Apa Kelebihan dan Kekurangan Platform Blogger?

Apa Kelebihan dan Kekurangan Platform Blogger? Belajar Sampai Mati, belajarsampaimati.com, hoeda manis
Ilustrasi/blogger.com
Blogger adalah salah satu platform blog gratisan yang terkenal di internet, selain Wordpress. Meski ada banyak platform blog gratisan lain yang tersedia, posisi Blogger dan Wordpress tampaknya sulit digeser. Keduanya masih digunakan mayoritas narablog/penulis di internet yang mengunggah tulisan-tulisannya.

Melalui platform blog gratisan tersebut, kita bisa membuat dan memiliki blog dengan nama yang kita pilih. Karena menggunakan platform gratisan, nama blog kita pun akan berakhiran nama platform yang kita gunakan. Pengguna Wordpress akan memiliki nama blog berakhiran Wordpress.com, sementara pengguna Blogger akan memiliki nama blog berakhiran Blogspot.com.

Saya telah menggunakan platform Blogger sejak 2009, jadi sudah sepuluh tahun saya akrab dengan platform ini. Selama sepuluh tahun menggunakan Blogger, saya terus mengunggah tulisan-tulisan baru, hampir tanpa henti. Karenanya, jika ditanya tentang platform Blogger, saya akan fasih menjawab, karena nyatanya memang sudah sangat akrab. Termasuk mengenali kelebihan dan kekurangannya.

Apa kelebihan dan kekurangan platform Blogger?

Kelebihan Blogger yang pertama adalah murni gratis. Saat kita menggunakan Blogger untuk membuat blog dengan subdomain Blogspot.com, kita bisa memakainya secara gratis. Begitu pun kalau kita menggunakan Blogger dengan memakai nama domain pribadi atau TLD/top level domain (berakhiran .Com), Blogger tetap bisa digunakan secara gratis. Bahkan kita bisa memonetasi blog kita, misalnya dengan memasang iklan (Adsense maupun mandiri).

Hal itu berbeda dengan platform lain, semisal Wordpress. Di Wordpress, kita memang bisa membuat blog gratisan dengan subdomain Wordpress.Com. Tetapi, Wordpress menyisipkan iklan di blog yang kita buat, dan penghasilannya untuk mereka. Artinya tidak murni gratis. Sementara kita, sebagai pemilik blog di Wordpress, tidak bisa memonetasi blog tersebut (tolong ralat jika aturan itu telah berubah).

Kemudian, kalau kita ingin membuat blog dengan nama domain pribadi namun menggunakan Wordpress, kita harus bayar. Intinya, Wordpress.Com memang platfrom blog gratisan, namun tidak murni gratis seperti Blogger.

Kelebihan Blogger yang kedua adalah mudah digunakan. Dasbor Blogger sangat sederhana, sehingga siapa pun akan mudah memahami fungsi-fungsi penggunaannya, terkait tulisan yang akan kita unggah. (Kesederhanaan dasbor ini mungkin juga dimiliki platform blog gratisan lain, semisal Wordpress yang sama mudah digunakan).

Dua kelebihan itu bisa dibilang sangat penting bagi siapa pun yang ingin aktif ngeblog, atau baru belajar membuat blog. Selain dua hal tersebut—murni gratis dan mudah digunakan—tentu masih ada kelebihan-kelebihan lain, dan kita akan tahu seiring waktu setelah menggunakannya.

Sekarang bagian kekurangannya.

Kekurangan pertama Blogger adalah ketiadaan Tag untuk menandai suatu tulisan. Para blogger yang sudah lama aktif tentu sangat tahu hal ini, dan hal ini pula yang menjadi perbedaan penting antara Wordpress dan Blogger.

Di Wordpress, sebuah tulisan dilengkapi Kategori dan Tag. Kategori untuk tulisan bisa diumpamakan dahan pohon, sementara Tag bisa diumpamakan rantingnya. Dengan adanya Kategori dan Tag, pencarian suatu tulisan sangat mudah, karena masing-masing tulisan telah dilengkapi kata kunci yang tertera pada Tag. Tinggal klik kata kunci (Tag), semua tulisan yang mengandung kata kunci itu akan muncul.

Sayangnya, Blogger tidak dilengkapi Tag seperti Wordpress, dan hanya menyediakan Kategori (Blogger menyebutnya “Label”). Artinya, kita bisa mengumpulkan suatu tulisan di blog dalam kategori-kategori tertentu, namun agak sulit saat ingin melakukan pencarian tulisan berdasarkan kata kunci, karena ketiadaan Tag. (Dalam SEO, sebenarnya, keberadaan Tag juga penting, dan entah kenapa sampai sekarang Blogger tidak terpikir melengkapi platformnya dengan fitur Tag).

