Iran-Contra, Skandal Paling Memalukan yang Mencoreng Wajah Amerika

Ilustrasi/britannica.com
Ruang sidang Kongres Amerika kadang lebih mirip panggung teater dibanding tempat mencari kebenaran. Lampu televisi panas. Kamera berdengung pelan. Gelas air berjajar di meja panjang. Di depan para senator, duduk seorang marinir berwajah rapi dengan seragam penuh medali dan ekspresi yang tampak terlalu tenang untuk ukuran skandal internasional.

Oliver North tersenyum kecil, menegakkan badan, lalu mulai menjawab pertanyaan sambil sesekali terdengar seperti patriot, sesekali seperti salesman, sesekali seperti orang yang masih belum percaya semuanya bocor.

Di belakang semua itu ada jalur uang rahasia, pengiriman rudal, rekening Swiss, pesawat kargo, operasi ilegal di Amerika Tengah, dan satu kenyataan yang cukup memalukan; pemerintah Amerika diam-diam menjual senjata ke Iran, ketika secara resmi mereka terus meneriakkan bahwa Iran adalah musuh.

Skandal Iran-Contra terasa seperti campuran film politik murahan, fanatisme anti-komunis era Perang Dingin, dan birokrasi negara adidaya yang mulai percaya bahwa hukum berlaku untuk orang lain.

Washington tahun 1980-an dipenuhi aura macho Perang Dingin. Ronald Reagan tampil di televisi dengan senyum hangat khas kakek Amerika, sambil menyebut Uni Soviet “evil empire”. Gedung-gedung federal dipenuhi pejabat yang benar-benar percaya bahwa komunisme global harus dihancurkan di mana pun, termasuk di negara kecil yang bahkan banyak orang Amerika sulit menunjuknya di peta.

Nikaragua salah satunya. Setelah revolusi Sandinista menggulingkan diktator Anastasio Somoza pada 1979, pemerintahan kiri baru di Nikaragua langsung membuat Washington panik. Amerika melihat potensi “Kuba kedua” di Amerika Tengah. CIA mulai mendukung kelompok pemberontak anti-Sandinista yang dikenal sebagai Contra.

Masalahnya, Contra punya reputasi brutal. Pembunuhan. Penyiksaan. Serangan terhadap warga sipil. Laporan-laporan hak asasi manusia mulai menumpuk. Kongres AS muak dan mengesahkan Boland Amendment, aturan yang melarang bantuan militer langsung untuk Contra.

Di titik normal, operasi seharusnya berhenti. Tapi pemerintahan Reagan memilih jalur lain. Di situlah cerita berubah dari operasi intelijen menjadi semacam improvisasi liar yang dijalankan orang-orang yang mulai merasa mereka lebih patriotik daripada sistem demokrasi itu sendiri. Sebagian pejabat Dewan Keamanan Nasional atau NSC bertindak seperti kelompok rahasia kecil dalam negara.

Nama-nama mulai bermunculan; Oliver North, John Poindexter, Richard Secord. Orang-orang itu bicara tentang patriotisme, ancaman komunisme, kehormatan Amerika. Sering kali dengan nada yang membuat mereka terdengar seperti karakter dalam novel Tom Clancy yang terlalu lama hidup di bunker geopolitik.

Lalu Iran masuk ke cerita. Iran saat itu sedang perang brutal melawan Irak. Ribuan anak muda Iran mati di medan perang. Kota-kota dibombardir. Gas beracun digunakan Saddam Hussein. Amerika secara resmi memusuhi Iran pasca Revolusi Islam 1979 dan krisis sandera Kedutaan AS di Teheran. Retorika publik Washington terhadap Iran keras sekali.

Tetapi, diam-diam, beberapa pejabat Amerika melihat peluang.

Ada sandera Amerika yang ditahan kelompok militan pro-Iran di Lebanon. Pemerintahan Reagan ingin mereka bebas. Muncul gagasan absurd sekaligus sangat khas dunia intelijen; jual senjata ke Iran melalui jalur rahasia, lalu gunakan pengaruh Iran untuk membantu membebaskan sandera.

Transaksi itu dilakukan secara berlapis-lapis. Israel ikut menjadi perantara awal. Rudal TOW anti-tank dan suku cadang Hawk missile dikirim diam-diam. Uang hasil penjualan kemudian dialihkan sebagian untuk mendanai Contra di Nikaragua. Skemanya seperti mesin cuci geopolitik.

Musuh resmi Amerika membeli senjata Amerika, agar uangnya bisa dipakai membiayai perang rahasia melawan kelompok kiri di Amerika Tengah, sambil pemerintah Amerika tetap tampil di depan publik sebagai pembela hukum internasional dan anti-terorisme.

Ada detail yang hampir lucu dalam kekacauan operasinya. Sebagian transaksi melibatkan rekening bank Swiss. Dokumen disamarkan. Memo internal memakai bahasa birokratis yang dingin untuk menjelaskan tindakan yang sebenarnya ilegal. Orang-orang itu tetap datang kerja pagi hari, memakai jas, mengisi formulir administrasi, lalu diam-diam mengatur pengiriman senjata lintas negara.

