Sebenarnya, Kaskus Masih Aktif atau Sudah Mati?

Ilustrasi/liputan6.com
Kaskus pernah terkenal sebagai forum terbesar di Indonesia, tempat jutaan pengguna internet berkumpul untuk menulis thread, membaca, mengomentari, sampai melakukan aktivitas jual beli. Tapi seiring waktu, khususnya saat ini, keberadaan Kaskus kadang menimbulkan tanda tanya. Media sosial Kaskus di Twitter sudah berhenti sejak 2011, sementara kabar/update lainnya seperti tidak ada. 

Kalau yang dimaksud "aktif" adalah server masih berjalan, aplikasi masih dikembangkan, dan forum masih bisa dipakai, jawabannya ya. Bahkan aplikasi Android Kaskus masih mendapat pembaruan rutin pada 2026, dengan update bug fix dan peningkatan performa. Di App Store juga masih ada pembaruan versi aplikasi.

Kalau yang dimaksud "aktif" adalah memiliki komunitas yang ramai, menjadi pusat percakapan internet Indonesia, dan hadir kuat di media sosial, jawabannya menurut saya tidak lagi.

Yang menarik justru kontradiksinya. Secara teknis, Kaskus belum mati. Secara budaya internet, Kaskus sudah jauh dari posisi yang pernah dimilikinya.

Akun X/Twitter resmi Kaskus praktis tidak lagi menjadi kanal komunikasi yang aktif. Banyak pengguna juga memperhatikan bahwa Instagram dan kanal resmi lainnya minim pembaruan, sehingga ketika situs mengalami gangguan, pengguna sering kebingungan harus mencari informasi ke mana. Bahkan diskusi-diskusi di Reddit beberapa bulan terakhir banyak membahas hal itu.

Menurut saya, ini sebenarnya lebih menarik daripada sekadar mengatakan "Kaskus sepi". Yang hilang bukan hanya penggunanya. Yang hilang adalah kehadiran.

Dulu, Kaskus terasa seperti perusahaan yang ikut hidup bersama komunitasnya. Admin muncul, moderator aktif, event rutin diadakan, regional menggelar kopdar, FJB berkembang setiap hari, thread-thread pilihan dipromosikan. Sekarang kesannya lebih seperti sebuah gedung yang pintunya masih terbuka, lampunya masih menyala, tetapi suara orang di dalamnya sudah pelan.

Ironisnya, mereka masih mengembangkan produknya. Misalnya aplikasi masih di-update, fitur video dan live chat pernah ditambahkan, bug masih diperbaiki, developer masih merilis versi baru. Artinya, masih ada tim yang bekerja. 

Yang tidak terlihat adalah strategi besarnya. Mengapa mereka nyaris tidak berkomunikasi ke publik? Mengapa media sosial resmi seperti dibiarkan sepi? Mengapa tidak ada narasi baru yang membuat orang ingin kembali? Saya justru menganggap itulah misteri terbesar Kaskus hari ini.

Banyak perusahaan tutup karena kehabisan uang. Kaskus justru terlihat seperti perusahaan yang masih bernapas, tetapi tidak lagi berbicara.

Kalau melihat percakapan para mantan pengguna di Reddit, kesan yang muncul hampir seragam. Mereka tidak membenci Kaskus. Justru banyak yang merindukannya. Mereka merasa forum Indonesia kehilangan ruang diskusi panjang setelah Kaskus meredup. Yang mereka sesalkan adalah Kaskus dianggap gagal beradaptasi ketika Facebook Groups, Telegram, Discord, Reddit, dan media sosial lain mengambil alih komunitas-komunitas yang dulu hidup di sana. Tentu ini adalah penilaian komunitas, bukan fakta yang bisa diukur secara objektif, tetapi pola komentarnya cukup konsisten.

Menurut saya, Kaskus sebenarnya tidak kalah karena teknologinya. Ia kalah karena gagal mempertahankan alasan orang untuk datang setiap hari.

Reddit berhasil mempertahankan identitas sebagai forum diskusi. Discord menjadi rumah komunitas. Facebook menjadi rumah grup. Telegram menjadi rumah percakapan. Kaskus pernah menjadi semuanya sekaligus, lalu perlahan kehilangan identitas itu.

Kaskus bukan "forum yang mati". Ia lebih mirip perusahaan internet Indonesia yang masih hidup secara teknis, tetapi seperti kehilangan suaranya sendiri.


Related

Internet 5541410421456971623

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item