Fitur Kategori atau Label pada Blogger juga sebenarnya terbatas—kalau tidak keliru, maksimal hanya 2.000. Artinya, kita hanya bisa membuat 2.000 kategori tulisan di blog (meski mungkin sangat jarang, atau bahkan tidak ada, orang yang sampai memiliki 2.000 Kategori/Label di blognya.)

Sementara Tag tidak memiliki batasan semacam itu, karena Tag berhubungan dengan kata kunci tulisan—bukan penggolongan tulisan seperti Kategori. Karena ditujukan untuk menandai kata kunci, Tag tidak punya jumlah maksimal—jumlahnya sebanyak kata kunci yang mungkin ada, dan itu jelas banyak sekali, tak terhitung. Semoga di waktu mendatang Blogger menyediakan fitur ini di platformnya.

Kemudian, kekurangan kedua Blogger, adalah penggantian antarmuka dasbor baru yang kadang justru bermasalah.

Selama sepuluh tahun ngeblog menggunakan platform Blogger, saya sudah beberapa kali mendapati antarmuka baru pada dasbor Blogger, dan saya tahu kadang-kadang ada antarmuka baru yang bermasalah (tidak lebih baik dibanding antarmuka sebelumnya).

Sekian tahun lalu, saya tidak ingat tahun berapa, Blogger pernah menghadirkan antarmuka dasbor baru, tapi justru menimbulkan masalah, khususnya ketika kita ingin membuka bagian Tata Letak (misal untuk mengubah susunan tampilan blog). Karena masalah ini pula, antarmuka blogger baru (waktu itu) urung dilaksanakan, dan pengguna Blogger tetap menggunakan antarmuka dasbor yang lama—bisa jadi, ada banyak protes yang dilayangkan atas rencana penggantian antarmuka baru tersebut.

Sekarang, Blogger juga berencana mengganti antarmuka dasbornya, dan lagi-lagi menimbulkan masalah.

Pada antarmuka yang baru, dasbor Blogger didesain agar lebih mudah digunakan saat diakses lewat ponsel pintar (responsive). Salah satunya adalah mengubah susunan daftar artikel menggunakan scrolling. Sekilas, tujuan itu memudahkan pengguna. Tapi sebenarnya bisa menimbulkan masalah, bahkan menyulitkan!

Pada antarmuka dasbor Blogger yang lama, artikel tersusun dengan jelas, halaman per halaman, dan kita bisa mudah mencarinya. Kita juga bisa menentukan ada berapa artikel dalam satu halaman, dan, sekali lagi, itu mempermudah saat pencarian. Namun, pada antarmuka dasbor Blogger baru, susunan halaman per halaman itu dihilangkan, dan kita harus mencari artikel menggunakan scrolling.

Melakukan scrolling pada artikel yang jumlahnya puluhan—atau setidaknya ratusan—mungkin mudah. Tapi bagaimana kalau di blog kita ada ribuan artikel, karena telah ngeblog bertahun-tahun? Bagaimana kalau misalnya kita ingin mengedit atau memperbarui artikel lama, yang telah terbit pada 2003, yang tertumpuk di antara ribuan artikel lain? Melakukan scrolling untuk menemukan artikel itu tentu menghabiskan waktu dan energi, dan jelas sangat mengesalkan.

Mengedit atau memperbarui artikel lama sering dilakukan para penulis/blogger di blognya masing-masing. Jika Blogger benar-benar memaksakan penggunaan antarmuka dasbor baru—dengan masalah seperti yang saya jelaskan tadi—urusan mengedit dan memperbarui tulisan lama akan menjadi kegiatan yang penuh beban.

Karena itu, sebagai pengguna Blogger, saya sangat berharap Blogger membatalkan penggunaan antarmuka dasbor Blogger baru, dan tetap mempertahankan antarmuka dasbor lama. Karena antarmuka dasbor yang lama lebih fungsional dan lebih mudah digunakan daripada antarmuka dasbor yang baru. Kalau pun antarmuka dasbor yang baru tetap akan digunakan, Blogger sepertinya perlu mempertahankan antarmuka yang lama, agar pengguna yang masih membutuhkan tetap bisa menggunakan.

Selain dua kekurangan itu—ketiadaan fitur Tag dan penggantian antarmuka dasbor baru yang kadang bermasalah—tentu ada kekurangan lain dari platform Blogger, yang bisa kita kenali seiring waktu menggunakannya.

Mungkin ada blogger di sini, yang ingin menambahkan sesuatu?

Related

Internet 271258149460540129

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak dibaca

Hati-hati di Dunia Maya

Hati-hati di dunia maya. Orang yang kita sangka baik dan tampak seperti teman, ternyata bisa penjahat yang berbahaya.

Silakan baca:
item