‘Escobank’, Kisah Perburuan Harta Karun Pablo Escobar di Kolombia

Ilustrasi/justwatch.com
Uang Pablo Escobar mungkin sudah membusuk. Kalau memang benar sebagian dari miliaran dolar miliknya masih terkubur di bawah tanah Kolombia, seperti yang selama puluhan tahun dipercaya banyak orang, sebagian besar lembaran uang itu kemungkinan sudah dimakan jamur, digerogoti tikus, atau hancur oleh kelembapan. 

Escobar pernah menghasilkan begitu banyak uang sehingga, menurut berbagai laporan, kartelnya kehilangan jutaan dolar setiap tahun hanya karena uang tunai disimpan terlalu lama di gudang-gudang rahasia. Tikus memakan sebagian. Air merusak sebagian lain. Kekayaan dalam jumlah absurd ternyata bisa membusuk seperti buah.

Fakta itu terus terngiang selama menonton “Escobank” (2025), film garapan Orit Sher. Secara permukaan, film ini adalah petualangan kriminal tentang perburuan harta karun. Sekelompok orang berangkat ke Kolombia untuk mencari uang Escobar yang konon masih tersembunyi. Premisnya terdengar seperti campuran film pencarian emas, film perampokan, dan legenda urban Amerika Latin. Banyak film pernah memakai formula serupa. Peta rahasia. Harta yang hilang. Kelompok pemburu yang saling curiga.

Yang membuat “Escobank” sedikit berbeda adalah objek buruannya bukan emas, bukan artefak kuno, bukan permata kerajaan. Mereka memburu uang narkoba. Uang yang lahir dari darah.

Film dibuka dengan energi yang cukup kuat. Avi, diperankan Zohar Liba, menjadi motor utama cerita. Ia bukan petualang romantis. Ia bukan Indiana Jones versi modern. Wajahnya membawa kelelahan yang terasa nyata. Tubuhnya bergerak seperti orang yang sudah terlalu sering kalah dalam hidup dan sedang mencari satu kesempatan terakhir. Karakter semacam itu jauh lebih cocok untuk dunia Escobar dibanding figur petualang yang terlalu bersih.

Legenda mengenai uang Escobar memang memiliki kehidupan sendiri di Kolombia. Selama bertahun-tahun muncul kisah-kisah aneh dari berbagai daerah. Petani menemukan drum berisi uang tunai. Pemburu harta menggunakan detektor logam di perbukitan dekat Medellín. Rumah-rumah tua dibongkar karena rumor adanya ruang rahasia. Pada 2020, seorang keponakan Escobar bahkan mengklaim menemukan jutaan dolar tersembunyi di balik dinding sebuah apartemen keluarga.

Kisah-kisah seperti itu terasa hampir mustahil, tetapi justru karena itu mereka bertahan. “Escobank” memahami daya tarik tersebut.

Film tidak terlalu tertarik pada Escobar sebagai manusia. Escobar bahkan lebih mirip hantu dibanding karakter. Ia sudah mati sejak 1993. Tubuhnya ditembak di atap rumah di Medellín. Film berkali-kali mengingatkan bahwa pengaruh seorang manusia bisa hidup jauh lebih lama dibanding dirinya sendiri. Uang menjadi medium keabadian.

Dana Frider sebagai Sandy Ross membawa lapisan yang berbeda ke dalam kelompok pemburu harta tersebut. Karakternya lebih terdidik, lebih rasional, lebih berhati-hati. Dinamika antara Sandy dan Avi bekerja cukup baik karena keduanya mewakili dua jenis keserakahan yang berbeda. Avi menginginkan uang karena hidupnya berantakan. Sandy tampak mengejar sesuatu yang lebih rumit. Film tidak selalu menjelaskan motivasi karakternya dengan sempurna, tetapi ketidaksempurnaan itu justru membuatnya terasa lebih manusia. Manusia jarang memahami motifnya sendiri secara utuh.

Film ini sesekali tersandung ketika mencoba menyeimbangkan thriller kriminal dengan petualangan pencarian harta karun. Beberapa adegan terasa seperti ingin menjadi film tentang kartel narkoba. Beberapa adegan lain bergerak ke arah cerita ekspedisi. Ritmenya kadang tidak sepenuhnya mulus. Sebagian penonton mungkin agak terganggu. 

Legenda uang Escobar memang tidak pernah rapi. Cerita-cerita mengenai uang yang terkubur selalu terdengar seperti gosip yang berkembang terlalu jauh. Seseorang mendengar sesuatu dari seseorang yang mengenal seseorang yang pernah bekerja untuk seseorang. Rumor berubah menjadi keyakinan. Keyakinan berubah menjadi obsesi.

