The Family International, Sekte Keluarga Sesat yang Merusak Manusia

The Family International, Sekte Keluarga Sesat yang Merusak Manusia
Ilustrasi/theguardian.com
Seorang perempuan yang lahir di dalam The Family International pernah berkata bahwa saat pertama kali keluar dari komunitas itu, ia bingung berdiri di supermarket. Terlalu banyak pilihan sereal membuatnya panik. Rak-rak tinggi, lampu putih terang, musik pop pelan dari speaker plafon. Orang lain mendorong troli dengan wajah biasa saja, sementara kepalanya terasa seperti mesin yang mendadak kemasukan terlalu banyak suara.

Hal-hal kecil semacam itu sering hilang dari pembahasan tentang sekte. Orang membayangkan trauma selalu berbentuk cambuk, ruang bawah tanah, ritual gelap. Kadang trauma muncul sebagai ketidakmampuan memilih pasta gigi karena sepanjang hidup pilihan sudah dibuatkan orang lain.

The Family International adalah versi “rebranding” dari Children of God, gerakan yang dibangun David Berg setelah reputasi kelompoknya mulai dipenuhi tuduhan pelecehan seksual anak dan manipulasi psikologis. Nama baru, logo baru, bahasa lebih lembut. Bau lama tetap menempel.

Mereka menyebut komunitas mereka “homes”. Rumah-rumah komunal tersebar di banyak negara; Argentina, Jepang, Brasil, Filipina, Thailand, Meksiko. Anak-anak tumbuh berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lain, sering kali tanpa pendidikan formal yang layak. Dunia luar disebut “The System”. Istilah pendek yang terdengar seperti jargon film dystopia murahan, tapi dipakai serius.

“The System” dianggap rusak, materialistis, penuh dosa, penuh ancaman spiritual. Anak-anak diajari bahwa dunia luar akan menghancurkan mereka.

Cara paling efektif mengurung manusia memang tidak selalu memakai tembok. Cukup buat mereka takut keluar.

Video-video internal The Family sekarang banyak beredar di internet. Gambarnya buram khas VHS 1980-an dan 1990-an. Anak-anak menyanyi lagu rohani sambil tersenyum ke kamera. Orang dewasa memetik gitar. Semua tampak terlalu cerah. Terlalu antusias. Saya selalu merasa ada sesuatu yang tidak nyaman ketika melihat komunitas yang tersenyumnya terlalu seragam.

Sebagian besar anak di kelompok itu tidak tumbuh dengan konsep hidup biasa. Sekolah formal minim. Hubungan dengan keluarga biologis luar sekte diputus atau dibatasi. Bacaan disensor. Musik disaring. Banyak yang tidak tahu cara kerja bank, universitas, pekerjaan normal, bahkan percakapan sosial sederhana di luar komunitas.

Bayangkan berusia dua puluh tahun, dan baru sadar bahwa sebagian besar dunia tidak berbicara memakai bahasa psikologis dan religius yang selama ini memenuhi kepalamu.

Anak-anak The Family International sering diajari materi internal kelompok sejak kecil. Ada komik, lagu, pelajaran rohani, dan doktrin tentang akhir zaman. Beberapa materi lama Children of God yang penuh unsur seksual masih beredar di tahun-tahun awal transformasi menuju The Family.

Sebagian mantan anggota menggambarkan masa kecil mereka seperti hidup dalam dunia paralel kecil yang terputus dari realitas umum. Mereka tahu nama tokoh-tokoh sekte lebih baik daripada nama presiden atau ilmuwan terkenal. Mereka hafal ayat dan jargon internal, tapi tidak tahu cara mengisi formulir kerja.

Kebingungan setelah keluar sering terasa brutal. Rose McGowan pernah berbicara tentang masa kecilnya dalam kelompok itu. Ia tinggal bersama komunitas The Children of God di Italia sebelum akhirnya keluarganya keluar. Dalam wawancara, McGowan menggambarkan suasana kontrol psikologis yang membuat dunia luar terasa seperti ancaman permanen.

Aktor Joaquin Phoenix dan saudara-saudaranya juga sempat hidup dalam kelompok itu saat kecil di Venezuela. Keluarganya keluar ketika menyadari banyak hal yang tidak beres. Ada sesuatu yang aneh saat menyadari beberapa wajah terkenal Hollywood pernah melewati masa kecil dalam lingkungan sekte, lalu muncul di layar bioskop sebagai figur publik biasa. Trauma kadang memakai pakaian yang sangat normal.

