Operation Gold, Proyek Intelijen Paling Gila dalam Sejarah Perang Dingin

Ilustrasi/alchetron.com
Berlin waktu itu seperti kota yang hidup sambil menahan napas. Beton pecah di sana-sini. Kabel listrik menggantung. Bangunan-bangunan yang masih menyimpan bekas artileri Perang Dunia II berdiri seperti gigi patah. Tentara Amerika lewat dengan jip. Tentara Soviet lewat beberapa kilometer dari sana. Orang-orang minum kopi di kafe sambil tahu bahwa dunia bisa kiamat hanya karena satu salah paham.

Di bawah tanah kota itu, sekelompok orang Barat menggali terowongan rahasia raksasa untuk mendengarkan percakapan Soviet.

Mereka menggali dengan serius. Dengan teknik tinggi. Dengan biaya besar. Dengan keyakinan bahwa mereka sedang menjalankan salah satu operasi intelijen paling cerdas dalam sejarah Perang Dingin.

Sementara di Moskow, KGB sudah tahu semuanya sejak awal.

Itu bagian paling kejam dari kisah Operation Gold. Bukan kegagalannya. Intelijen memang penuh kegagalan. Yang membuat operasi itu terasa hampir absurd adalah fakta bahwa Soviet membiarkan mereka terus bekerja berbulan-bulan.

Bayangkan para insinyur CIA berkeringat di bawah tanah Berlin, memasang kabel dan sistem penyadapan dengan presisi luar biasa, sementara KGB mungkin membaca laporan detailnya sambil merokok tenang di Lubyanka.

Berlin awal 1950-an adalah laboratorium paranoia global. Kota dibelah menjadi sektor Amerika, Inggris, Prancis, dan Soviet. Orang bisa sarapan di Barat lalu ditembak kalau salah belok ke Timur. Mata-mata ada di mana-mana. Polisi rahasia. Informan. Agen ganda. Pelayan hotel yang mungkin bekerja untuk Stasi atau MGB. Dunia tempat suara langkah sepatu di koridor apartemen bisa membuat jantung melonjak.

CIA dan MI6 punya masalah besar waktu itu; Soviet memakai kabel bawah tanah untuk komunikasi militer dan pemerintah antara Berlin Timur dan Moskow. Radio bisa disadap dari udara. Kabel jauh lebih sulit.

Lalu muncul ide yang terdengar gila sekaligus brilian; gali terowongan ke bawah sektor Soviet, dan sambungkan penyadapan langsung ke jalur kabel mereka.

Operasi itu sebagian terinspirasi oleh operasi Inggris sebelumnya di Wina, bernama Operation Silver. Orang Inggris memang punya tradisi aneh; menyukai nama operasi yang terdengar elegan seperti merek rokok mahal.

Tokoh penting di balik proyek Berlin itu adalah William King Harvey. Harvey bertubuh besar, perokok berat, temperamental, dan terkenal suka minum. Ia lebih mirip polisi korup film noir dibanding intelektual Ivy League. CIA masa itu dipenuhi karakter seperti itu; pria-pria kasar Perang Dunia II yang dipindahkan ke dunia spionase global.

Terowongan mulai dibangun dari gudang rahasia di sektor Amerika, dekat Rudow. Dari luar, bangunannya tampak biasa saja. Gudang radar. Tidak menarik. Tidak heroik. Di bawahnya, pekerjaan berlangsung hampir tanpa henti. Tanah Berlin sulit digali. Air tanah tinggi. Kebisingan harus ditekan. Getaran harus diminimalkan agar Soviet tidak curiga.

Bau tanah basah dan oli mesin memenuhi ruang bawah tanah itu selama berbulan-bulan.

Terowongan akhirnya mencapai sekitar 450 meter. Cukup besar untuk dilewati orang berdiri sambil membungkuk. Ada lampu, ventilasi, pompa air, sistem rekaman. Teknologi penyadapan yang dipasang sangat canggih untuk zamannya. CIA dan MI6 berhasil mengakses beberapa kabel komunikasi utama Soviet.

Lalu rekaman mulai mengalir. Percakapan militer. Logistik. Data administratif. Ribuan jam komunikasi. Di Washington dan London, analis duduk mendengarkan suara-suara Rusia lewat headphone besar sambil menulis catatan di ruangan pengap penuh asap rokok.

Operasi itu secara teknis memang sukses besar. Masalahnya, Soviet sudah tahu. Dan orang yang membuat semua operasi itu nyaris seperti komedi tragis adalah George Blake.

Blake adalah salah satu pengkhianat paling merusak dalam sejarah intelijen Inggris. Lahir di Rotterdam, bekerja untuk MI6, lalu diam-diam direkrut Soviet setelah Perang Korea. Ia bukan berkhianat dengan motivasi uang seperti Robert Hanssen atau Aldrich Ames. Blake benar-benar percaya komunisme lebih bermoral dibanding Barat. Setidaknya begitu pengakuannya.

