Kisah Suraj Chavan, Pria yang Disebut ‘Justin Bieber India’

Kisah Suraj Chavan, Pria yang Disebut ‘Justin Bieber India’
Ilustrasi/okezone.com
Suraj Chavan mungkin salah satu contoh paling aneh tentang bagaimana seseorang bisa terkenal pada zaman internet: bukan karena sebuah lagu yang meledak, bukan karena film blockbuster, bahkan bukan karena sejak awal memiliki industri hiburan yang menunggunya. Rambutnya yang paling berperan.

Potongan rambutnya yang mengingatkan orang pada Justin Bieber era awal 2010-an menjadi bahan perbandingan, meme, dan video pendek. Dari sana muncul julukan “Justin Bieber India”. 

Kedengarannya seperti lelucon internet yang seharusnya hidup selama beberapa hari, kemudian digantikan lelucon lain. Suraj Chavan justru terus hidup setelah leluconnya selesai. Ia sudah memiliki penggemar sendiri, tampil di berbagai acara, memenangkan reality show, masuk film Marathi, dan mengumpulkan jutaan pengikut. Pada titik tertentu, orang tidak lagi datang untuk melihat orang yang mirip Bieber. Mereka datang untuk melihat Suraj Chavan.

Perubahan semacam itu terasa kecil kalau hanya dilihat dari layar ponsel. Sebuah video muncul, orang tertawa, beberapa akun mengunggah ulang, jumlah penonton naik. Tetapi di balik angka-angka itu terdapat sebuah perpindahan status yang cukup brutal: seseorang yang semula menjadi objek lelucon perlahan memperoleh kemampuan untuk menentukan sendiri apa yang ingin ditampilkan kepada publik.

Suraj berasal dari Modhave, sebuah desa di wilayah Baramati, distrik Pune, Maharashtra. Kehidupannya jauh dari dunia selebritas. Laporan tentang masa mudanya menyebut bahwa ia kehilangan ayah dan ibu ketika masih kecil dan kemudian hidup bersama lima kakak perempuannya. 

Ia pernah bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan sekitar 300 rupee sehari dan pendidikannya berhenti sekitar kelas delapan. Beberapa laporan bahkan menyebut ia mengalami kesulitan membaca bahasa Marathi. Detail seperti itu terasa hampir terlalu kontras ketika diletakkan berdampingan dengan foto Suraj sekarang: rambut tertata, pakaian mencolok, mikrofon di tangan, kerumunan orang mengangkat ponsel untuk merekamnya.

Media sosial masuk ke hidupnya melalui keponakannya. Suraj mulai membuat video menggunakan ponsel milik orang lain. Video-video awalnya tidak membutuhkan produksi rumit. Reaksi spontan, tantangan sederhana, dialog yang tidak terlalu dipoles, ekspresi wajah yang kadang berlebihan. Justru ketidaksempurnaan itulah yang bekerja. Ia tidak tampak seperti orang yang sedang mencoba menjadi pembawa acara televisi. Ia tampak seperti seseorang yang sedang bersenang-senang di depan kamera.

Internet menyukai hal semacam itu, terutama ketika tidak terasa terlalu dirancang.

Ada persoalan yang lebih menarik daripada soal apakah Suraj benar-benar mirip Justin Bieber. Menurut saya, kemiripan itu sendiri sebenarnya tidak terlalu penting. Justin Bieber memiliki wajah dan rambut tertentu pada masa ketika lagu “Baby” membuatnya dikenal di seluruh dunia. Suraj Chavan kebetulan memiliki gaya rambut yang mengingatkan orang pada periode tersebut. Internet kemudian melakukan pekerjaannya: menemukan kemiripan, memperbesar kemiripan, membuat perbandingan foto, memberi nama pada kemiripan, kemudian mengulang nama itu sampai nama tersebut menjadi identitas baru.

Begitu seseorang diberi label yang mudah diingat, algoritma mendapat sesuatu yang bisa dijual kepada perhatian manusia.

“Justin Bieber India” jauh lebih mudah disebarkan daripada “Suraj Chavan, kreator konten Marathi dari Modhave, Baramati, dengan perjalanan hidup tertentu”. Nama pertama langsung memberi gambar di kepala orang. Nama kedua membutuhkan penjelasan. Internet hampir selalu memilih yang pertama.

Yang membuat kisah Suraj berbeda adalah ia kemudian memperoleh legitimasi yang tidak lagi bergantung pada meme. Pada 2024, ia memenangkan musim kelima Bigg Boss Marathi, versi Marathi dari format reality show Bigg Boss. Kemenangan itu penting karena mempertemukan dua jenis popularitas: popularitas internet dan televisi. Sebelumnya, orang dapat menemukan Suraj melalui video pendek yang beredar. Setelah Bigg Boss Marathi, ia masuk ke ruang keluarga melalui televisi dan memperoleh pengenalan yang lebih luas di luar lingkaran pengikut media sosialnya.

