-lagi, itu bukan lompatan liar. Sejarah manusia penuh dengan contoh perebutan sumber daya—air, tanah, energi. Kita tidak perlu mencari jauh.

Bagian yang membuat argumennya terasa “rapi” muncul setelah itu. Ia menawarkan solusi yang langsung, bersih dalam logika, dan—di atas kertas—adil; menghapus separuh kehidupan secara acak. Tidak diskriminatif. Tidak memilih siapa yang kaya atau miskin, kuat atau lemah. Semua punya peluang yang sama untuk hilang (dilenyapkan).

Kata “acak” di situ penting. Ia memberi ilusi keadilan. Seolah-olah tidak ada bias, tidak ada kepentingan pribadi. Sistemnya terlihat netral.

Di situlah banyak orang, bahkan tanpa sadar, berhenti sejenak dan berpikir, “Secara matematis… itu memang menyelesaikan masalah, kan?”

Itu “bagian kecil” yang terasa terlalu rapi.

Masalahnya, kerapian itu dibangun dengan cara menyapu bersih hal-hal yang tidak bisa dimasukkan ke dalam rumus. Nilai kehidupan individu. Relasi antar manusia. Dampak psikologis. Struktur sosial yang runtuh ketika separuh populasi menghilang tiba-tiba. Bayangkan rumah sakit kehilangan setengah tenaga medisnya dalam satu detik. Bayangkan pesawat yang pilotnya tiba-tiba lenyap di udara. Bayangkan anak kecil yang orang tuanya hilang tanpa penjelasan.

Semua itu tidak masuk dalam perhitungan Thanos. Ironisnya, Thanos sendiri sebenarnya melanggar hukum acak tersebut. Dia menyisakan dirinya sendiri, dan, di beberapa komik/teori, dia secara sadar memilih siapa yang selamat. Itu sejenis kemunafikan dalam “kerapian” yang tampak logis.

Kemudian, argumen tadi bekerja karena ia memotong kompleksitas dunia sampai tersisa satu variabel utama; jumlah.

Dalam logika seperti itu, pengurangan jumlah otomatis berarti perbaikan kondisi. Tidak ada ruang untuk mempertanyakan apakah distribusi sumber daya sebenarnya masalah yang lebih besar daripada jumlah populasi. Tidak ada ruang untuk memikirkan teknologi, perubahan pola konsumsi, atau sistem ekonomi yang timpang.

Ia memilih solusi paling drastis, karena itu satu-satunya solusi yang sesuai dengan kerangka pikirnya.

Dan di situ letak bahayanya; ketika sebuah argumen terasa terlalu bersih, terlalu lurus, biasanya ada sesuatu yang disingkirkan agar ia bisa terlihat seperti itu.

Banyak ide berbahaya dalam sejarah muncul dengan pola serupa. Dimulai dari observasi yang masuk akal, lalu ditarik menuju kesimpulan yang ekstrem dengan menghapus detail-detail yang “merepotkan”. Detail itu sering kali justru bagian paling manusiawi.

Thanos tidak melihat wajah ketika ia berbicara tentang “setengah populasi”. Ia melihat angka. Diagram. Keseimbangan abstrak. Itu membuatnya mampu melakukan apa yang tidak sanggup dilakukan oleh kebanyakan orang—sekaligus membuatnya kehilangan sesuatu yang mendasar.

Jadi, “bagian kecil” itu bukan sesuatu yang gelap atau misterius. Justru terang, jelas, dan mudah dipahami. Ia terasa seperti jawaban cepat untuk masalah besar.

Dan itu sebabnya ia berbahaya.

Related

Entertainment 8336442976218791997

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item