Film ini dipenuhi orang-orang yang hidup dari rumor. Di titik tertentu, yang dicari bukan lagi uangnya. Yang dicari adalah kemungkinan. Kemungkinan bahwa hidup bisa berubah hanya dengan satu penemuan. Kemungkinan bahwa semua kegagalan masa lalu dapat dibatalkan. Kemungkinan bahwa keberuntungan sedang menunggu beberapa meter di bawah tanah.

Perasaan tersebut terasa sangat universal. Tidak perlu menjadi pemburu harta di Kolombia untuk memahaminya. Banyak orang menjalani hidup dengan versi berbeda dari pencarian yang sama. Sebagian membeli tiket lotere. Sebagian mengejar investasi yang terdengar terlalu bagus. Sebagian menghabiskan bertahun-tahun mencari "kesempatan besar" yang akan mengubah segalanya. Escobar kebetulan menyediakan mitologi yang sempurna untuk kebutuhan psikologis tersebut.

Kolombia dalam film ini tampil cukup menarik. Bukan sebagai kartu pos wisata, tetapi sebagai lanskap yang membawa beban sejarah. Nama Medellín terus menghantui cerita bahkan ketika tidak disebut secara langsung. Generasi yang tumbuh pada 1980-an dan 1990-an mengingat kota tersebut sebagai pusat salah satu organisasi kriminal paling kaya dalam sejarah manusia. Generasi yang lebih muda mengenalnya melalui serial televisi, dokumenter Netflix, dan meme internet.

Masalahnya, kartel bukan legenda kuno. Korban-korbannya nyata.

Film kadang berada di posisi yang agak canggung ketika berusaha mengubah warisan Escobar menjadi petualangan yang menghibur. Saya tidak mengatakan film ini gagal. Saya hanya terus menyadari ketegangan tersebut sepanjang penayangan. Setiap kali karakter membicarakan jutaan dolar yang mungkin tersembunyi di bawah tanah, muncul fakta yang tidak pernah benar-benar pergi: uang tersebut berasal dari pembunuhan, teror, penculikan, dan perdagangan kokain. Kilauan uang selalu lebih fotogenik daripada asal-usulnya.

Antoni Corone muncul membawa energi berbeda dibanding pemain lain. Kehadirannya membantu menjaga film tetap bergerak ketika cerita mulai melambat. Film semacam ini sangat bergantung pada konflik antaranggota kelompok. Begitu misteri harta karun mulai kehilangan tenaga, hubungan antarkarakter harus mengambil alih. Sebagian besar pemain memahami tugas tersebut dengan cukup baik.

Saya terus kembali pada satu hal yang justru tidak muncul secara fisik di layar: tanah. Tanah Kolombia. Berapa banyak orang yang telah menggali tanah itu selama tiga dekade terakhir? Berapa banyak lubang yang dibuat karena rumor? Berapa banyak malam yang dihabiskan seseorang dengan sekop di tangan, berkeringat dalam gelap, meyakini bahwa satu ayunan lagi akan mengubah hidupnya?

Film ini sebenarnya berbicara tentang uang, tetapi yang tertinggal di kepala saya justru gambaran orang menggali. Tangan kotor. Kuku penuh tanah. Napas berat. Senter murahan. Harapan yang semakin besar setiap kali sekop membentur sesuatu yang terdengar keras. Mungkin batu. Mungkin akar pohon. Mungkin drum berisi jutaan dolar. Mungkin tidak ada apa-apa.

Pada suatu titik dalam “Escobank”, perburuan mulai terasa lebih penting daripada hasilnya sendiri. Para karakter bergerak semakin jauh ke dalam obsesi mereka. Penonton ikut terseret. Film tidak selalu elegan. Tidak selalu tajam pada setiap adegan. Beberapa bagian terasa kasar. Beberapa keputusan naratif mungkin bisa diperdebatkan.

Kekasaran itu justru cocok dengan materi yang sedang dibahas. Legenda uang Escobar tidak pernah bersih. Ia lahir dari kekerasan, tumbuh dari rumor, hidup dari keserakahan, dan bertahan karena manusia sangat menyukai gagasan bahwa di suatu tempat, beberapa meter di bawah tanah, nasib baru sedang menunggu untuk ditemukan.

Sekop kembali menghantam tanah. Seseorang menyalakan senter. Malam Kolombia belum selesai.


Related

Entertainment 4519477517047886758

Posting Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Banyak Dibaca

Ebook BSM

Mengapa Dunia Seperti Sekarang? 100 Peristiwa yang Membentuk Dunia Kita

Pernah bertanya-tanya, mengapa dunia seperti sekarang? Mengapa dunia terbagi-bagi dalam banyak negara? Mengapa ada orang-orang yang sangat k...

item