Children of God, Sekte Sesat Pemuja Seks yang Dipimpin Orang Cabul

Ilustrasi/sindonews.com
Anak-anak di kelompok itu diajari lagu tentang cinta Yesus sambil duduk di lantai rumah komunal yang pengap. Dinding penuh poster warna-warni. Gitar akustik dipetik pelan. Orang-orang dewasa tersenyum terlalu lebar. Rambut panjang, sandal kulit, wajah seperti komunitas hippie damai di California tahun 1970-an.

Beberapa jam kemudian, sebagian anak yang sama mungkin dipaksa membaca surat internal tentang seks “spiritual”. Atau dipeluk orang dewasa yang seharusnya tidak menyentuh mereka.

Nama kelompoknya terdengar seperti paduan suara gereja musim panas; Children of God. Belakangan mereka mengganti nama menjadi The Family International, mungkin karena “Children of God” mulai terdengar terlalu dekat dengan laporan polisi.

Pemimpinnya, David Berg, suka dipanggil “Moses David” atau “Mo”. Foto-fotonya memperlihatkan pria tua berjanggut putih dengan mata licin dan senyum seorang pengkhotbah yang tahu ia bisa membuat orang menelan apa saja selama cukup sering menyebut nama Tuhan.

Berg lahir dari keluarga evangelis keliling. Orang tuanya pendeta. Ia tumbuh di lingkungan religius Amerika yang percaya dunia sedang menuju kiamat dan generasi muda tersesat dalam dosa. Tahun 1960-an, Amerika memang sedang pecah di segala arah; perang Vietnam, LSD, hippie, seks bebas, demonstrasi anti-pemerintah. Anak-anak muda kabur dari rumah dan tidur di trotoar Haight-Ashbury sambil mencari makna hidup dengan rambut bau ganja dan kaki telanjang.

Berg melihat peluang. Ia mulai berkhotbah kepada anak-anak hippie di California dan Arizona. Pesannya terdengar menarik bagi generasi yang muak pada gereja konservatif; tinggalkan materialisme, hidup komunal, cinta universal, kembali pada Yesus. Campuran Kristen apokaliptik dan budaya kontra.

Awalnya tampak seperti gerakan jalanan biasa. Banyak sekte memang lahir dengan wajah yang hampir masuk akal.

Surat-surat internal Berg, yang dikenal sebagai “Mo Letters”, kemudian menjadi pusat ideologi kelompok. Ribuan halaman. Diketik seperti campuran khotbah gereja, fantasi seksual, manipulasi psikologis, dan ocehan pria tua yang makin kehilangan batas realitas. Berg menulis tentang seks terus-menerus. Seks sebagai ibadah. Seks sebagai alat perekrutan. Seks sebagai bentuk pengorbanan spiritual.

Ada ilustrasi-ilustrasi cabul yang ia gambar sendiri. Kadang terasa seperti membaca pikiran seseorang yang sudah terlalu lama hidup tanpa ada orang berani mengatakan; itu gila.

Salah satu praktik paling terkenal adalah “Flirty Fishing”. Nama yang terdengar seperti acara TV murahan, padahal maksudnya anggota perempuan didorong memakai seks untuk menarik pria masuk ke sekte atau mendapatkan uang dan dukungan. Berg mengambil metafora Alkitab tentang “penjala manusia” lalu memelintirnya jadi operasi eksploitasi seksual global. 

Perempuan muda dikirim ke bar, klub malam, pelabuhan, kawasan wisata. Mereka diajar bahwa tidur dengan pria asing bisa menjadi pelayanan rohani.

Tubuh perempuan berubah menjadi alat rekrutmen dengan ayat-ayat suci ditempel di atasnya seperti stiker murah.

Kelompok itu berpindah-pindah negara; Portugal, Spanyol, Prancis, Argentina, Filipina, Jepang. Rumah-rumah komunal mereka sering penuh anak kecil, kasur tipis, pakaian tergantung sembarangan, dan suasana chaos yang dibungkus jargon kasih. Banyak mantan anggota menggambarkan bau rumah sebagai “campuran susu bubuk, asap rokok, pakaian lembap, dan makanan murah dalam panci besar”.

Anak-anak tumbuh tanpa privasi. Tanpa dunia luar. Tanpa konsep batas tubuh yang sehat. Itu bagian yang paling busuk dari cerita Children of God. Bukan sekadar eksploitasi seksual orang dewasa, tapi bagaimana mereka menghancurkan gagasan dasar tentang masa kecil. Berg mulai menulis bahwa anak-anak adalah makhluk seksual alami. Ia membenarkan hubungan seksual antara orang dewasa dan anak lewat tafsir agama yang dipelintir habis-habisan.