Fanatisme ideologis sering menghasilkan mata-mata yang lebih berbahaya daripada keserakahan biasa.

Saat MI6 memberi tahu Blake tentang operasi terowongan Berlin, ia langsung membocorkannya ke KGB. Soviet pun akhirnya tahu lokasi, tujuan, bahkan detail teknis proyek tersebut. Di titik itu, mereka punya dua pilihan; langsung menghentikannya, atau membiarkan Barat terus bermain. Mereka memilih pilihan kedua.

Pilihan itu dingin sekali.

KGB dan pimpinan Soviet tampaknya menghitung bahwa membongkar operasi terlalu cepat justru akan mengungkap keberadaan Blake sebagai penyusup di MI6. Blake jauh lebih berharga daripada satu operasi penyadapan. Jadi Soviet membiarkan terowongan tetap berjalan sambil mengontrol kerusakan.

Sebagian komunikasi sensitif dipindahkan. Sebagian lain mungkin sengaja dibiarkan lewat. Ada kemungkinan mereka juga menyisipkan informasi yang ingin didengar Barat. Sulit memastikan sejauh mana manipulasi itu berlangsung, karena dunia intelijen penuh kabut bahkan puluhan tahun kemudian.

Tetap saja, ada kualitas psikologis yang aneh dalam cerita ini. Bayangan tentang pejabat Soviet yang mengetahui ada orang Amerika menggali di bawah tanah mereka, lalu memilih diam selama hampir setahun.

Orang-orang di CIA waktu itu merasa seperti penambang rahasia modern. Mereka bangga. Operasi itu sangat mahal dan kompleks. Banyak yang menganggapnya mahakarya teknik intelijen. Beberapa teknisi bahkan bekerja dengan tingkat detail obsesif agar kelembapan tidak merusak perangkat rekaman.

Sementara itu, di Moskow, mungkin ada seseorang yang membaca laporan operasi sambil menyeruput teh hitam.

Terowongan akhirnya “ditemukan” Soviet pada April 1956. Cara penemuannya terasa teatrikal. Setelah hujan deras dan korsleting kabel, Soviet mengatur semacam penemuan resmi. Wartawan diundang. Tentara Soviet memamerkan terowongan kepada dunia. Foto-foto menunjukkan perwira Soviet berdiri di dalam lorong sempit dengan kabel-kabel komunikasi terbuka.

Propaganda langsung meledak. Soviet menuduh Barat melakukan pelanggaran besar. Surat kabar internasional ramai. Amerika dan Inggris malu sekaligus diam-diam frustrasi. Banyak orang di CIA masih menganggap operasi itu sukses karena tetap menghasilkan informasi penting sebelum terbongkar.

Tetapi rasa dipermainkan tetap ada.

George Blake sendiri baru terbongkar bertahun-tahun kemudian pada 1961, setelah dibocorkan pembelot Polandia, Michael Goleniewski. MI6 nyaris tidak percaya salah satu orang mereka sendiri ternyata sudah menghancurkan begitu banyak operasi.

Blake dijatuhi hukuman 42 tahun penjara di Inggris—hukuman luar biasa panjang pada masa itu. Tiga tahun kemudian ia kabur dari Wormwood Scrubs dengan bantuan aktivis anti-nuklir, dan akhirnya melarikan diri ke Moskow. Perang Dingin kadang terasa seperti novel yang ditulis orang terlalu mabuk untuk mengedit plotnya.

Foto-foto terowongan Operation Gold sekarang terlihat hampir primitif dibanding dunia digital modern. Kabel besar. Mesin analog. Dinding beton basah. Tidak ada cyber warfare, malware, atau satelit mini.

Tetap saja ada sesuatu yang lebih manusia di sana. Mata-mata sungguhan menggali tanah dengan sekop dan mesin bor demi mendengar suara musuh di ujung kabel telepon.

Berlin waktu itu punya bau khas kota yang belum sembuh dari perang; batu bata lembap, asap batu bara, hujan dingin, bir murah, ketegangan politik yang terasa sampai ke stasiun kereta bawah tanah. Orang-orang hidup di atas kota yang secara literal dipenuhi operasi rahasia di bawah permukaannya.

Di arsip lama CIA, foto-foto Operation Gold tampak hampir heroik. Teknisi tersenyum di dekat peralatan. Lorong bawah tanah tampak seperti proyek ilmiah ambisius.

Sulit untuk tidak membayangkan seseorang di KGB melihat foto-foto itu beberapa tahun kemudian, lalu tertawa kecil sendirian di meja kerjanya.


Related

Sejarah 3985087070295769763

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item