Heaven’s Gate, Sekte Aneh yang Percaya UFO Akan Menjemput Mereka

Heaven’s Gate, Sekte Aneh yang Percaya UFO Akan Menjemput Mereka
Ilustrasi milik BSM
Ada sesuatu yang sangat mengganggu dari rekaman video Heaven’s Gate. Bukan karena tampilannya menyeramkan seperti film horor murah tahun 1990-an. Justru sebaliknya. Semuanya terlalu tenang. Terlalu bersih. Terlalu sopan.

Ruangan tampak rapi. Orang-orang berbicara pelan. Marshall Applewhite duduk di depan kamera dengan mata yang sulit dijelaskan. Mata seorang guru TK yang sudah tidak percaya pada bumi. Ia berbicara tentang “Next Level”, tentang kendaraan biologis manusia, tentang evolusi kosmik. Suaranya lembut seperti instruktur meditasi tengah malam di radio AM. Lalu ia mengatakan bahwa tubuh manusia hanyalah wadah sementara yang harus ditinggalkan.

Kalau mendengarnya lima menit, orang mungkin tertawa. Kalau mendengarnya dua jam, kepala mulai terasa mau pecah.

Rancho Santa Fe sebenarnya kawasan mahal. Bukit-bukit tenang di California Selatan, rumah-rumah besar tersembunyi di balik pepohonan dan gerbang otomatis. Tempat yang biasanya dipenuhi dokter bedah, pengusaha, mantan atlet. Bukan lokasi yang langsung terbayang untuk bunuh diri massal paling terkenal di akhir abad ke-20.

Rumah di 18241 Colina Norte itu disewa dengan nama palsu. Tetangga melihat penghuninya sopan, jarang keluar, tidak bikin masalah. Kadang ada van hitam parkir di depan rumah. Kadang terdengar suara mesin pemotong rumput. Tidak ada ritual api unggun. Tidak ada jubah aneh. Amerika sudah terlalu lama membayangkan sekte selalu tampil seperti film murahan; orang-orang liar di hutan sambil menyembah kambing.

Ketika polisi masuk ke rumah itu pada Maret 1997, mereka menemukan tubuh-tubuh terbaring rapi di tempat tidur susun dan kasur tipis. Wajah tertutup kain ungu segitiga. Sepatu Nike Decades hitam-putih masih melekat di kaki. Celana training hitam. Kaos hitam. Di saku beberapa korban ada uang lima dolar dan koin 75 sen. “Uang ongkos,” kata mantan anggota Heaven’s Gate kemudian, setengah bercanda, setengah tidak.

Bau di rumah itu berat. Polisi yang pertama masuk mengatakan udara terasa lembap dan manis karena tubuh mulai membusuk. Pendingin ruangan tetap menyala supaya proses pembusukan melambat. Sebagian anggota meninggal beberapa hari sebelum yang lain. Bunuh dirinya bertahap, bergelombang. Kelompok pertama membantu kelompok kedua mati. Kelompok kedua membantu kelompok ketiga.

Tiga puluh sembilan orang.

Bukan tiga puluh sembilan orang bodoh. Itu bagian yang sering gagal dipahami publik. Orang suka menenangkan diri dengan berpikir anggota sekte pasti idiot. Padahal banyak anggota Heaven’s Gate berpendidikan tinggi. Ada mantan perawat, programmer komputer, teknisi, guru musik. Mereka bisa mengoperasikan bisnis web design kecil bernama Higher Source. Mereka membuat website untuk klien ketika internet masih terasa seperti kota liar penuh GIF berkedip dan suara modem dial-up.

Situs Heaven’s Gate masih online sekarang. Tampilan abu-abu sederhana, huruf Times New Roman, hyperlink biru kusam. Rasanya seperti membuka makam digital yang tidak sadar dirinya sudah mati.

Ada bagian yang paling mengganggu; situs itu tidak tampak dibuat untuk menipu. Tidak ada gaya kharismatik seperti televangelist TV kabel. Tidak ada kemewahan. Tidak ada mobil emas. Marshall Applewhite tampak lebih seperti dosen komunitas kampus yang terlalu lama sendirian.

Ia lahir di Texas pada 1931. Ayahnya seorang pendeta Presbyterian. Applewhite pernah menjadi guru musik dan penyanyi opera. Hidupnya mulai runtuh pelan-pelan; kehilangan pekerjaan, pernikahan gagal, konflik soal seksualitas. Tahun 1970-an ia bertemu Bonnie Nettles, seorang perawat yang percaya pada astrologi dan mistisisme. Kombinasi mereka aneh sekali. Seperti Alkitab dicampur Star Trek dan paranoia UFO era Perang Dingin.

Mereka mulai menyebut diri “Bo and Peep”.

Ada rekaman lama Applewhite berjalan di depan papan tulis, menjelaskan bahwa Yesus sebenarnya makhluk luar angkasa tingkat tinggi. Kadang ia tersenyum kecil setelah mengatakan sesuatu yang benar-benar gila. Itu yang bikin tidak nyaman. Tidak ada intensitas Jim Jones. Tidak ada ledakan emosi ala David Koresh. Applewhite bicara seperti pegawai bank menjelaskan cicilan rumah.