Dunia intelijen kadang sangat banal secara visual. Banyak kejahatan geopolitik terjadi di kantor dengan karpet abu-abu dan kopi buruk.

Oliver North menjadi wajah paling terkenal, karena ia memang punya kualitas televisi. Wajah tegas. Seragam militer. Cara bicara penuh keyakinan. Saat sidang Kongres disiarkan langsung pada 1987, sebagian publik Amerika justru menganggapnya pahlawan. Rating televisi sidang itu tinggi sekali. Orang menonton politik seperti menonton serial drama.

North mengakui menghancurkan dokumen. Mesin penghancur kertas menjadi simbol aneh skandal ini. Bayangan staf NSC buru-buru memasukkan dokumen rahasia ke shredder, ketika semuanya mulai terbongkar, punya kualitas panik yang sangat manusia. Potongan-potongan kertas beterbangan seperti konfeti birokrasi.

Ada satu adegan yang selalu terasa penting dalam kisah Iran-Contra: Presiden Ronald Reagan tampil di televisi dan berkata bahwa Amerika tidak memperdagangkan senjata demi sandera.

Belakangan terbukti bahwa... ya, kurang lebih itulah yang terjadi.

Reagan sendiri tetap menjadi figur rumit dalam skandal itu. Sebagian orang percaya ia tidak memahami detail operasi yang dijalankan bawahannya. Sebagian lain menganggap itu alasan nyaman untuk melindungi presiden populer. Dunia politik Amerika sering bekerja lewat kabut tanggung jawab; terlalu banyak memo, terlalu banyak perantara, terlalu banyak “saya tidak ingat.”

Kalimat “plausible deniability” hidup subur di dunia seperti itu.

Sementara di Nikaragua, perang terus berjalan. Orang-orang mati sungguhan. Desa terbakar sungguhan. Kadang skandal politik Washington terasa terlalu fokus pada prosedur, dan terlalu sedikit membahas tubuh manusia yang hancur akibat kebijakannya.

Contra didukung dengan bahasa heroik anti-komunis, tetapi banyak laporan menunjukkan mereka melakukan pembantaian dan intimidasi terhadap warga sipil. Pemerintahan Reagan tetap berusaha membingkai mereka sebagai “freedom fighters”. Istilah politik sering bekerja seperti penghapus noda. Kata-kata dipoles sampai darah tampak administratif.

Skandal mulai runtuh ketika sebuah pesawat suplai untuk Contra ditembak jatuh di Nikaragua pada 1986. Seorang awak Amerika, Eugene Hasenfus, tertangkap hidup-hidup. Dari sana benang operasi mulai terbuka. Media mulai menggali. Laporan Lebanon tentang transaksi senjata dengan Iran ikut muncul.

Washington panik. Komisi Tower dibentuk. Sidang Kongres digelar. Nama-nama pejabat mulai dilempar ke publik. Oliver North menjadi selebritas nasional aneh—setengah patriot, setengah operator ilegal. Sebagian orang membencinya. Sebagian menjadikannya ikon konservatif.

Ada sesuatu yang sangat Amerika dalam seluruh kekacauan itu. Negara yang begitu obsesif bicara tentang rule of law ternyata diam-diam menjalankan operasi yang melanggar aturan yang mereka buat sendiri, beberapa lantai di bawah ruang pidato patriotik.

Tetap saja, Iran-Contra bukan penyimpangan unik. Dunia intelijen modern penuh operasi semi-liar seperti itu. Struktur resmi negara sering menciptakan ruang gelap tempat orang-orang tertentu merasa punya hak moral untuk melompati hukum demi “tujuan yang lebih besar”. Mereka mulai percaya bahwa pengawasan demokratis cuma penghalang teknis.

Bahasa mereka sering terdengar religius. Menyelamatkan bangsa. Melawan kejahatan global. Menjaga kebebasan. Lalu uang mulai dipindahkan lewat rekening rahasia.

Oliver North akhirnya dihukum atas beberapa dakwaan, meski kemudian dibatalkan karena masalah prosedural terkait kesaksian Kongres. Banyak tokoh utama lolos dari hukuman berat. Sebagian bahkan kembali menjadi komentator televisi atau tokoh publik konservatif.

Foto-foto sidang Iran-Contra sekarang terasa sangat khas era 1980-an; rambut mengilap, televisi CRT, map dokumen tebal, senator tua dengan kacamata besar. Tetapi inti ceritanya masih terasa sangat modern. Negara melanggar aturannya sendiri, lalu mencoba mengelola narasi setelah ketahuan.

Di ruang arsip nasional Amerika masih ada memo-memo Iran-Contra dengan bagian hitam disensor. Potongan kalimat hilang. Nama dihapus. Beberapa halaman tampak seperti tubuh yang dicabik tinta hitam birokrasi.

Orang-orang tetap membaca dokumen itu sambil mencoba memahami seberapa jauh sebuah pemerintahan bisa berbohong kepada publiknya sendiri tanpa benar-benar runtuh.


Related

Sejarah 539418339985786964

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item