Beberapa “Mo Letters” bahkan memberi instruksi yang sekarang terasa hampir mustahil dibaca tanpa mual.

Mantan anggota seperti Ricky Rodriguez kemudian berbicara tentang pelecehan sistematis sejak kecil. Anak-anak diajari menyebut tindakan seksual sebagai bentuk cinta. Sebagian dipotret. Sebagian dipaksa tampil dalam materi internal kelompok.

Rodriguez lahir di dalam sekte dan dianggap “anak istimewa”. Berg menyebutnya “Davidito”. Ada video lama yang memperlihatkan anak kecil itu tersenyum di kamera komunitas sambil dipuja seperti simbol spiritual masa depan. Beberapa tahun kemudian hidupnya runtuh total.

Tahun 2005, Rodriguez membunuh seorang mantan pengasuh yang ia tuduh melecehkannya semasa kecil. Setelah itu ia bunuh diri di Arizona.

Sulit menonton wawancara-wawancara mantan anggota tanpa merasa tubuh sedikit dingin. Banyak dari mereka berbicara datar, hampir terlalu datar, seperti orang yang emosinya dipaksa berhenti bekerja sejak usia dini. Ada perempuan yang menceritakan bagaimana mereka harus tidur berdesakan di rumah komunal sambil mendengar suara orang dewasa berhubungan seks di kamar sebelah setiap malam.

Kata “keluarga” di kelompok itu terdengar seperti ancaman.

Berg sendiri hidup makin paranoid dan terisolasi. Ia berpindah-pindah lokasi sambil mengendalikan sekte lewat surat. Ia jarang muncul langsung, seperti paus cabul bawah tanah yang memerintah lewat mesin fotokopi. Semakin tua, tulisan-tulisannya makin liar. Ada obsesi soal Antikristus, kiamat, masturbasi, pengkhianatan internal.

Tubuhnya membusuk pelan akibat penyakit, tapi kontrolnya terhadap anggota tetap besar.

Banyak anggota sebenarnya tidak datang untuk seks atau manipulasi. Mereka datang karena kesepian. Karena dunia luar terasa dingin. Karena kapitalisme Amerika membuat hidup terasa seperti mesin kasir raksasa. Sekte-sekte seperti Children of God memahami sesuatu yang sering diremehkan masyarakat modern; manusia bisa rela menelan kegilaan selama diberi rasa dimiliki.

Sekte itu juga sangat pandai memainkan bahasa lembut. “Love”, “sharing”, “family”, “Jesus people”. Kata-kata hangat dipakai seperti selimut untuk menutupi kekerasan. Orang lebih mudah tertipu ketika ancaman datang sambil tersenyum.

Saya sempat membaca sebagian arsip Mo Letters beberapa tahun lalu. Mata cepat lelah. Ada rasa lengket yang aneh setelah beberapa halaman. Berg menulis dengan gaya sok akrab, penuh tanda seru dan panggilan sayang, lalu tiba-tiba masuk ke pembenaran pelecehan seksual. Pergantian nadanya membuat kulit terasa tidak nyaman. Seperti mendengar seseorang menyanyikan lagu nina bobo sambil memegang pisau dapur.

Media Amerika tahun 1970-an dan 1980-an sempat terobsesi pada Children of God. Ada laporan FBI, penggerebekan, investigasi TV. Tapi kelompok itu cukup cair untuk terus bertahan. Mereka mengganti nama, mengubah struktur, membersihkan citra publik. Tahun 2000-an, The Family International mulai menghapus sebagian praktik ekstrem dan mengakui beberapa kesalahan masa lalu. Pengakuan yang datang setelah ribuan orang keburu rusak.

Beberapa mantan anggota berhasil membangun hidup normal. Sebagian tidak pernah benar-benar keluar dari bayangan kelompok itu. Trauma masa kecil jenis ini aneh; tubuh bisa dewasa, logika bisa memahami apa yang terjadi, tapi sistem saraf tetap bereaksi seperti anak kecil yang terjebak di rumah penuh doa dan predator.

Anak-anak sekte dulu kini berusia empat puluhan atau lima puluhan. Sebagian masih memberi wawancara dengan senyum gugup. Sebagian menolak bicara. Sebagian hilang.

David Berg meninggal pada 1994 di Portugal. Tubuhnya dikremasi. Pengikutnya tetap menyebutnya nabi selama bertahun-tahun sesudah itu.

Ada foto rumah-rumah komunal Children of God lama yang masih tersisa di internet. Kasur tipis. Mainan anak di sudut ruangan. Poster Yesus di dinding. Ruangan-ruangan yang kelihatannya bisa dipakai latihan gitar remaja gereja, kalau tidak tahu apa yang pernah terjadi di dalamnya.


Related

Umum 5085615349160168471

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item