Tahun 1997, komet Hale-Bopp muncul di langit dan menjadi fenomena global. Orang-orang keluar rumah membawa teleskop murah. Media televisi sibuk menayangkan gambar ekor komet panjang kebiruan. Di Arizona, New Mexico, Nevada, toko alat astronomi penuh.

Lalu muncul rumor tentang objek misterius di belakang komet. Acara radio paranormal Coast to Coast AM ikut meniup api. Seorang amatir astronomi mengklaim ada pesawat luar angkasa mengikuti Hale-Bopp. Klaim itu salah total; objek yang dilihat ternyata bintang biasa. Rumor telanjur hidup. Heaven’s Gate menelannya bulat-bulat. Mereka percaya pesawat alien sedang menunggu untuk menjemput jiwa yang siap “naik level”.

Applewhite merekam video perpisahan beberapa hari sebelum kematian massal. Anggota Heaven’s Gate satu per satu muncul di kamera sambil tersenyum. Mereka terlihat bahagia. Itu bukan senyum dramatis orang fanatik di film. Senyum mereka mirip mahasiswa selesai ujian akhir semester. Seorang perempuan bernama Kathryn mengatakan ia “akhirnya pulang”.

Mata saya sempat pedih waktu pertama kali menonton rekaman itu tengah malam. Bukan karena sedih. Lebih karena ada sesuatu yang terasa salah secara biologis saat melihat manusia begitu damai menjelang kematian yang disengaja. Otak seperti menolak menyatukan dua hal itu.

Sebagian anggota menjalani kebiri sukarela. Applewhite sendiri ikut dikebiri di Meksiko. Mereka percaya dorongan seksual mengikat manusia pada “kendaraan biologis” tingkat rendah. Tubuh dianggap gangguan. Nafsu dianggap bug dalam sistem.

Sekte sering dibayangkan sebagai tempat penuh pesta liar dan manipulasi seksual. Heaven’s Gate malah seperti biara digital antiseks yang dibangun oleh orang-orang kesepian yang terlalu lama online sebelum dunia memahami efek internet terhadap pikiran manusia. Karena itu Heaven’s Gate terasa sangat modern.

Kelompok ini muncul sebelum Facebook, sebelum YouTube, sebelum algoritma TikTok. Tapi pola pikirnya sudah terasa seperti internet abad ke-21; orang-orang yang terisolasi secara sosial menemukan komunitas virtual kecil yang memperkuat keyakinan mereka sendiri sampai kenyataan luar terdengar palsu.

Applewhite mungkin akan sangat cocok hidup di zaman sekarang. Bayangkan dia punya podcast. Bayangkan dia punya kanal YouTube dengan thumbnail biru neon dan tulisan “THEY LIED ABOUT HUMAN EVOLUTION”. Bayangkan potongan ceramahnya beredar di TikTok dengan musik ambient kosmik. Rasanya mengerikan karena tidak sulit dibayangkan.

Amerika tahun 1990-an memang sedang mabuk UFO. “The X-Files” meledak. Buku alien laris. Kepercayaan pada pemerintah runtuh setelah Watergate dan berbagai skandal federal. Heaven’s Gate tumbuh di tanah yang sudah lembap oleh paranoia nasional. Mereka cuma mengambil semuanya sedikit lebih jauh. Sedikit.

Nike pernah mendapat mimpi buruk PR gara-gara kasus itu. Sepatu Nike Decades mendadak terkenal karena dipakai seluruh anggota sekte saat bunuh diri. Model itu akhirnya dihentikan. Bertahun-tahun kemudian, sepatu itu malah jadi barang kolektor aneh di internet. Orang menjualnya ribuan dolar di eBay. Dunia modern punya kemampuan luar biasa mengubah tragedi menjadi memorabilia.

Tubuh-tubuh di Rancho Santa Fe ditemukan setelah mantan anggota Heaven’s Gate menerima paket video dari kelompok itu dan menghubungi polisi. Sebagian besar media langsung menjadikan kasus ini bahan ejekan nasional. Late-night show membuat lelucon UFO. Surat kabar memuat kartun alien. Publik Amerika suka menertawakan orang-orang yang mati karena percaya terlalu keras pada sesuatu.

Padahal hampir semua masyarakat punya bentuk Heaven’s Gate versi masing-masing. Bedanya cuma kostum dan kosmologinya.

Applewhite dikremasi setelah autopsi. Abu jenazahnya dikembalikan kepada keluarga. Rumah tempat bunuh diri massal itu akhirnya dihancurkan. Pengembang properti mengganti alamatnya supaya orang berhenti datang untuk melihat lokasi kematian. Sekarang berdiri rumah baru di sana. Rumput hijau. Jalan sunyi. Langit California tetap biru terang seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Website Heaven’s Gate masih hidup. Huruf-huruf abu-abu itu masih ada. Link-link lama masih bisa diklik. Kadang servernya lambat. Kadang muncul halaman tentang “The Evolutionary Level Above Human”.

Sisa-sisa sekte yang percaya dunia akan segera ditinggalkan. Seperti jendela komputer tua yang lupa ditutup.


Related

Umum 8043360730747623061

Posting Komentar

Jangan menyisipkan link ke dalam komentar, karena akan ditandai sebagai spam.

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item