The Family mencoba membersihkan citra mereka sejak akhir 1990-an dan awal 2000-an. Mereka secara resmi menghapus beberapa praktik ekstrem, dan mulai mengakui adanya penyimpangan masa lalu. Situs web mereka berubah lebih modern. Bahasa mereka lebih profesional. Seks bebas dan “Flirty Fishing” perlahan ditinggalkan.

Masalahnya, tubuh manusia tidak ikut reset hanya karena organisasi mengganti manual operasional.

Banyak mantan anggota menggambarkan efek jangka panjang yang terasa kabur tapi menghancurkan; rasa malu terhadap tubuh sendiri, paranoia sosial, kesulitan membangun hubungan sehat, ketidakmampuan memahami batas personal. Sebagian mengalami serangan panik saat memasuki ruang publik besar. Sebagian merasa bersalah hanya karena menikmati kehidupan biasa. Sekte jenis ini menciptakan manusia dengan sistem operasi sosial yang berbeda.

Saya pernah membaca forum online mantan anggota The Family. Panjang sekali. Orang-orang saling bertukar pengalaman tentang hal paling kecil; pertama kali memakai pakaian normal, pertama kali menonton film mainstream, pertama kali sadar bahwa keluarga biasa tidak membaca “surat rohani” setiap malam sebelum tidur.

Ada yang menulis bahwa ia baru tahu, di usia dua puluh lima, bahwa dirinya boleh menolak sentuhan fisik. Kalimat itu terasa berat di kepala lebih lama dari yang saya kira.

The Family International punya struktur internal yang sangat cair tapi tetap mengontrol. Tidak semua anggota mengalami kekerasan fisik langsung. Itu yang membuat kelompok seperti ini sulit dipahami orang luar. Banyak mantan anggota juga punya kenangan hangat; bermain musik bersama, hidup komunal, perjalanan lintas negara, rasa kebersamaan intens.

Sekte sering berhasil justru karena mereka memberi cinta dalam dosis nyata, sebelum mengubah cinta itu menjadi alat kontrol.

Rumah-rumah komunitas The Family biasanya penuh anak kecil, kasur bertumpuk, poster religius, buku pelajaran internal, gitar tua di sudut ruangan. Ada bau campuran deterjen murah, makanan massal, dan ruangan yang terlalu padat manusia. Sebagian mantan anggota mengatakan, mereka hampir tidak pernah punya waktu sendirian semasa kecil. Privasi dianggap egois.

Pendidikan formal sering dianggap tidak penting dibanding pendidikan spiritual. Dunia akademik dipandang sebagai alat “The System”. Hasilnya, banyak anak keluar dari komunitas tanpa keterampilan dasar menghadapi dunia luar. Beberapa akhirnya bekerja serabutan. Sebagian masuk depresi berat. Sebagian kembali lagi ke komunitas karena dunia normal terasa terlalu asing. Manusia bisa rindu bahkan pada tempat yang menyakitinya.

Internet perlahan mengubah semuanya. Anak-anak generasi baru mulai melihat dunia luar lewat komputer dan warnet. Sebagian diam-diam membaca forum mantan anggota. Sebagian mulai sadar bahwa hidup mereka tidak normal. Sekte tertutup jauh lebih sulit bertahan ketika informasi bocor dari segala arah. Tetap saja, isolasi mental punya umur panjang. 

Ada rekaman lagu anak-anak The Family di YouTube sekarang. Suara mereka riang sekali. Harmonisasi sederhana dengan keyboard murah. Video VHS pudar dengan warna terlalu terang dan kualitas audio mendesis. Kalau tidak tahu sejarah kelompoknya, orang mungkin mengira itu cuma komunitas Kristen kecil biasa yang merekam acara keluarga.

Salah satu mantan anggota pernah berkata, bagian paling sulit setelah keluar bukan membenci kelompoknya, tapi menerima bahwa sebagian kenangan masa kecilnya memang benar-benar indah. Otak manusia tidak suka kenyataan bercampur seperti itu. Orang ingin penjahat selalu hitam total, dan korban selalu sadar sedang disakiti. Kenyataannya jauh lebih lengket.

Beberapa anggota The Family masih aktif sampai sekarang. Organisasinya mengecil, lebih hati-hati, lebih diam. Mereka tetap berbicara tentang cinta, spiritualitas, dan komunitas global. Kata “keluarga” terus dipakai.

Di banyak foto lama mereka, anak-anak terlihat memeluk orang dewasa sambil tersenyum ke kamera dengan mata sedikit terlalu kosong untuk usia segitu.


Related

Umum 1870314552664649582

Posting Komentar

Jangan menyisipkan link ke dalam komentar, karena akan ditandai sebagai spam.

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item