Reality show seperti Bigg Boss juga bekerja dengan cara yang agak berbeda dari media sosial. Di media sosial, seseorang bisa memilih potongan dirinya sendiri. Di rumah Bigg Boss, kepribadian seseorang diamati melalui interaksi, konflik, percakapan, permainan, dan keputusan yang berlangsung terus-menerus. Penonton kemudian memilih. Suraj menang. Hadiahnya dilaporkan mencapai sekitar 26,4 lakh rupee menurut sejumlah laporan, meskipun rincian hadiah yang diberitakan berbagai media tidak selalu sama.

Setelah itu datang film Marathi Zapuk Zupuk pada 2025. Kariernya mulai bergerak ke wilayah yang berbeda. Ia bukan lagi sekadar wajah yang muncul karena algoritma. Ia menjadi seseorang yang bisa dipasang dalam acara televisi, pertunjukan, promosi, dan produksi hiburan.

Jumlah pengikut Instagram-nya kemudian mencapai lebih dari 2,7 juta. Itu angka yang terlalu besar untuk disebut sebagai efek samping sebuah meme.

Ada ironi kecil di sini. Orang-orang yang pertama kali memperkenalkan Suraj kepada sebagian besar pengguna internet mungkin sebenarnya tidak bermaksud membangun kariernya. Mereka hanya melihat seorang pria dengan rambut yang mengingatkan mereka pada Bieber. Mereka membuat lelucon. Orang lain ikut membuat lelucon. Orang ketiga mengunggah ulang. Orang keempat menambahkan musik. Orang kelima mengomentari wajahnya. Tidak seorang pun perlu memiliki rencana.

Karier bisa tumbuh dari sesuatu yang pada awalnya bahkan tidak dianggap sebagai karier.

Kisah Suraj juga semakin aneh ketika pada awal 2026 beredar klaim bahwa ia telah dipilih sebagai “pria tertampan di India”. Narasi itu membuat popularitasnya kembali melonjak, terutama di luar India. Beberapa unggahan bahkan memberi kesan bahwa terdapat voting besar-besaran untuk menentukan pria paling tampan di negara berpenduduk lebih dari satu miliar orang. Kenyataannya jauh lebih membosankan dan justru karena itu lebih menarik: tidak ditemukan sistem voting nasional resmi atau lembaga yang memberikan gelar semacam itu kepada Suraj. Klaim tersebut dinyatakan menyesatkan dan ditandai sebagai palsu melalui Community Notes di X.

Itu memperlihatkan sesuatu yang sering luput ketika kita membicarakan viralitas. Informasi palsu tidak selalu membutuhkan kebohongan yang sangat rumit. Kadang-kadang ia hanya membutuhkan satu cerita yang terdengar menyenangkan.

“Pria mirip Justin Bieber menjadi pria tertampan di India” jauh lebih menarik daripada “kreator konten Marathi memenangkan Bigg Boss Marathi dan memperoleh pengikut dalam jumlah besar”. Cerita pertama terasa seperti dongeng internet. Cerita kedua membutuhkan konteks. Maka cerita pertama berlari lebih cepat.

Suraj sendiri tetap ada di tengah semua itu, dengan wajah yang sama.

Belakangan, kehidupannya bahkan bergerak semakin jauh dari citra “meme internet”. Ia menikah dengan Sanjana Gophane pada 29 November 2025, dan pada September 2026 mereka diberitakan menyambut anak pertama.

Saya justru membayangkan bagian yang paling ganjil terjadi bukan ketika ribuan orang mengenalinya, tetapi ketika seseorang di masa lalu yang pernah melihat Suraj bekerja sebagai buruh harian mendadak melihat wajahnya terpampang di layar ponsel. Orang yang sama. Rambut yang sama, mungkin tidak. Kehidupannya jelas tidak sama.

Seseorang bisa masuk internet sebagai bahan tertawaan, dan keluar sebagai selebritas.

Itu membuat julukan “Justin Bieber India” terdengar sedikit berbeda. Justin Bieber mungkin menjadi titik awal leluconnya, tetapi sekarang julukan itu justru menjadi pintu masuk menuju nama Suraj Chavan sendiri. Orang mencari Bieber dan menemukan Suraj. Setelah beberapa saat, mereka mungkin sudah tidak peduli lagi pada Bieber.

Mereka hanya ingin melihat Suraj naik panggung, memegang mikrofon, tersenyum lebar ketika penonton berteriak, dan menyaksikan ponsel-ponsel terangkat dari tengah kerumunan.

Di layar, rambutnya bergerak ketika ia menoleh ke arah penonton. Seseorang di barisan depan sudah merekam. Teriakan semakin keras. Suraj mengangkat tangan. Rekaman itu nanti akan dipotong menjadi video berdurasi beberapa detik, diberi musik, diberi tulisan “Justin Bieber India”, lalu dikirim kembali ke internet.

Siklusnya mulai lagi.


Related

Entertainment 7997446669794197783

Posting Komentar

Jangan menyisipkan link ke dalam komentar, karena akan ditandai sebagai spam.

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item